Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar

Selasa, 13 Oktober 2026 20:35 WIB

Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two

Selasa, 13 Oktober 2026 20:22 WIB

Dari Sumedang Jadi Diva Dunia! Kisah Rahasia Rossa yang Jarang Orang Tahu!

Selasa, 13 Oktober 2026 20:15 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar
  • Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two
  • Dari Sumedang Jadi Diva Dunia! Kisah Rahasia Rossa yang Jarang Orang Tahu!
  • Igor Tolic Soroti Kekuatan Cong Viettel, Persib Siapkan Strategi Khusus
  • Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa
  • Erick Thohir Buka Opsi Baru! Timnas Indonesia Bisa Hadapi Lawan di Luar Jazirah Arab
  • Sasar Mahasiswa Jabar, inDrive Rampungkan Edukasi Keselamatan Berkendara ‘Drive Your Future Phase 2’
  • BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasan Kemnaker
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Nasib Jemaah Haji Jabar 2026: Tetap Berangkat Meski Timur Tengah Memanas

By Aga GustianaRabu, 8 April 2026 10:08 WIB3 Mins Read
Jemaah haji dalam pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Kemenag)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana perjalanan jemaah haji asal Jawa Barat tahun 2026 kini berada di bawah bayang-bayang ketegangan geopolitik Timur Tengah. Meski keberangkatan dipastikan tetap berjalan, otoritas terkait masih menimbang rute penerbangan paling aman guna menghindari zona konflik yang sedang memanas.

Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) Jawa Barat mengungkapkan bahwa hingga saat ini pemerintah masih menggodok dua skema jalur udara utama. Ketidakpastian rute ini merupakan dampak langsung dari eskalasi keamanan di kawasan tersebut.

Adu Efisiensi Jalur Yaman vs Keamanan Afrika

Ketua Koordinator Wilayah HIMPUH Jabar, Dodi Sudrajat, menjelaskan bahwa pilihan rute memiliki konsekuensi yang berbeda, baik dari sisi durasi maupun biaya:

  • Lintasan Yaman: Ini adalah jalur paling ideal karena posisinya yang lurus dari Asia Tenggara menuju Arab Saudi. “Jalur ini sebenarnya paling hemat. Saat ini penerbangan umrah pun masih banyak yang lewat sana dan lancar, namun faktor kewaspadaan tetap nomor satu karena dinamika konflik,” jelas Dodi (7/4/2026).
  • Jalur Afrika Timur: Opsi memutar melalui wilayah Afrika dianggap lebih aman dari potensi gangguan konflik. Namun, kompensasinya adalah penambahan durasi terbang sekitar 1 hingga 2 jam, yang berujung pada pembengkakan biaya operasional.

Dodi menegaskan bahwa pembatalan bukanlah pilihan bijak. Selain berdampak pada antrean kuota, pengembalian dana (refund) dari pihak Arab Saudi kemungkinan besar tidak akan utuh, sehingga jemaah akan dirugikan secara finansial.

Tiga Skenario Mitigasi dari Kemenhaj Jabar

Di sisi lain, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Barat telah menyusun protokol darurat jika situasi di Timur Tengah kian memburuk. Kepala Kanwil Kemenhaj Jabar, Boy Hari Novian, memaparkan tiga langkah mitigasi:

  1. Prioritas Keselamatan: Jika Saudi tetap membuka pintu haji, Indonesia akan tetap mengirim jemaah namun mewajibkan maskapai mencari jalur penerbangan yang benar-benar steril dari zona perang.
  2. Penundaan Keberangkatan: Apabila risiko keamanan dinilai terlalu tinggi bagi keselamatan warga negara, pemerintah membuka opsi menunda keberangkatan secara nasional meski operasional haji di Saudi masih berjalan.
  3. Penghentian Total: Langkah ekstrem ini diambil hanya jika Arab Saudi secara resmi memutuskan untuk menutup total operasional haji tahun 2026 bagi seluruh negara.

Persiapan Teknis Capai 99 Persen

Meski dibayangi isu keamanan rute, Boy menegaskan bahwa kesiapan teknis di lapangan justru sudah sangat matang. Masyarakat diminta tidak panik karena koordinasi layanan di dalam negeri maupun di Tanah Suci sudah hampir selesai.

“Layanan tetap kami maksimalkan. Persiapan di tanah air dan Arab Saudi saat ini sudah 99 persen rampung. Secara operasional, kami sudah siap tempur,” pungkas Boy (31/3/2026).

Kini, ribuan calon jemaah haji Jawa Barat tinggal menunggu keputusan final mengenai titik koordinat rute udara yang akan digunakan. Prioritas pemerintah tetap satu: memastikan rukun Islam kelima terlaksana tanpa mengabaikan aspek keselamatan nyawa jemaah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar

Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasan Kemnaker

Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama

Dugaan Bullying di Kuningan, Siswa SMP Dilarikan ke RS Usai Telan Cairan Karbol

Kiaracondong Bandung Mulai Ditata, Drainase Tersumbat Sampah Jadi Perhatian

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.