Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Sabtu, 19 September 2026 20:03 WIB

Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya

Sabtu, 19 September 2026 19:51 WIB

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Sabtu, 19 September 2026 19:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!
  • Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya
  • Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!
  • Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara
  • Daftar Lokasi Nobar Resmi Persijap vs Persib Bandung: Titik Kumpul Bobotoh Akhir Pekan Ini
  • Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung
  • Karma Dibayar Kontan? Deretan Kontroversi Jule dari Lepas Hijab hingga Berakhir di Sel Tahanan
  • Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Naskah Khutbah Jumat Tentang Peran Ayah dalam Kehidupan Keluarga

By Putra JuangJumat, 15 November 2024 10:02 WIB7 Mins Read
Peran Ayah. (Foto: Ilustrasi Multimedios Del Sureste dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Simak berikut ini naskah khutbah Jumat yang membahas tentang peran penting ayah dalam kehidupan keluarga.

Hari Jumat merupakan Sayyidul Ayyam atau rajanya hari bagi umat muslim di dunia, yang diyakini sebagai hari penuh keberkahan.

Pasalnya, pada hari tersebut setiap muslim yang balig diwajibkan untuk mengerjakan shalat Jumat, yang menjadi salah satu penanda perayaan hari raya kecil bagi umat muslim.

Adapun beberapa syarat berlaku dalam pelaksanaan salat Jumat, di antaranya adalah melangsungkan khutbah sebagai rukun dalam salat Jumat.

Nah, berikut ini naskah khutbah Jumat tentang peran penting ayah dalam kehidupan keluarga, dilansir dari laman NU Online, Jumat (15/11/2024).

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي تَفَرَّدَ فِي أَزَلِيَّتِهِ بِعِزِّ كِبْرِيَائِهِ، وَتَوَحَّدَ فِي صَمَدِيَّتِهِ بِدَوَامِ بَقَائِهِ، وَنَوَّرَ بِمَعْرِفَتِهِ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ، الدَّاعِي اِلَى بَابِهِ وَالْهَادِي لِأَحْبَابِهِ وَالْمُتَفَضِّلِ بِإِنْزَالِ كِتَابِهِ، تَبْصِرَةً وَذِكْرَى لِلْإِسْتِعْدَادِ لِيَوْمِ لِقَائِهِ. فَسُبْحَانَ مَنْ تَقَرَّبَ بِرَأْفَتِهِ وَرَحْمَتِهِ، وَتَعَرَّفَ اِلىَ عِبَادِهِ بِمَحَاسِنِ صِفَاتِهِ، فَانْبَسَطُوْا لِذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ. أَحْمَدُهُ حَمْدَ مُعْتَرِفٍ بِالْعَجْزِ عَنْ اَلاَئِهِ، مُنْتَظِرٍ زَوَائِدَ بِرِّهِ وَوَلاَئِهِ

‎أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً ضَمِنَ الْحُسْنَى لِقَائِلِهَا يَوْمَ لِقَائِهِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتَمُ أَنْبِيَائِهِ وَسَيِّدُ أَصْفِيَائِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنِ اقْتَفَى أَثَرَهُمْ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ فَفَازَ بِاقْتِفَائِهِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ أَوَّلاً بِتَقْوَى اللهِ تَعَالىَ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Tanggal 12 November ditetapkan sebagai Hari Ayah Nasional di Indonesia. Tujuannya adalah mengapresiasi peran ayah dalam kehidupan anak dan mengenang jasa ayah dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Peran dan jasa ayah tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata dan tidak dapat digambarkan dengan segala puja-puji.

Ayah adalah sandaran di saat seluruh manusia menjauhi sang anak. Kegigihan ayah adalah kehidupan anak dan perjuangan ayah adalah kesuksesan anak. Ayah adalah ruh keluarga, perhiasan mata, cahaya kehidupan, dan penerang rumah. Keberadaannya adalah ketenangan, melihatnya adalah kebahagiaan, dan kehilangannya tidak tergantikan. Ayah mengorbankan dirinya untuk anak, meskipun ayah tidak memberikan semua yang diinginkan anak, tapi ayah memberikan semua yang dimilikinya untuk anak.

