Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral! Polisi Tegaskan Pemuda Panyileukan Bukan Begal, Tapi Pelajar Diduga Tawuran

Senin, 6 April 2026 12:10 WIB

Jadwal Padat Gila! Timnas Futsal Indonesia Hadapi 3 Laga Beruntun di AFF 2026

Senin, 6 April 2026 11:38 WIB

LKPJ Gubernur 2025, Komisi V DPRD Jabar Soroti OPD yang Lampaui Target!

Senin, 6 April 2026 11:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral! Polisi Tegaskan Pemuda Panyileukan Bukan Begal, Tapi Pelajar Diduga Tawuran
  • Jadwal Padat Gila! Timnas Futsal Indonesia Hadapi 3 Laga Beruntun di AFF 2026
  • LKPJ Gubernur 2025, Komisi V DPRD Jabar Soroti OPD yang Lampaui Target!
  • Persib Menang 2-0, Bojan Hodak Akui Awal Laga Paling Menegangkan!
  • Kena Mental Karena Dihujat, Cahaya Mutiara Minta Fauzan Tak Memojokkannya!
  • Siswa SDN Langensari Jadi ‘Tumbal’ Bobroknya Manajemen Aset Pemkab Bandung Barat
  • Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini 6 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Naik Tipis? Cek Detailnya!
  • Sinergi Kemanusiaan: Bos Koi Hartono Soekwanto dan Ali Syakieb Sulap Gubuk Saparudin Jadi Rumah Layak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 6 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemkot Tasikmalaya Targetkan Zero Stunting di Tahun 2024 

By Putri Mutia RahmanSabtu, 13 Januari 2024 19:49 WIB2 Mins Read
Stunting. (Foto: rsudmangusada)
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya, Jawa Barat, terus berusaha menurunkan angka dengan target zero di tahun 2024 stunting melalui program satu aparatur sipil negara (ASN) satu anak stunting di 69 kelurahan tersebar di 10 kecamatan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, mengatakan  gerakan yang dilakukan melalui program satu ASN satu anak tujuannya untuk menurunkan angka stunting yang masih tersisa dan semua unsur seperti Dinas Sosial, Keluarga Berencana (KB), Baznas, Babinsa, Polsek agnia dan Posyandu harus terlibat.

“Dalam mengentaskan angka stunting di Kota Tasikmalaya yang dilakukan melalui gerakan satu ASN satu anak stunting dan semua elemen masyarakat termasuk pemberian makan tambahan (PMT) yang diberikannya. Pemberian makanan pada anak harus berimbang seperti masak sayur sop, nasi, telur, daging, bubur kacang ijo, susu dan jeruk supaya berat badan bertambah serta tinggi badan juga meningkat,” jelasnya, Sabtu (13/1) dikutip dari Metro Tv News.

Ia juga mengatakan, angka stunting di wilayahnya mulai mengalami penurunan secara bertahap setelah dilakukan gerakan melalui program satu aparatur sipil negara (ASN) satu anak. Namun gerakan yang dilakukan harus ditangani supaya penanganan anak stunting kembali normal seperti biasa.

Baca Juga:  Bupati Bandung Minta ASN Jadi Orang Tua Angkat untuk Cegah Kenaikan Stunting

Berdasarkan data tahun lalu angka stunting mencapai 5.800 dan sekarang data terakhir 4.767 atau 10,75 persen dan tinggal 4,6 persen dituntaskan.

“Alhamdulillah, program one ASN one anak stunting di Kota Tasikmalaya sudah 691 anak dalam kondisi sudah normal seperti biasa tapi mereka tetap harus dibantu terutama dalam asupan gizi supaya tidak stunting lagi. Akan tetapi, untuk sisanya masih terus dilakukan agar mereka sembuh dari stunting dan paling utama tetap asupan gizi termasuk orang tuanya,” katanya.

Baca Juga:  Kota Bandung Kenalkan Stunting Lewat Gebyar Bandung Tangkas Tangkis Tengkes

Suryaningsih berharap, anak stunting di Tasikmalaya bisa normal kembali dengan adanya program satu ASN satu anak stunting. Meskipun beberapa anak masih terkendala dengan penyakit bawaan (komorbit).

“Mudah-mudahan tahun ini anak stunting bisa normal lagi dan bisa new zero di wilayah Kota Tasikmalaya. Akan tetapi, program satu ASN satu anak masih terdapat kendala terutama ketika anak balita stunting memiliki penyakit bawaan (komorbit) misalnya TB tapi mereka semuanya akan dituntaskan melalui gerakan satu ASN satu anak,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Beri Layanan KB Gratis untuk Cegah Stunting

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Cegah Stunting Pemkot Tasikmalaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral! Polisi Tegaskan Pemuda Panyileukan Bukan Begal, Tapi Pelajar Diduga Tawuran

LKPJ Gubernur 2025, Komisi V DPRD Jabar Soroti OPD yang Lampaui Target!

Siswa SDN Langensari Jadi ‘Tumbal’ Bobroknya Manajemen Aset Pemkab Bandung Barat

Sinergi Kemanusiaan: Bos Koi Hartono Soekwanto dan Ali Syakieb Sulap Gubuk Saparudin Jadi Rumah Layak

Geger Penemuan Jasad Pria Membusuk di Kamar Kos Sindangkasih Purwakarta

Suaranya Bikin Merinding! Siswa Kelas SD Baca UUD 1945 Tanpa Teks, Pejabat Belum Tentu Bisa

Terpopuler
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Terkuak Pemeran Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Bikin Heboh!
  • Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor
  • Misteri Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Terbongkar, Identitas Pemeran Masih Gelap
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.