bukamata.id – Aksi pungutan parkir liar dengan tarif tidak wajar kembali merebak di berbagai pusat keramaian dan objek wisata di Kota Bandung.
Padahal, Pemerintah Kota Bandung belum lama ini membentuk Satgas Anti-Premanisme untuk menertibkan praktik tersebut. Sayangnya, keberadaan tim ini belum mampu membuat juru parkir liar (jukir liar) jera.
Kasus terbaru terjadi di sekitar kawasan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo), bahkan saat Wali Kota Bandung, M. Farhan, bersama Forkopimda sedang melakukan kunjungan di dalam area kebun binatang.
Ironisnya, oknum jukir liar tetap beroperasi dengan memungut uang parkir dari pengendara menggunakan tiket palsu yang mencatut nama Kebun Binatang Bandung.
Meski Pemkot Bandung telah mengerahkan Satgas Anti-Premanisme, kenyataannya parkir liar justru semakin menjamur di berbagai titik pusat keramaian. Bahkan, praktik ini kerap berlangsung di dekat posko pengamanan tanpa adanya tindakan tegas.
Untuk itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Asep Kuswara, mengimbau wisatawan agar tidak mengikuti arahan jukir liar yang mengajak parkir di lokasi tidak semestinya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah menempatkan petugas di area rawan parkir liar untuk mengatasi permasalahan ini.
Namun, lemahnya penindakan serta sanksi yang tidak tegas dari Pemkot Bandung diduga menjadi faktor utama maraknya kembali aksi jukir liar di kota ini.
Warga pun berharap ada tindakan yang lebih konkret untuk menertibkan praktik parkir liar yang merugikan masyarakat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











