Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sumedang Darurat Integritas: Kadishub Jadi Pesakitan, Bukti Mandulnya Inspektorat dan Sandiwara Pengawasan Daerah

Senin, 13 April 2026 09:00 WIB

Persib Bandung Menjauh! Kemenangan Atas Bali United Perlebar Jarak di Puncak Klasemen

Senin, 13 April 2026 08:04 WIB

Buruan Klaim! Kode Redeem FC Mobile Senin 13 April 2026: Update Pack Pemain Gratis dan Koin Melimpah

Senin, 13 April 2026 07:58 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sumedang Darurat Integritas: Kadishub Jadi Pesakitan, Bukti Mandulnya Inspektorat dan Sandiwara Pengawasan Daerah
  • Persib Bandung Menjauh! Kemenangan Atas Bali United Perlebar Jarak di Puncak Klasemen
  • Buruan Klaim! Kode Redeem FC Mobile Senin 13 April 2026: Update Pack Pemain Gratis dan Koin Melimpah
  • Banjir Hadiah! Kode Redeem FF Terbaru Senin 13 April 2026: Intip Cara Dapat Skin SG2 dan AUG Aurora Gratis
  • Terungkap! Di Balik Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Ada Ancaman Serius
  • One Minute Silence di GBLA, Penghormatan Terakhir untuk sang Jendral Rukandi
  • Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Bikin Heboh, Link Part 2 Ternyata Berbahaya
  • Drama 5 Gol di GBLA! Persib Tumbangkan Bali United, Tetap Kokoh di Puncak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 13 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemprov Jabar Minim Koordinasi, DPRD Ingatkan Keputusan Tanpa Komunikasi Bisa Rugikan Publik

By Aga GustianaRabu, 4 Februari 2026 06:35 WIB3 Mins Read
Rapat bersama DPRD Jabar dan Pemprov. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menegaskan pentingnya penguatan komunikasi dan koordinasi antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov) dalam setiap proses penyesuaian anggaran daerah.

Beasiswa untuk Siswa Kurang Mampu Jadi Sorotan

Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung, menyatakan bahwa belum tercantumnya program beasiswa bagi siswa kurang mampu di sekolah swasta sebagai pengganti Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) dalam APBD murni Tahun Anggaran 2026 menjadi perhatian serius Komisi V yang membidangi pendidikan.

Menurut Yomanius, komunikasi sejak awal sangat penting agar setiap keputusan anggaran dapat dibahas bersama dan dipahami secara transparan oleh DPRD dan Pemprov.

“Saya melihat komunikasi kurang. Padahal kalau komunikasi sejak awal, kita akan ikut sama-sama bahas, mengambil keputusan bersama. Karena Perda APBD itu diputuskan bersama. Jangan sampai kemudian DPRD merasa kok Perdanya tetap, tapi jeroannya udah enggak karuan,” ujar Yomanius di Kota Bandung, Senin (2/2/2026).

Baca Juga:  DPRD Jabar Dukung Farhan Tolak Usulan Dedi Mulyadi Bongkar Teras Cihampelas

Pergeseran Anggaran Harus Tetap Mengedepankan Etika

Meski regulasi memungkinkan pergeseran anggaran tanpa persetujuan DPRD, Yomanius menekankan bahwa prinsip pemerintahan yang baik harus tetap mengutamakan kemitraan antar lembaga.

“Gusar-geser, gusar-geser, gak jelas. Karena itu tidak melulu aspek adanya regulasi yang membenarkan itu, tetapi bagaimana kemudian terjadinya perubahan, pergeseran, penghilangan itu dibahas bersama sebagai semangat kemitraan. Kan pemerintahan provinsi itu adalah DPRD dan gubernur, bukan hanya gubernur, bukan hanya DPRD. Semangat kemitraan itu yang gak muncul, kurang maksimal,” ucapnya.

DPRD dan Pemprov Jabar menurut Yomanius merupakan satu kesatuan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, sehingga setiap kebijakan harus bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Memahami Tantangan Fiskal Pemprov Jabar

Yomanius mengakui kondisi fiskal Pemprov Jabar sedang menghadapi sejumlah tantangan, antara lain tekanan keuangan daerah, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum tercapai, dan penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat.

Baca Juga:  Sekolah Maung Dedi Mulyadi: DPRD Jabar Masih Bingung, Minta Penjelasan Lengkap

Namun, ia menekankan bahwa yang paling penting adalah mekanisme komunikasi yang kuat antara DPRD dan pemerintah daerah, agar perubahan kebijakan dapat disampaikan secara terbuka.

“Substansi permasalahannya saya pikir sudah rasional. Hanya kita terkaget-kaget, karena perubahan-perubahan itu tidak diajak ngobrol. Padahal keputusan Perda itu keputusan bersama,” katanya.

Dampak pada Program Pendidikan dan Masyarakat

Yomanius menyoroti dampak komunikasi yang kurang terhadap penyampaian informasi ke masyarakat, khususnya program pendidikan yang sebelumnya diumumkan berdasarkan keputusan bersama DPRD dan Pemprov.

“Terkait dengan beasiswa, terkait dengan beasiswa anak miskin, terkait dengan RKB, terkait dengan USB. Yang kemudian kita sampaikan berdasarkan keputusan bersama. Ternyata apa yang kita sampaikan prank. Nge-prank-nya ke konstituen. Dianggap bohong. Nah, kita gak mau dong. Kita juga harus menjaga integritas,” ungkapnya.

Baca Juga:  DPRD Jabar: Bantuan Pendidikan Dialihkan Jadi Beasiswa Siswa, Prioritas untuk Keluarga Miskin

Sebagai langkah tindak lanjut, Komisi V DPRD Jabar menggelar rapat kerja dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jabar untuk memperoleh kejelasan mengenai kelanjutan program beasiswa bagi siswa SMA dan SMK swasta dari keluarga kurang mampu.

“Karena itulah kemudian kita melakukan rapat komisi, untuk mendapatkan informasi sejelas-jelasnya. Ini tuh kumaha bisa kejadian. Gitu,” ucap Yomanius.

Hasil koordinasi menunjukkan bahwa program beasiswa pengganti BPMU belum tercantum dalam APBD murni 2026.

Harapan DPRD untuk Proses Anggaran ke Depan

DPRD Jabar berharap proses perencanaan dan penyesuaian anggaran ke depan bisa berjalan lebih komunikatif, transparan, dan kolaboratif, sehingga kebijakan yang dihasilkan tetap mendukung peningkatan layanan pendidikan bagi masyarakat Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBD 2026 beasiswa siswa miskin DPRD Jawa Barat Komisi V Pendidikan Jabar Yomanius Untung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sumedang Darurat Integritas: Kadishub Jadi Pesakitan, Bukti Mandulnya Inspektorat dan Sandiwara Pengawasan Daerah

Tuntut Keadilan, Advokat Desak Kejari Bongkar Tuntas Skandal Proyek Ambulans RSUD Subang

Di Balik Jabatan Ketua DPRD Gowa: Usia 25 Tahun, Harta 5 Miliar, Tapi Public Speaking Disorot?

Gedung Sate dan Gasibu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terpadu Ikonik Jawa Barat

Dikasih Kebun Sawit Malah Ngelunjak! Istri Bongkar Borok Suami: Diduga Selingkuh dan Gadein Surat Tanah Keluarga!

Aksi Senyap 20 Tahun Terhenti! Polisi Tangkap ‘Ki Bedil’, Perakit Senjata Ilegal Kelas Atas

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.