bukamata.id – Pemerintah Amerika Serikat resmi mengalami penutupan (shutdown) sejak Rabu (1/10/2025) tengah malam waktu setempat. Kejadian ini terjadi setelah Presiden Donald Trump dan Kongres gagal mencapai kesepakatan anggaran sebelum tenggat waktu, sehingga sekitar 750.000 pegawai federal terpaksa berhenti bekerja sementara. Beberapa kantor pemerintah bahkan terancam ditutup secara permanen.
Layanan publik penting, seperti pendidikan dan perlindungan lingkungan, diprediksi akan terganggu. Sementara itu, agenda deportasi tetap berjalan sesuai jadwal. Program kesehatan nasional, termasuk Medicare dan Medicaid, masih beroperasi, namun kemungkinan mengalami keterlambatan akibat kekurangan staf.
“Kami sebenarnya tidak ingin penutupan terjadi,” ujar Trump di Gedung Putih, dikutip dari The Korea Times. Meski demikian, pertemuan tertutup antara presiden dan pimpinan Kongres gagal menghasilkan kesepakatan.
Ini menjadi penutupan pemerintah ketiga selama masa pemerintahan Trump, menegaskan perbedaan pandangan yang tajam antara Partai Republik dan Demokrat soal anggaran federal. Kali ini, Partai Demokrat menolak rancangan anggaran karena menuntut pendanaan untuk subsidi kesehatan yang segera berakhir. Tanpa subsidi ini, biaya asuransi kesehatan diperkirakan melonjak tajam.
Belum ada tanda-tanda solusi untuk mengakhiri kebuntuan politik ini. Warga AS yang bergantung pada layanan pemerintah diprediksi akan merasakan dampak paling besar.
Dari sisi ekonomi, analis Goldman Sachs menyebut meski pasar biasanya relatif stabil saat terjadi shutdown, kondisi kali ini berbeda. Minimnya sinyal negosiasi membuat investor cemas. “Situasi saat ini sulit dibandingkan dengan contoh sebelumnya,” ujar pihak analis.
Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) telah meminta setiap lembaga pemerintah mempersiapkan pemotongan besar, termasuk kemungkinan pemecatan massal. Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintahan Trump untuk mengecilkan ukuran birokrasi federal.
Shutdown ini menimbulkan ketidakpastian luas, baik bagi pegawai pemerintah, warga yang mengandalkan layanan publik, maupun stabilitas ekonomi nasional.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











