Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Dapat Angin Segar Jelang Jamu Isenmulang FC, Teja Paku Alam Comeback?

Sabtu, 31 Oktober 2026 18:24 WIB

Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan

Sabtu, 31 Oktober 2026 18:21 WIB

Jatuhnya Sultan Andara! Kena Boikot Parah, Saham Ambruk, Raffi Ahmad Diambang Kehancuran?

Sabtu, 31 Oktober 2026 17:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Dapat Angin Segar Jelang Jamu Isenmulang FC, Teja Paku Alam Comeback?
  • Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan
  • Jatuhnya Sultan Andara! Kena Boikot Parah, Saham Ambruk, Raffi Ahmad Diambang Kehancuran?
  • Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis
  • Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November
  • Harry Kane Kalahkan Kylian Mbappe di Ballon d’Or 2026, Cuma Beda 28 Poin!
  • Hujan Turun Terus? Ini 5 Wisata Indoor di Bandung yang Bikin Liburan Tetap Asyik
  • Hanya Lemari Ini yang Utuh! Keajaiban Al-Qur’an Selamat dari Kebakaran Madrasah di Garut
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PB IDI Tekankan Regulasi Naturalisasi Dokter Asing Harus Ketat Dilakukan

By SusanaSelasa, 28 Mei 2024 14:17 WIB3 Mins Read
Ketua Umum PB IDI, Dokter Moh. Adib Khumaidi, SpOT. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) memberikan tanggapan terkait adanya wacana naturalisasi dokter asing di Indonesia.

Ketua Umum PB IDI, Dokter Moh. Adib Khumaidi, SpOT mengatakan, jika naturalisasi atau perpindahan dokter antar negara merupakan hal yang sangat lazim.

“Mobilisasi atau perpindahan dokter antar negara itu sebenarnya hal yang biasa dan lazim terjadi di seluruh dunia. Masyarakat ASEAN pun ini sudah menjadi pembahasan yang lama,” ucap Dokter Moh. Adib, Selasa (28/5/2024).

Mengenai hal ini, Dokter Adib pub mengakui jika pada dasarnya di semua negara kita tidak bisa menghindari keniscayaan bahwa akan ada dokter asing yang akan masuk.

Apalagi, di Indonesia sendiri masih memiliki permasalahan seperti distribusi dokter, jumlah penduduk masyarakat Indonesia, dan juga pendidikan kedokteran di Indonesia.

Baca Juga:  Dukungan Publik Kuat, PSSI Disebut Berhasil Bangun Ekosistem Naturalisasi

“Ada masalah juga di kita adalah distribusi dokter masih belum maksimal, kemudian banyaknya penduduk masyarakat Indonesia, dan pendidikan kedokteran di Indonesia belum semua tersertifikasi di Internasional,” katanya.

Terkait apakah PB IDI menerima atau menolak adanya naturalisasi dokter asing tersebut, Moh. Adib menjawab bahwa itu tergantung dari kepentingan warga negara Indonesia itu sendiri.

“Yang harus menjawab itu bukan kami sebagai Dokter Indonesia karena kalau kita bicara sebagai konteks Dokter Indonesia maka yang paling penting dari semua negara saya kira maka kepentingan kesehatan, kepentingan warga negara Indonesia, itu menjadi satu hal yang harus diutamakan,” tuturnya.

Baca Juga:  Gagal Rebut Juara Tiga Piala Asia, Warganet: Banyakin Naturalisasi Aja

Menurutnya, jika ada hal yang berkaitan sebuah kebijakan apakah itu benar bisa menjawab permasalahan kesehatan itu yang harus dijawab terlebih dahulu.

“Karena kalau tidak bisa menjawab permasalahan problem di dalam SDM dan bukan tidak mungkin nanti akan lebih menonjol kaitannya dengan market bisnis kesehatannya dan tidak memberikan dampak positif pada pelayanan ya tentunya ini sangat disayangkan,” jelasnya.

Untuk itu, ia mengingatkan pentingnya regulasi dalam menaturalisasi dokter asing di Indonesia karena jangan sampai nanti masyarakat Indonesia hanya dijadikan market pelayanan saja.

“Semua negara mempunyai regulasi internal terkait tenaga asing yang ini menjadi kesepakatan di tingkat ASIA untuk sama-sama ditaati atau upaya selektif dari setiap negara,” ungkapnya.

Baca Juga:  Profil Mees Hilgers, Bek Berharga RP120 Miliar Calon Pemain Timnas Indonesia

Di Indonesia sendiri, regulasi terkait tenaga kerja asing tertuang dalam UU No 17 Tahun 2003 Pasal 248:

Tenaga medis dan tenaga kesehatan warga negara asing lulusan luar negeri yang dapat melaksanakan praktik di Indonesia hanya berlaku untuk tenaga medis spesialis dan subspesialis serta tenaga kesehatan tingkat kompetensi tertentu setelah mengikuti evaluasi kompetensi.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut adanya nakes asing bisa membuat Indonesia naik kelas.

Ia menganalogikan dengan pemain naturalisasi di Timnas Indonesia yang membuat performanya meningkat. Menkes berharap, dengan adanya kompetisi akan meningkatkan kualitas kesehatan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

naturalisasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan

Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November

Hanya Lemari Ini yang Utuh! Keajaiban Al-Qur’an Selamat dari Kebakaran Madrasah di Garut

Hujan Deras Guyur Bandung: Dinding Sungai Cipaganti Jebol, 114 Warga Terdampak

Tarif Berdasarkan Durasi, Pengelola Situs Live Porno Rekrut Belasan Talent Sejak 2025

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.