Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Waspada Ledakan Kuda Hitam! Tren Positif Isenmulang Kalteng FC Ancam Dominasi Persib Bandung

Sabtu, 31 Oktober 2026 06:56 WIB
Bansos

Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4

Sabtu, 31 Oktober 2026 05:00 WIB

Wajib Mampir! 5 Tempat Makan di Bandung yang Selalu Diburu Wisatawan Luar Kota

Sabtu, 31 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Waspada Ledakan Kuda Hitam! Tren Positif Isenmulang Kalteng FC Ancam Dominasi Persib Bandung
  • Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4
  • Wajib Mampir! 5 Tempat Makan di Bandung yang Selalu Diburu Wisatawan Luar Kota
  • Bansos Tahap 4 Belum Cair? Cek Dulu Status Verifikasi Rekening KKS Anda
  • Ajak Si Kecil ke Sini, 5 Kafe Ramah Anak di Bandung Ini Punya Area Bermain Seru
  • Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Cair? Cek Status Penerima Lewat HP di Sini
  • Nyaris Hattrick! Bung Ropan Puji Ketajaman Balsa Sekulic Saat Persib Tumbangkan Melbourne Victory
  • Gaji Pensiunan PNS Naik? Ini Penjelasan Resmi Taspen Jelang Pencairan November 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Penarikan Motor yang Berujung Maut: Kronologi Lengkap Kericuhan Kalibata

By Aga GustianaSabtu, 13 Desember 2025 08:40 WIB4 Mins Read
Kericuhan di Kalibata. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sore itu, Kamis, 11 Desember 2025, kawasan Kalibata Raya, Jakarta Selatan, masih tampak seperti biasanya. Arus kendaraan melintas di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, pedagang kaki lima berjajar di tepi jalan, dan warga beraktivitas menjelang petang. Namun suasana berubah drastis sekitar pukul 15.30 WIB. Di depan TMP Kalibata, dua pria tergeletak bersimbah darah. Keduanya diketahui merupakan mata elang—atau yang kerap disebut matel—agen lapangan penagih utang kendaraan bermotor.

Peristiwa itulah yang kemudian memicu rangkaian kekerasan, kericuhan, hingga pembakaran fasilitas warga yang berlangsung berjam-jam dan berujung pada tewasnya dua orang.

Kepolisian Republik Indonesia membeberkan hasil pengusutan awal kasus tersebut dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 12 Desember 2025. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan laporan masyarakat, temuan di lapangan, serta hasil olah tempat kejadian perkara.

Menurut Trunoyudo, peristiwa bermula dari laporan yang masuk ke layanan darurat 110 Polri. Polsek Pancoran menerima laporan dugaan penganiayaan terhadap dua pria di area parkir depan TMP Kalibata sekitar pukul 15.45 WIB. Laporan itu menyebutkan adanya kekerasan yang mengakibatkan korban tergeletak di lokasi.

“Polsek Pancoran menerima laporan adanya dugaan penganiayaan terhadap dua pria di area parkir depan TMP Kalibata sekitar pukul 16.00 WIB,” kata Trunoyudo.

Baca Juga:  Kapolrestabes Semarang Turut Diperiksa dalam Dugaan Kasus Pemerasan Mentan oleh KPK

Mendapat laporan tersebut, personel kepolisian segera bergerak menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat, polisi menemukan dua korban dalam kondisi mengenaskan. Salah satu korban telah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya mengalami luka berat.

“Kedua korban ditemukan dalam kondisi terluka. Saat itu juga, satu korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian,” ujar Trunoyudo.

Korban yang masih hidup kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Budhi Asih untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun nyawanya tak tertolong. Beberapa saat kemudian, korban tersebut dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis.

“Dan satu korban lainnya mengalami luka serius dan kemudian meninggal dunia di Rumah Sakit Budhi Asih,” tambahnya.

Belakangan diketahui, kedua korban berinisial MET dan NAT. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun kepolisian, keduanya tengah menjalankan tugas penarikan sepeda motor dari seseorang yang diduga menunggak pembayaran. Saat proses penarikan berlangsung, situasi mendadak berubah. Dari sebuah mobil, beberapa orang turun dan langsung melakukan pengeroyokan terhadap kedua matel tersebut. Aksi kekerasan itu berlangsung singkat namun brutal, hingga membuat korban terkapar tak berdaya.

