Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pembangunan Halte BRT Cicadas Ganggu Arus Lalu Lintas, Petugas Bakal Disiagakan

Jumat, 11 September 2026 14:01 WIB

Bazmut Digelar di 30 Kecamatan, Omzet Tembus Rp2,2 Miliar

Jumat, 11 September 2026 13:29 WIB

KDM Minta Bobotoh Tak ke Jakarta, Ada Pesan Khusus Jelang Persib vs Persija

Jumat, 11 September 2026 12:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pembangunan Halte BRT Cicadas Ganggu Arus Lalu Lintas, Petugas Bakal Disiagakan
  • Bazmut Digelar di 30 Kecamatan, Omzet Tembus Rp2,2 Miliar
  • KDM Minta Bobotoh Tak ke Jakarta, Ada Pesan Khusus Jelang Persib vs Persija
  • Juicy Luicy Kembali Disorot, DM Lama Uan Mendadak Viral di Tengah Polemik Batam
  • Prediksi Persija vs Persib: Starting XI Maung Bandung Berubah, 2 Nama Ini Masuk
  • Abah Setu Minta Maaf Usai Viral, MUI Singgung Pernyataan soal Nabi Muhammad
  • Yudai Yamamoto Kembali Pimpin Persija vs Persib, Maung Bandung Punya Catatan Ini
  • Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 11 September 2026 Anjlok Lagi, Cek Rincian Lengkapnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 11 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pembangunan Halte BRT Cicadas Ganggu Arus Lalu Lintas, Petugas Bakal Disiagakan

By Mulki AlbarJumat, 11 September 2026 14:01 WIB3 Mins Read
Pembangunan halte BRT di Cicadas Bandung memicu kemacetan. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pembangunan halte Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan Cicadas, Kota Bandung, menuai keluhan masyarakat karena berdampak terhadap kelancaran lalu lintas. Pemerintah Kota Bandung mengakui sosialisasi terkait pembangunan tersebut masih belum maksimal.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kemacetan akibat pekerjaan konstruksi sebenarnya sudah diperkirakan sejak awal. Namun, Pemkot Bandung terus berkomunikasi dengan pihak terkait untuk meminimalkan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.

“Itu sudah diduga sebelumnya. Jadi saya sedang komunikasi bagaimana cara meminimalkan kemacetan supaya pengerjaannya tidak menimbulkan kemacetan,” kata Farhan saat diwawancarai di Lapangan Puter, Jumat (11/9/2026).

Menurut Farhan, pekerjaan pembangunan halte tersebut bersifat sementara. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pengerjaan di lokasi diperkirakan berlangsung paling lama sekitar dua minggu.

“Tapi kan ini hanya sementara saja. Pengerjaan akan cepat, menurut kabar itu paling lama selama dua minggu, setelah itu lancar, persis seperti yang di jalan Jakarta,” ujarnya.

Farhan menjelaskan, desain halte BRT yang berada di tengah jalan berbeda dengan sejumlah halte di Jakarta yang menggunakan jembatan penyeberangan orang (JPO).

Baca Juga:  Depo BRT Cicaheum Dibangun, Trayek Angkot Tak Akan Berubah

Menurutnya, kondisi jalan yang relatif sempit menjadi salah satu pertimbangan sehingga fasilitas JPO tidak dibangun di lokasi tersebut.

“Kenapa tidak dibikin JPO? Karena terlalu sempit kalau untuk JPO. Maka akhirnya dibikinlah jalan seperti itu,” jelas Farhan.

Meski demikian, Pemkot Bandung tetap akan memantau kondisi halte tersebut, terutama terkait keselamatan pengguna jalan dan akses bagi penyandang disabilitas.

“Kita akan amati terus, karena saya juga tidak mau sampai terjadi kecelakaan. Nah, ditambah lagi, tentu saja, dengan lantai yang tinggi, itu kan berarti akan ada kesulitan untuk disabilitas,” katanya.

Sosialisasi Pembangunan BRT Dinilai Masih Kurang

Selain kemacetan, Farhan mengakui masyarakat masih minim mendapatkan informasi mengenai teknis pembangunan BRT, termasuk dampak pekerjaan dan alternatif yang dapat digunakan selama proses konstruksi.

Karena itu, ia meminta pihak BRT melakukan sosialisasi secara lebih masif kepada masyarakat.

Baca Juga:  Depo BRT Cicaheum Dibangun, Trayek Angkot Tak Akan Berubah

“Betul. Itu sebabnya saya meminta kepada BRT melakukan sosialisasi lebih masif ke seluruh warga,” ujar Farhan.

Ia menilai pihak BRT merupakan pihak yang paling memahami teknis pembangunan sehingga memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan pekerjaan tersebut kepada masyarakat.

“Karena kan yang tahu teknis pengerjaan semuanya BRT. Kalau saya kan mewakili warga. Mewakili warga, tentu kita akan teriak terus, ‘Pak, ieu kumaha? Kenapa kita nggak dikasih tahu? Kenapa kita nggak diberi alternatif?’” tuturnya.

Farhan mengatakan, sosialisasi tidak hanya perlu ditujukan kepada pengguna jalan, tetapi juga kelompok masyarakat yang terdampak langsung, termasuk pengelola parkir dan pedagang.

“Ini yang kami lakukan terus untuk menekan BRT, memberikan sosialisasi yang lebih banyak, termasuk sosialisasi kepada parkir dan juga pedagang,” katanya.

Dishub Diminta Antisipasi Kemacetan

Untuk mengurangi dampak kemacetan selama pembangunan, Farhan menyebut Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung akan melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar titik pekerjaan.

Baca Juga:  Depo BRT Cicaheum Dibangun, Trayek Angkot Tak Akan Berubah

Menurutnya, kemacetan sulit sepenuhnya dihindari ketika terdapat pekerjaan konstruksi di badan jalan. Namun, pengaturan lalu lintas dapat dilakukan agar dampaknya tidak semakin besar.

“Ketika ada pekerjaan di pinggir jalan atau di tengah jalan, pasti macet,” kata Farhan.

Ia meminta pengaturan dilakukan sejak pagi hingga malam dengan menempatkan petugas di setiap titik yang membutuhkan pengawasan.

“Nah, maka pengaturan akan dilakukan sepagi mungkin sampai semalam mungkin. Akan ada petugas di setiap titik, harusnya nanti. Saya akan atur sedemikian rupa,” ujarnya.

Farhan juga memastikan pembangunan halte BRT on corridor tidak hanya berlangsung di Cicadas. Secara keseluruhan, terdapat 28 halte dalam koridor yang berada di tengah jalan.

Di tengah proses pembangunan tersebut, Pemkot Bandung terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Perhubungan dan Bappenas, untuk memastikan pembangunan tetap berjalan tanpa memberikan gangguan berlebihan terhadap aktivitas masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BRT Bandung BRT Cicadas halte BRT Bandung kemacetan Cicadas pembangunan halte BRT Cicadas
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bazmut Digelar di 30 Kecamatan, Omzet Tembus Rp2,2 Miliar

KDM Minta Bobotoh Tak ke Jakarta, Ada Pesan Khusus Jelang Persib vs Persija

Abah Setu Minta Maaf Usai Viral, MUI Singgung Pernyataan soal Nabi Muhammad

Jangan Salah! Ini Daftar Bansos yang Masih Disalurkan September 2026 dan Cara Ceknya

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

NIK KTP Jadi Kunci! Begini Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP

Pernyataan soal Nabi Muhammad Picu Kegaduhan, Abah Setu Akhirnya Minta Maaf

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Suara Mirip Bass Bergema dari Bandung Hingga Purwakarta, Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.