Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
pembunuhan

Dini Hari Mencekam di Bogor! Wanita Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Pinggir Jalan

Minggu, 24 Mei 2026 21:53 WIB

Bos Koi Rayakan Ultah Pakai Tuna Raksasa 88 Kg, Simbol Infinity Pemikat Rezeki

Minggu, 24 Mei 2026 21:34 WIB

Video TKW Taiwan 3 vs 1 Bikin Netizen Heboh, Link Telegram Jadi Buruan

Minggu, 24 Mei 2026 21:15 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dini Hari Mencekam di Bogor! Wanita Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Pinggir Jalan
  • Bos Koi Rayakan Ultah Pakai Tuna Raksasa 88 Kg, Simbol Infinity Pemikat Rezeki
  • Video TKW Taiwan 3 vs 1 Bikin Netizen Heboh, Link Telegram Jadi Buruan
  • Geger! Pria 21 Tahun Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Alun-alun Ujungberung
  • Teja Paku Alam Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan, Persib Makin GILA di Liga 2026!
  • Debat Panas Netizen Soal Prinsip Kerja Chef Juna: Profesional atau Kurang Empati?
  • Laku Keras! Motor Listrik Indomobil Terjual Puluhan Ribu Unit, Model Ini Paling Diburu Warga Jabar!
  • Liburan ke Garut? Ini 4 Tempat Wisata Alam Swiss Van Java
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 24 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Penarikan Motor yang Berujung Maut: Kronologi Lengkap Kericuhan Kalibata

By Aga GustianaSabtu, 13 Desember 2025 08:40 WIB4 Mins Read
Kericuhan di Kalibata. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sore itu, Kamis, 11 Desember 2025, kawasan Kalibata Raya, Jakarta Selatan, masih tampak seperti biasanya. Arus kendaraan melintas di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, pedagang kaki lima berjajar di tepi jalan, dan warga beraktivitas menjelang petang. Namun suasana berubah drastis sekitar pukul 15.30 WIB. Di depan TMP Kalibata, dua pria tergeletak bersimbah darah. Keduanya diketahui merupakan mata elang—atau yang kerap disebut matel—agen lapangan penagih utang kendaraan bermotor.

Peristiwa itulah yang kemudian memicu rangkaian kekerasan, kericuhan, hingga pembakaran fasilitas warga yang berlangsung berjam-jam dan berujung pada tewasnya dua orang.

Kepolisian Republik Indonesia membeberkan hasil pengusutan awal kasus tersebut dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 12 Desember 2025. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan laporan masyarakat, temuan di lapangan, serta hasil olah tempat kejadian perkara.

Menurut Trunoyudo, peristiwa bermula dari laporan yang masuk ke layanan darurat 110 Polri. Polsek Pancoran menerima laporan dugaan penganiayaan terhadap dua pria di area parkir depan TMP Kalibata sekitar pukul 15.45 WIB. Laporan itu menyebutkan adanya kekerasan yang mengakibatkan korban tergeletak di lokasi.

“Polsek Pancoran menerima laporan adanya dugaan penganiayaan terhadap dua pria di area parkir depan TMP Kalibata sekitar pukul 16.00 WIB,” kata Trunoyudo.

Baca Juga:  Enam Pelaku Berhasil Diamankan Kepolisian, Pengeroyokan di Ciparay Kabupaten Bandung Diduga Karena Cemburu

Mendapat laporan tersebut, personel kepolisian segera bergerak menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat, polisi menemukan dua korban dalam kondisi mengenaskan. Salah satu korban telah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya mengalami luka berat.

“Kedua korban ditemukan dalam kondisi terluka. Saat itu juga, satu korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian,” ujar Trunoyudo.

Korban yang masih hidup kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Budhi Asih untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun nyawanya tak tertolong. Beberapa saat kemudian, korban tersebut dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis.

“Dan satu korban lainnya mengalami luka serius dan kemudian meninggal dunia di Rumah Sakit Budhi Asih,” tambahnya.

Belakangan diketahui, kedua korban berinisial MET dan NAT. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun kepolisian, keduanya tengah menjalankan tugas penarikan sepeda motor dari seseorang yang diduga menunggak pembayaran. Saat proses penarikan berlangsung, situasi mendadak berubah. Dari sebuah mobil, beberapa orang turun dan langsung melakukan pengeroyokan terhadap kedua matel tersebut. Aksi kekerasan itu berlangsung singkat namun brutal, hingga membuat korban terkapar tak berdaya.

Kematian dua matel itu rupanya tidak berhenti sebagai kasus kriminal biasa. Menjelang malam, situasi di sekitar TMP Kalibata justru semakin memanas. Sekitar pukul 19.00 WIB, sekelompok massa mulai berdatangan ke lokasi kejadian. Kedatangan mereka diduga sebagai reaksi atas peristiwa pengeroyokan yang menewaskan dua orang tersebut.

