Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ketajaman Mitchell Baker Kian Bersinar, Kokoh di Puncak Top Skor Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 12:58 WIB

Dago Padel Club Bandung Gebrak Indonesia, Usung Standar Lapangan Kelas Dunia

Sabtu, 1 Agustus 2026 12:44 WIB

Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis

Sabtu, 1 Agustus 2026 10:40 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ketajaman Mitchell Baker Kian Bersinar, Kokoh di Puncak Top Skor Piala AFF 2026
  • Dago Padel Club Bandung Gebrak Indonesia, Usung Standar Lapangan Kelas Dunia
  • Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis
  • Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
  • Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima
  • Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen
  • Screenshot DM Instagram Bisa Ketahuan? Ini Rahasia Notifikasi yang Wajib Diketahui Pengguna
  • Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menelisik Sejarah RSUD Al Ihsan dan Alasan Dedi Mulyadi Ubah Namanya Jadi Welas Asih

By Aga GustianaSabtu, 5 Juli 2025 07:42 WIB3 Mins Read
RSUD Al Ihsan
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengganti nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengganti nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat.

Langkah perubahan nama tersebut bukan tanpa alasan. Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari upaya membentuk citra baru yang lebih dekat dengan kearifan lokal Sunda.

“Kedua, Al Ihsan itu kan ada memori panjang. Tidak usah disebutlah memori panjangnya, sehingga memori itu kita mencoba dibangun dengan brand baru,” ujarnya, dikutip Sabtu (5/7/2025).

Ia menambahkan, penggunaan nama “Welas Asih” dipilih karena memiliki makna yang lebih membumi dan mudah dipahami oleh masyarakat Jawa Barat. Kata tersebut mencerminkan semangat empati, kasih sayang, dan kedekatan sosial dalam layanan kesehatan.

Tak Sekadar Ganti Nama, Tapi Juga Peningkatan Layanan

Meski hanya perubahan nama secara administratif, Dedi menegaskan bahwa transformasi ini akan dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan dan fasilitas medis.

“Paling dalam waktu dua tahun, saya sudah bicara dengan Menkes agar layanan di Al Ihsan bisa setara dengan Hasan Sadikin,” tegasnya.

Menurut Dedi, perubahan nama ini tidak membebani keuangan daerah karena cukup dilakukan melalui Surat Keputusan (SK) tanpa memerlukan tambahan anggaran.

“Nama enggak ada kaitannya. Nama kan enggak ada biaya, cuma ganti nama. Nama itu kan cuma SK,” tambahnya.

Ia berharap wajah baru rumah sakit ini dapat memberikan pelayanan dasar yang lebih optimal bagi warga Bandung Raya dan sekitarnya.

Kilasan Sejarah RSUD Al Ihsan

Nama RSUD Al Ihsan tidak lepas dari sejarah panjang perjuangan dan dinamika pengelolaan rumah sakit di Jawa Barat. Berdiri sejak 1993, RS ini awalnya merupakan bagian dari amal usaha Yayasan Rumah Sakit Islam Al Ihsan yang didirikan oleh enam tokoh umat Islam di Jawa Barat.

Pembangunan dimulai pada 11 Maret 1993, bertepatan dengan 17 Ramadan 1414 H dan peringatan Nuzulul Qur’an. Operasional layanan kesehatan resmi dimulai pada 12 November 1995.

Namun, pada 2004, kepemilikan rumah sakit ini beralih ke Pemprov Jawa Barat setelah pendirinya, Ukman Sutaryan, terjerat kasus korupsi. Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung No. 372 K/Pid/2003, seluruh aset RS Al Ihsan disita untuk negara.

Aset tersebut kemudian ditetapkan sebagai milik Pemprov Jabar melalui Keputusan Gubernur pada 10 Maret 2005, dan statusnya berubah menjadi RSUD Al Ihsan berdasarkan Perda No. 23 Tahun 2008. Sejak 2009, RS ini mulai mengadopsi model PPK-BLUD yang menggabungkan prinsip ekonomi dan fungsi sosial dalam pengelolaannya.

Makna Filosofis Nama RSUD Welas Asih

Pergantian nama menjadi RSUD Welas Asih, yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jabar No. 445 Tahun 2025 pada 19 Juni 2025, bukan sekadar formalitas. Nama ini sarat makna budaya dan sosial.

Masyarakat Sunda dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai seperti silih asih, silih asah, dan silih asuh. Melalui nama baru ini, pemerintah berharap dapat membangun kedekatan emosional antara rumah sakit dan masyarakat, serta menumbuhkan rasa kepemilikan.

Nama Welas Asih mencerminkan pendekatan pelayanan yang lebih humanis, ramah, dan inklusif di tengah transformasi layanan kesehatan publik.

Transformasi Sosial dan Harapan Baru

Perubahan nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih mencerminkan transformasi sosial yang lebih luas dalam pelayanan kesehatan di Jawa Barat. Tidak hanya mengganti identitas, tetapi juga menghadirkan semangat baru dalam mewujudkan rumah sakit yang lebih profesional, berkualitas, dan berakar pada nilai-nilai lokal.

Dengan target peningkatan pelayanan hingga setara dengan RS Hasan Sadikin, masyarakat di wilayah Bandung Raya patut menantikan wajah baru rumah sakit ini sebagai pusat pelayanan kesehatan yang lebih empatik dan bermartabat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Jabar Dedi Mulyadi Kesehatan Jawa Barat RSUD Al Ihsan RSUD Welas Asih Rumah Sakit Jawa Barat Sejarah RSUD Transformasi RS
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan

Desak Evaluasi Otonomi Daerah, APKASI Nyaring Suarakan Revisi UU Nomor 23 Tahun 2014

Pelecehan Seksual

Demi Rujuk, Ayah di Bandung Barat Siksa Anak Kandung hingga Berdarah dan Direkam

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.