Baca Juga:  Naskah Khutbah Jumat Tentang Keutamaan Menjaga Salat

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah!

Nabi Muhammad memberikan apresiasi tinggi terhadap peran dan jasa ayah dalam kehidupan anak. Nabi mengilustrasikan bahwa sosok ayah merupakan pintu masuk anak ke dalam surga yang terbaik. Jika ingin masuk surga, maka seorang anak harus berbakti kepada ayah. Hadits ini dikutip imam Ibnu Hibban dalam kitab Shahih Ibnu Hibban, juz 2, halaman 167 sebagai berikut:

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ، فَحَافِظْ عَلَى ذَلِكَ إِنْ شِئْتَ، أَوْ دَعْ

Artinya: “Ayah adalah pintu surga yang ada di pertengahan. Jagalah hal itu (ayah) jika engkau mau (surga) atau tinggalkan hal itu (ayah) jika engkau tidak mau (surga).”

Hadits ini senada dengan hadits lain yang menggambarkan peran seorang ibu. Nabi memberikan apresiasi terhadap peran dan jasa ibu dengan ilustrasi bahwa surga ada di bawah kaki ibu. Jika seorang anak berbakti kepada ibu, maka ia akan masuk surga.

Hadits ini dikutip imam al-Nasa’i dalam kitab Sunan an-Nasa’i, juz 6, halaman 11 sebagai berikut:

فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

Artinya, “Sesungguhnya surga berada di bawah kaki ibu.”

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah

Imam ath-Thabrani dalam kitab al-Mu’jam al-Awsath, juz 6, halaman 339 meriwayatkan kisah di masa Nabi yang diceritakan sahabat Jabir bin ‘Abdillah. Suatu hari, seorang laki-laki mendatangi Nabi dan berkata: “Wahai Rasulullah, ayahku telah mengambil hartaku.”

Nabi berkata kepadanya: “Pulanglah dan datanglah kepadaku lagi bersama ayahmu!”

Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi dan berkata: “Allah menyampaikan salam dan pesan ‘Jika orang tua itu datang, tanyakanlah sesuatu yang ia katakan di dalam dirinya yang tidak didengar bahkan oleh telinganya sendiri!’”

Ketika orang tua itu datang, Nabi berkata kepadanya: “Apakah anakmu selalu mengeluh kepadamu ketika kamu mengambil hartanya?”

Orang tua itu menjawab: “Tanyakan kepadanya wahai Rasulullah, apakah aku memberikan nafkah kepada salah satu bibinya atau diriku sendiri?!”

Nabi berkata: “Lupakan hal itu. Sekarang, ceritakan padaku sesuatu yang kamu katakan di dalam dirimu yang tidak didengar bahkan oleh telingamu sendiri!”

Baca Juga:  Naskah Khutbah Jumat: Menguji Kejujuran Takwa di Bulan Syawal Melalui Istiqamah

Orang tua itu menjawab: “Demi Allah, wahai Rasulullah. Allah senantiasa menambahkan keyakinanku. Aku mengatakan sesuatu yang di dalam diriku yang tidak didengar bahkan oleh telingaku sendiri.”

Nabi berkata: “Katakanlah dan aku akan mendengarkan dengan baik.” Orang tua itu kemudian menjawab dengan kata-kata dalam bentuk syair:

“Aku mengasuhmu ketika lahir dan memeliharamu ketia dewasa – Engkau menikmati semua jerih payahku yang aku berikan kepadamu. Jika engkau sakit di malam hari, aku tidak bisa tidur – aku mengkhawatirkan sakitmu sepanjang malam.

Jiwaku selalu mengkhawatirkan kematianmu – padahal ia tahu bahwa kematian pasti tiba.

Seakan-akan bukan engkau yang sakit, tetapi aku yang sedang sakit – sebab kondisimu, sehingga air mataku menangis. Ketika engkau telah dewasa dan menggapai kesuksesan – yang dahulu aku impikan tentang dirimu.

Engkau membalas jasaku dengan keras dan kata-kata kasar – seakan-akan engkau yang memberiku segala kebaikan dan berjasa padaku. Jika engkau tidak mempedulikan hakku untuk kau baktikan hidupmu – maka perlakukanlah aku dengan baik sebagai seorang tetanggamu.”

