Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Demi Redam Perang Tarif, Indonesia ‘Terpaksa’ Belanja Migas AS Rp253 Triliun?

Jumat, 20 Februari 2026 17:17 WIB

Misi Balas Dendam Maung Bandung: Menanti Duel Panas Persib vs Persita di GBLA!

Jumat, 20 Februari 2026 17:04 WIB

Adzan Maghrib Bandung Hari Ini 20 Februari 2026, Catat Waktu Buka Puasa!

Jumat, 20 Februari 2026 17:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Demi Redam Perang Tarif, Indonesia ‘Terpaksa’ Belanja Migas AS Rp253 Triliun?
  • Misi Balas Dendam Maung Bandung: Menanti Duel Panas Persib vs Persita di GBLA!
  • Adzan Maghrib Bandung Hari Ini 20 Februari 2026, Catat Waktu Buka Puasa!
  • Jadwal Buka Puasa DKI Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026 Lengkap dengan Waktu Salat
  • Benarkah Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor? Ini Faktanya
  • Melihat Langsung ‘War’ Tarawih di Masjid Milik Said Abdullah, Nyata atau Settingan?
  • Lineup Rahasia Persib vs Persita: Siapa Starter Pekan 22 Super League?
  • Tidur Setelah Sahur? Waspadai 5 Risiko Kesehatan Ini Selama Puasa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pendapatan-Belanja Jabar Anjlok, Dedi Mulyadi Didesak Tinggalkan Pola One Man Show!

By Aga GustianaRabu, 9 Juli 2025 22:08 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (Demul). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, angkat bicara terkait tren penurunan pendapatan dan belanja daerah yang menjadi sorotan publik. Ia menilai kondisi tersebut sebagai sinyal peringatan serius bagi pemerintahan Gubernur Dedi Mulyadi.

Data terbaru dari Direktorat Jenderal Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri menunjukkan bahwa realisasi pendapatan APBD Jawa Barat hingga semester pertama 2025 hanya mencapai 41,2%. Angka ini tertinggal dari Daerah Istimewa Yogyakarta (45,7%) dan Nusa Tenggara Barat (47,1%). Sementara itu, realisasi belanja daerah juga belum optimal, baru menyentuh 37,8%.

“Kami sebagai unsur legislatif tentu sangat prihatin. Ini harus menjadi alarm. Jawa Barat adalah provinsi dengan potensi ekonomi terbesar kedua nasional, tapi justru tertinggal dalam kinerja keuangan daerah,” tegas Ono Surono dalam keterangannya, Rabu (9/7/2025).

Baca Juga:  Tangis Kabid Dishub Bogor Usai Isu Pemotongan Kompensasi Sopir Angkot Puncak

Bukan Sekadar Angka

Menurut Ono, rendahnya serapan anggaran tidak hanya mencerminkan persoalan administrasi fiskal, melainkan juga berdampak langsung pada berbagai sektor vital.

“Kita perlu jujur melihat fakta. Ini bukan sekadar urusan anggaran, tapi menyangkut pelayanan publik, pengurangan pengangguran, pembangunan infrastruktur, dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya menambahkan.

Kepemimpinan Kolaboratif Diperlukan

Dalam pernyataannya, Ono juga memberikan masukan langsung kepada Gubernur Dedi Mulyadi untuk tidak menjalankan pemerintahan secara sentralistik. Ia mendorong gaya kepemimpinan yang lebih kolaboratif dan terbuka terhadap partisipasi berbagai elemen.

Baca Juga:  Potensi Defisit APBD Jabar Rp4,3 Triliun, DPRD Soroti Ambisi Belanja vs Realitas Pendapatan

“Era saat ini menuntut kepemimpinan berbasis teamwork, bukan one man show. Kapasitas Gubernur tidak diragukan, tetapi harus dibarengi dengan pelibatan OPD, wakil gubernur, mitra DPRD, dan stakeholder lainnya secara intensif,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Ia juga menekankan pentingnya sistem perencanaan dan pengawasan yang kuat, dengan memperluas ruang partisipasi publik serta mengaktifkan peran teknokrat di lingkungan birokrasi.

DPRD Siap Jadi Mitra Konstruktif

Ono menegaskan bahwa kritik yang disampaikan DPRD bukan dalam rangka menyerang, tetapi bagian dari fungsi pengawasan demi perbaikan tata kelola pemerintahan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tantang Kepala Daerah se-Jabar Tolak Mobil Dinas Baru Selama Sekolah Masih jelek

“Kami siap mendukung jika ada langkah korektif. DPRD bukan lawan, tapi mitra konstitusional Gubernur. Namun kami juga tidak bisa tinggal diam bila tren ini dibiarkan tanpa koreksi,” tegasnya.

Ia pun berharap agar Gubernur segera merumuskan strategi baru dalam Refocusing Anggaran Semester Kedua, serta memperbaiki kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) dan hubungan kerja dengan DPRD.

“Rakyat Jawa Barat menaruh harapan besar. Kita semua bertanggung jawab menjawabnya dengan kerja, data, dan kebijakan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anggaran daerah APBD Jabar 2025 Dedi Mulyadi DPRD Jabar Fiskal Jabar Kinerja Pemerintah Daerah pendapatan daerah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Demi Redam Perang Tarif, Indonesia ‘Terpaksa’ Belanja Migas AS Rp253 Triliun?

Adzan Maghrib Bandung Hari Ini 20 Februari 2026, Catat Waktu Buka Puasa!

Jadwal Pencairan THR CPNS 2026, Siap-siap Terima di Minggu Pertama Puasa

Bunuh Diri di Pohon Kampus Unpad, Polisi Pastikan Korban Bukan Mahasiswa

Geger! Jasad Pria Ditemukan di Arboretum Unpad Jatinangor, Kondisinya Sudah Membusuk

THR

Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.