bukamata.id – Aksi solidaritas seorang prajurit TNI AD berpangkat Peltu berakhir tragis di Stasiun Depok Baru, Jawa Barat. Bermaksud menghentikan tindakan kekerasan seorang ibu terhadap anaknya sendiri, sang prajurit justru menjadi sasaran amuk massa yang dipicu oleh pihak keluarga sang ibu pada Jumat malam (24/4/2026).
Insiden ini memicu keprihatinan publik karena terjadi di tengah keramaian stasiun saat jam sibuk pulang kerja.
Kronologi: Teguran Empati yang Disalahartikan
Kejadian bermula sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, korban yang sedang berada di area stasiun melihat pemandangan yang menyayat hati: seorang ibu tega melakukan kekerasan fisik terhadap buah hatinya. Didorong rasa kemanusiaan, personel TNI tersebut menghampiri dan memberikan teguran agar aksi kasar itu dihentikan.
Sayangnya, niat tulus tersebut disambut dengan emosi meledak oleh keluarga sang ibu, terutama sang suami, yang tidak terima ditegur di depan umum.
“Korban negur seorang ibu karena memukul anaknya. Karena tidak terima, lalu terjadilah pemukulan (ke korban),” kata Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi, Senin (27/4/2026).
Kondisi Korban: Luka Memar di Tubuh
Akibat pengeroyokan tersebut, prajurit aktif TNI AD ini mengalami cedera fisik. Luka memar dilaporkan membekas di beberapa bagian tubuh akibat serangan bertubi-tubi dari para pelaku. Pihak kepolisian pun mengonfirmasi status kedinasan korban yang saat itu tengah berada di ruang publik.
“Iya. Korban TNI AD pangkat peltu,” ujar AKP Made Budi singkat saat mengonfirmasi identitas korban.
Dua Pelaku Berhasil Diringkus, Suami Jadi Provokator Utama
Polres Metro Depok bergerak cepat menangani kasus ini. Berbekal analisis mendalam terhadap rekaman CCTV di area Stasiun Depok Baru, polisi berhasil mengidentifikasi keterlibatan tiga orang pelaku yang aktif melakukan kekerasan.
Hingga saat ini, dua orang telah dijebloskan ke sel tahanan. Salah satu yang diringkus adalah suami dari ibu tersebut, yang disebut-sebut sebagai aktor paling agresif dalam pengeroyokan ini.
“Sampai dengan saat ini itu kan dari hasil lidik dan CCTV itu diduga pelaku yang aktif melakukan pemukulan itu tiga orang. Tapi yang kita amankan sudah dua orang. Mudah-mudahan bisa tertangkap pelaku semuanya,” tutur Made Budi.
Terkait peran suami sang ibu, Made menambahkan, > “Iya dong (suami ibu tersebut turut diamankan) dia memang yang paling aktif untuk melukai korban.”
Satu Pelaku Masih Buron
Meski dua orang telah diamankan, kepolisian masih memburu satu orang lagi yang diduga turut serta dalam aksi anarkis tersebut. Polres Metro Depok menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini hingga seluruh pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










