bukamata.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, menegaskan komitmen DPRD bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat sektor pendidikan, serta memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian, khususnya di wilayah Indramayu dan Cirebon.
Dalam wawancara eksklusif, Ono menyebut tahun 2025 sebagai momentum penting dalam pelaksanaan program prioritas DPRD dan Pemprov Jabar.
“Sebagai anggota DPRD, kami memiliki tiga fungsi utama: anggaran, legislasi, dan pengawasan. Tahun ini kami fokus memastikan ketiganya berjalan optimal, terutama dalam pengalokasian anggaran yang pro-rakyat,” ujarnya.
Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas
Ono menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan, baik jalan provinsi maupun kabupaten, menjadi prioritas utama. Di wilayah Indramayu dan Cirebon, sejumlah ruas jalan sedang menjalani rekonstruksi, pengaspalan, hingga pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU).
“Di Cirebon, khususnya jalan yang berbatasan dengan Jawa Tengah, pembangunannya dilakukan langsung oleh Pemprov Jabar karena merupakan akses strategis antarprovinsi,” jelas Ono.
Ia menyebut, progres pembangunan jalan provinsi di kedua wilayah itu telah mencapai lebih dari 70 persen. Selain itu, Pemprov juga memfasilitasi pembangunan jalan desa dan jalan usaha tani melalui skema bantuan keuangan kepada kepala desa.
“Target kami jelas: tahun 2025 fokus pada jalan provinsi, 2026 menyasar jalan kabupaten dan desa, dan pada 2029 seluruh infrastruktur jalan di Jawa Barat ditargetkan tuntas,” tegasnya.
Pendidikan dan Kesehatan Tetap Jadi Perhatian
Selain infrastruktur, pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam APBD Jawa Barat. Ono menyebut alokasi anggaran pendidikan mencapai Rp11 triliun, menjadi yang tertinggi dibanding pos lainnya.
Di Indramayu dan Cirebon, pembangunan ruang kelas baru terus dilakukan, termasuk rehabilitasi satu sekolah yang terdampak bencana.
Sementara di bidang kesehatan, DPRD mendukung alih kelola Rumah Sakit Sentot Indramayu dari Pemkab ke Pemprov Jabar.
“Rumah sakit ini akan ditingkatkan statusnya menjadi RS provinsi, agar bisa melayani wilayah Indramayu, Subang, Cirebon, hingga Majalengka,” katanya.
Dorong Indramayu–Cirebon Jadi Lumbung Padi Nasional
Ono juga menyoroti pentingnya sektor pertanian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menegaskan dukungan penuh DPRD Jabar terhadap upaya menjadikan Indramayu sebagai lumbung padi nasional.
“Kami terus dorong Pemprov memperkuat sektor pertanian, terutama tanaman pangan seperti padi. Ini bukan hanya soal produksi, tapi juga soal ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi kunci akselerasi pertumbuhan ekonomi di sektor riil, termasuk perdagangan, perikanan, kelautan, dan industri kecil menengah (IKM).
APBD 2026: Lanjutkan Momentum Pembangunan
Menjelang pembahasan RAPBD Jawa Barat 2026, Ono memastikan DPRD akan menjaga agar anggaran dialokasikan secara tepat sasaran.
“Anggaran infrastruktur melalui Dinas PU Bina Marga mencapai Rp3,1 triliun. Namun yang terpenting adalah bagaimana program ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di akar rumput,” tutupnya.
Dengan sinergi kuat antara sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pertanian, Ono optimistis Jawa Barat akan terus melaju sebagai provinsi inklusif, produktif, dan berkeadilan hingga akhir periode pemerintahan 2029.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