Kematian dua matel itu rupanya tidak berhenti sebagai kasus kriminal biasa. Menjelang malam, situasi di sekitar TMP Kalibata justru semakin memanas. Sekitar pukul 19.00 WIB, sekelompok massa mulai berdatangan ke lokasi kejadian. Kedatangan mereka diduga sebagai reaksi atas peristiwa pengeroyokan yang menewaskan dua orang tersebut.

Baca Juga:  Cabut Laporan Insanul Fahmi, Inara Rusli Ingin Damai dengan Wardatina Mawa

Massa kemudian melakukan aksi perusakan di sekitar tempat kejadian perkara. Beberapa kendaraan dirusak, lapak pedagang menjadi sasaran amuk, dan situasi dengan cepat berubah menjadi kericuhan terbuka. Api mulai terlihat di beberapa titik. Lapak pedagang dan kendaraan di sekitar TMP Kalibata hangus terbakar.

“Selain penganiayaan, terjadi pula pembakaran fasilitas warga berupa kios dan kendaraan di sekitar lokasi kejadian,” kata Trunoyudo.

Polisi berupaya meredam situasi dengan melakukan penjagaan dan pengamanan. Sekitar pukul 20.30 WIB, kondisi sempat berangsur kondusif. Aparat kepolisian bersiaga di sejumlah titik untuk mencegah kerusuhan meluas ke wilayah lain.

Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama. Sekitar pukul 22.00 WIB, massa kembali mendatangi lokasi dan bertahan di sekitar TMP Kalibata. Situasi kembali tegang. Polisi memperketat penjagaan karena kondisi dinilai mulai tidak kondusif.

Puncak kericuhan kembali terjadi menjelang tengah malam. Sekitar pukul 23.30 WIB, massa lain datang dari arah Rumah Sakit Budhi Asih. Jumlah massa yang bertambah membuat situasi semakin sulit dikendalikan. Sebuah mobil kembali dibakar, memicu kepanikan warga sekitar.

Tak lama berselang, api merembet ke ruko-ruko di sekitar lokasi. Sekitar pukul 23.45 WIB, kebakaran meluas. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api dan mencegah kobaran menyebar lebih jauh ke permukiman warga.

Baca Juga:  Viral Pengeroyokan di Jalur Alternatif Bogor, Kasus Berujung Musyawarah

Kericuhan baru benar-benar mereda pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.17 WIB. Aparat kepolisian melakukan penyekatan dan pengamanan ketat hingga massa benar-benar membubarkan diri. Jalan Kalibata Raya yang sebelumnya dipenuhi asap, puing-puing, dan sisa pembakaran, perlahan kembali lengang.

Dalam penanganan kasus ini, Polda Metro Jaya memberikan atensi serius. Selain melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti, kepolisian juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

“Kami sama-sama prihatin dan berempati terhadap korban,” ujar Trunoyudo.

Polri memfasilitasi proses evakuasi korban, mulai dari penanganan medis di RS Budhi Asih, proses visum, hingga pengurusan jenazah di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Kepolisian juga membantu pemulangan jenazah kepada keluarga masing-masing korban.

Hingga kini, kasus pengeroyokan yang menewaskan dua mata elang tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Polisi masih mendalami identitas para pelaku pengeroyokan maupun pihak-pihak yang terlibat dalam aksi perusakan dan pembakaran. Belum ada tersangka yang ditetapkan.

Peristiwa di Kalibata ini kembali menyoroti praktik penarikan kendaraan di lapangan yang kerap memicu konflik, sekaligus memperlihatkan bagaimana satu tindak kekerasan dapat menjalar menjadi kerusuhan massal. Di balik puing-puing kios yang hangus dan kendaraan yang terbakar, dua nyawa melayang, meninggalkan duka bagi keluarga dan pekerjaan rumah besar bagi aparat penegak hukum.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

pengeroyokan Polda Metro Jaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4

Bansos Tahap 4 Belum Cair? Cek Dulu Status Verifikasi Rekening KKS Anda

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Cair? Cek Status Penerima Lewat HP di Sini

Gaji Pensiunan PNS Naik? Ini Penjelasan Resmi Taspen Jelang Pencairan November 2026

Longsor 20 Meter Terjang Perumahan Buana Flamingo Cimahi, 4 Rumah Rusak Berat

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kabar Gembira! Data Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Sudah Diperbarui, Cair November 2026?

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.