Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan

Minggu, 1 November 2026 13:27 WIB

Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak

Minggu, 1 November 2026 12:33 WIB

Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI

Minggu, 1 November 2026 12:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan
  • Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak
  • Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI
  • Bobotoh Merapat! Penukaran Tiket Persib vs Kalteng FC Ditutup 14.30 WIB
  • Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih
  • Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah
  • Tolic Dihukum, Persib Tetap Ganas Hadapi Kalteng FC di Si Jalak Harupat
  • Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Natal di Palestina Dipenuhi Duka dan Cemas, Umat Kristen Tak Luput dari Serangan Israel

By Putra JuangJumat, 27 Desember 2024 05:00 WIB2 Mins Read
Perayaan Natal, warga Palestina di Betlehem membentangkan spanduk yang berisi tulisan bahwa mereka ingin hidup, bukan mati. (Foto: WAFA)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perayaan Natal di Betlehem, Tepi Barat, Palestina yang kini dalam wilayah pendudukan Israel dipenuhi rasa duka, cemas, dan solidaritas terhadap penderitaan masyarakat Palestina di Gaza.

Menurut Pendeta Gereja Lutheran Injili, Betlehem Munther Isaac, serangan Israel juga menargetkan umat Kristen.

“Situasi orang-orang Kristen tidak berbeda dengan orang-orang Palestina lainnya,” ucap Isaac kepada Anadolu Agency dikutip Aljazeera, Jumat (27/12/2024).

“Mereka semua menghadapi ancaman perpindahan di bawah genosida,” lanjutnya.

Perayaan Natal di Betlehem sejak dua tahun berturut-turut pasca serangan pada 7 Oktober 2023 jauh dari kemeriahan. Perayaan Natal dilakukan dengan sangat terbatas di kota yang diyakini sebagai tempat kelahiran Kristus tersebut.

Baca Juga:  BPBD Jabar Waspadai Jalur Wisata Rawan Bencana saat Libur Natal dan Tahun Baru

Sebaliknya, doa dan seruan agar perang Israel di Gaza diakhiri telah menggantikan perayaan yang biasa penuh dengan kemeriahan.

Pendeta Komunitas Ortodoks Yunani di Betlehem, Issa Talijeh menyebut, perang Israel yang sedang berlangsung menyebabkan suasana kota suci di tengah Natal menjadi sepi dan suram.

“Pesan kami kepada dunia, terlepas dari penderitaan, kesulitan, dan perang, adalah bahwa Kristus Palestina memanjatkan doa selama Natal agar perdamaian, cinta, dan belas kasihan menang. Dari Betlehem, pesan cinta dan perdamaian menyebar ke seluruh dunia,” kata Thaljieh kepada Anadolu.

Senada, Wali Kota Betlehem, Anton Salman mengatakan bahwa perayaaan Natal dilakukan tanpa pertunjukan meriah dan membatasi perayaan pada doa, ritual keagamaan, serta permohonan untuk mengakhiri penderitaan dan ketidakadilan terhadap rakyat Palestina.

Baca Juga:  25 Ribu Warga Jawa Barat Suarakan Solidaritas dan Doa untuk Palestina

“Sulit bagi kami untuk merayakan di tengah tragedi ini. Betlehem tidak terpisah dari Gaza, dan kami ingin mengekspresikan persatuan semua warga Palestina. Natal ini, bagi kami, adalah doa bagi jiwa para martir dan harapan agar ketidakadilan ini berakhir,” ujarnya sebagaimana ditulis WAFA.

Dengan sederhananya perayaan Natal, ia berharap dunia akan lebih keras menyuarakan dukungan untuk perdamaian Palestina.

“Kami berharap dapat membangkitkan hati nurani dunia untuk bekerja demi mengakhiri penderitaan rakyat Palestina, mengakhiri pendudukan, dan mencapai perdamaian yang adil dan menyeluruh,” katanya.

Hingga saat ini, serangan Israel terhadap Palestina terus berlangsung di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem. Israel terus melanggar aturan perang seperti menyerang rumah sakit, kamp pengungsian, dan masyarakat sipil.

Baca Juga:  Kebakaran Los Angeles Disebut Hukuman atas Kezaliman di Palestina, Ini Penjelasannya

Tentara Israel juga melakukan perusakan taman di Kota Nahalin, sebelah barat Betlehem dengan dalih fasilitas tersebut dibangun tanpa izin. Pemilik taman tidak diberi kesempatan untuk memindahkannya.

Tentara Israel juga menggunakan gas air mata dan bom untuk warga yang mencoba mendekat ke lokasi pembongkaran.

Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS) mencatat, jumlah korban meninggal dunia di Gaza dan Tepi Barat mencapai 46.441 orang serta terus bertambah. Sementara sekira 11.000 orang dikabarkan hilang dan 60.386 bangunan hancur total.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Israel Natal Palestina
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.