bukamata.id – Program rekrutmen besar-besaran Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih tengah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Bukan sekadar pengabdian, daya tarik utama posisi ini terletak pada status mentereng sebagai pegawai BUMN melalui skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
Para manajer terpilih nantinya akan bernaung di bawah Agrinas Pangan Nusantara dengan masa kontrak selama dua tahun. Fokus utamanya jelas: mencetak pemimpin lokal yang andal melalui program pelatihan intensif agar mampu menggerakkan ekonomi desa secara mandiri.
Berapa Estimasi Pendapatannya?
Meskipun statusnya adalah pegawai BUMN, pemerintah tidak merilis angka tunggal untuk standar gaji PKWT di Kopdes Merah Putih. Nominal upah sangat fleksibel, menyesuaikan dengan tanggung jawab jabatan serta kebijakan korporasi masing-masing.
Sebagai referensi untuk melihat “standar” gaji di lingkaran BUMN, mari intip perbandingan di sektor lain:
| Sektor / Perusahaan | Posisi | Estimasi Gaji per Bulan |
|---|---|---|
| Energi (Pertamina) | Manajer | ± Rp22,5 Juta |
| Kelistrikan (PLN) | Manajer | Rp8,5 Juta – Rp25 Juta |
| Transportasi (KAI) | Senior Manager | Rp18 Juta – Rp30 Juta |
| Telekomunikasi (Telkom) | Senior Staff | Rp39 Juta – Rp43 Juta |
| Jalur Umum BUMN | Management Trainee | Rp7 Juta – Rp8 Juta |
| Melihat peta tersebut, penghasilan manajer Kopdes Merah Putih diprediksi akan bersaing di level manajerial menengah. Namun, faktor geografis dan kebijakan internal Agrinas akan menjadi penentu akhir besaran angka yang masuk ke rekening para pegawai. |
Misi Besar di Balik 30 Ribu Formasi
Langkah ini bukan sekadar strategi menyerap tenaga kerja. Pemerintah menaruh harapan besar pada 30.000 manajer yang akan disebar ke seluruh pelosok negeri guna memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui koperasi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari transformasi besar pembinaan koperasi di Indonesia.
“Sebanyak 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan direkrut. Nantinya mereka menjadi pegawai BUMN dengan skema PKWT di bawah Agrinas Pangan Nusantara,” ujar Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Dengan pendampingan yang tepat, para manajer ini diproyeksikan menjadi “lokomotif” yang membawa desa-desa di Indonesia menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Bagi para pencari kerja, ini adalah kombinasi langka antara jenjang karier BUMN dan kesempatan membangun negeri dari akar rumput.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