Sahabat Jabir bin ‘Abdillah berkata, Nabi langsung memegang kerah baju laki-laki tadi dan berkata:

أَنْتَ وَمَالُكَ لِأَبِيكَ

Artinya, “Engkau dan hartamu adalah milik ayahmu!”

Hadits ini menggambarkan bahwa ayah selalu memendam rasa di dalam diri atas segala yang dilakukan untuk membesarkan anaknya. Hadits ini juga menjelaskan pengorbanan ayah dalam mengantarkan anak ke gerbang kesuksesan, sehingga tidak dapat dibalas dengan cara apapun, kecuali berbakti kepadanya dan menaati semua perintahnya.

Di sisi lain, menyakiti orang tua dengan perbuatan yang dianggap dosa kecil jika dilakukan kepada orang lain, maka dianggap dosa besar jika dilakukan kepada orang tua. Hal ini ditegaskan Imam ash-Shan’ani dalam kitab Subulus Salam, juz 2, halaman 630:

الْعُقُوقُ أَنْ يُؤْذِيَ الْوَلَدُ أَحَدَ أَبَوَيْهِ بِمَا لَوْ فَعَلَهُ مَعَ غَيْرِ أَبَوَيْهِ كَانَ مُحَرَّمًا مِنْ جُمْلَةِ الصَّغَائِرِ فَيَكُونُ فِي حَقِّ الْأَبَوَيْنِ كَبِيرَةً

Artinya, “Durhaka kepada orang tua adalah menyakiti orang tua dengan perbuatan yang dianggap dosa kecil jika dilakukan kepada orang lain, tapi dianggap dosa besar (durhaka) jika dilakukan kepada orang tua.”

Baca Juga:  Inspirasi Khutbah Idul Adha 2025: Tema Kurban dan Peningkatan Takwa

Salah satu contoh bakti anak kepada ayah adalah Nabi Isma’il yang siap melaksanakan permintaan ayahnya, Nabi Ibrahim untuk disembelih berdasarkan perintah Allah.

Nabi Ibrahim sendiri adalah seorang anak yang telah membaktikan dirinya untuk ayahnya, Azar, meskipun ayahnya tidak beriman.

Hal ini menunjukkan bahwa barang siapa yang berbakti kepada ayahnya, maka akan mendapatkan bakti terbaik dari anaknya kelak karena hidup adalah siklus yang selalu berputar dari waktu ke waktu.

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah

Semoga kita dijadikan oleh Allah menjadi anak yang selalu berbakti kepada kedua orang tua, khususnya ayah kita tidak hanya saat ayah kita masih hidup, tetapi juga setelah kematiannya.

Kita juga berdoa kepada Allah agar anak-anak kita semua dijadikan anak-anak yang berbakti kepada kedua orang tua, bangsa, negara, dan agama. Amin, ya Rabbal ‘Alamin.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ بنِ عَبدِ اللهِ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ المُسلِمُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَاعلَمُوْا إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ وَّٱلَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ. قَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ خَاصَّةً بِلَادِ فَلِسْطِيْن. اَللّٰهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا فِي فَلِسْطِيْن وَآتِهِمُ الْاِسْتِقْلَالَ والحُرِّيَّةَ مِنْ طُغْيَانِ اسْتِعْمَارِ إِسْرَائِيلَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ عِبَادَاللهِ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Khutbah Jumat naskah khutbah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya

Karma Dibayar Kontan? Deretan Kontroversi Jule dari Lepas Hijab hingga Berakhir di Sel Tahanan

Liburan Tanpa Ribet! 10 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Bisa Dijangkau Cuma Naik Kereta Api

Rekomendasi 10 Anime Pendek Terbaik yang Bisa Ditamatkan dalam Sehari, Cocok Buat Maraton Weekend!

Ngeri Dipalak Sejuta Sehari! Pengakuan Blak-blakan Korban Pungli Jogja yang Bikin Satu Indonesia Murka

8 Tahun Disimpan, Erin Ungkap Dugaan Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.