Baca Juga:  Viral Pengeroyokan di Jalur Alternatif Bogor, Kasus Berujung Musyawarah

Massa kemudian melakukan aksi perusakan di sekitar tempat kejadian perkara. Beberapa kendaraan dirusak, lapak pedagang menjadi sasaran amuk, dan situasi dengan cepat berubah menjadi kericuhan terbuka. Api mulai terlihat di beberapa titik. Lapak pedagang dan kendaraan di sekitar TMP Kalibata hangus terbakar.

“Selain penganiayaan, terjadi pula pembakaran fasilitas warga berupa kios dan kendaraan di sekitar lokasi kejadian,” kata Trunoyudo.

Polisi berupaya meredam situasi dengan melakukan penjagaan dan pengamanan. Sekitar pukul 20.30 WIB, kondisi sempat berangsur kondusif. Aparat kepolisian bersiaga di sejumlah titik untuk mencegah kerusuhan meluas ke wilayah lain.

Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama. Sekitar pukul 22.00 WIB, massa kembali mendatangi lokasi dan bertahan di sekitar TMP Kalibata. Situasi kembali tegang. Polisi memperketat penjagaan karena kondisi dinilai mulai tidak kondusif.

Puncak kericuhan kembali terjadi menjelang tengah malam. Sekitar pukul 23.30 WIB, massa lain datang dari arah Rumah Sakit Budhi Asih. Jumlah massa yang bertambah membuat situasi semakin sulit dikendalikan. Sebuah mobil kembali dibakar, memicu kepanikan warga sekitar.

Tak lama berselang, api merembet ke ruko-ruko di sekitar lokasi. Sekitar pukul 23.45 WIB, kebakaran meluas. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api dan mencegah kobaran menyebar lebih jauh ke permukiman warga.

Baca Juga:  Gary Iskak Meninggal Dunia Setelah Kendaraannya Menabrak Pohon di Bintaro

Kericuhan baru benar-benar mereda pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.17 WIB. Aparat kepolisian melakukan penyekatan dan pengamanan ketat hingga massa benar-benar membubarkan diri. Jalan Kalibata Raya yang sebelumnya dipenuhi asap, puing-puing, dan sisa pembakaran, perlahan kembali lengang.

Dalam penanganan kasus ini, Polda Metro Jaya memberikan atensi serius. Selain melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti, kepolisian juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

“Kami sama-sama prihatin dan berempati terhadap korban,” ujar Trunoyudo.

Polri memfasilitasi proses evakuasi korban, mulai dari penanganan medis di RS Budhi Asih, proses visum, hingga pengurusan jenazah di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Kepolisian juga membantu pemulangan jenazah kepada keluarga masing-masing korban.

Hingga kini, kasus pengeroyokan yang menewaskan dua mata elang tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Polisi masih mendalami identitas para pelaku pengeroyokan maupun pihak-pihak yang terlibat dalam aksi perusakan dan pembakaran. Belum ada tersangka yang ditetapkan.

Peristiwa di Kalibata ini kembali menyoroti praktik penarikan kendaraan di lapangan yang kerap memicu konflik, sekaligus memperlihatkan bagaimana satu tindak kekerasan dapat menjalar menjadi kerusuhan massal. Di balik puing-puing kios yang hangus dan kendaraan yang terbakar, dua nyawa melayang, meninggalkan duka bagi keluarga dan pekerjaan rumah besar bagi aparat penegak hukum.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Jakarta Selatan Kericuhan Kalibata Mata Elang pengeroyokan Polda Metro Jaya TMP Kalibata
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

pembunuhan

Dini Hari Mencekam di Bogor! Wanita Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Pinggir Jalan

Bos Koi Rayakan Ultah Pakai Tuna Raksasa 88 Kg, Simbol Infinity Pemikat Rezeki

Geger! Pria 21 Tahun Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Alun-alun Ujungberung

Laku Keras! Motor Listrik Indomobil Terjual Puluhan Ribu Unit, Model Ini Paling Diburu Warga Jabar!

Cetak Sejarah Hattrick Juara, Persib Bandung Dapat Bonus Rp1 Miliar dari Dedi Mulyadi

Lautan Massa di Bandung! Sejumlah Bobotoh Pingsan saat Rayakan Persib Juara

Terpopuler
  • Link Video Viral TKW Taiwan 3 vs 1 yang Bikin Penasaran Hingga Banyak Ramai Diburu Netizen
  • Diduga Hina Bos Persib Umuh Muchtar, Pemilik Akun Facebook Ini Diburu Netizen!
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
  • Link ‘Guru Bahasa Inggris Viral’ Ramai Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Phishing dan Malware
  • Bikin Penasaran! Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.