Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Video Viral Bandar Batang Bergetar Terungkap! Pemeran Dijanjikan Rp250 Juta

Kamis, 30 April 2026 21:28 WIB

Mental Juara! Persib Bandung Ngamuk, Comeback Fantastis Bungkam Bhayangkara FC 4-2

Kamis, 30 April 2026 21:10 WIB

Eksodus Bintang Persib Dimulai? Alfeandra Dewangga Dirumorkan Merapat ke Bali United Musim Depan

Kamis, 30 April 2026 21:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Video Viral Bandar Batang Bergetar Terungkap! Pemeran Dijanjikan Rp250 Juta
  • Mental Juara! Persib Bandung Ngamuk, Comeback Fantastis Bungkam Bhayangkara FC 4-2
  • Eksodus Bintang Persib Dimulai? Alfeandra Dewangga Dirumorkan Merapat ke Bali United Musim Depan
  • Awas Jebakan! Link Video Viral Tasya Gym Bandar Batang Ternyata Pintu Masuk Hacker?
  • ASN Wajib Tahu! Salah Terima Gaji ke-13 Bisa Jadi Utang Negara
  • Tinggal 30 Langkah Lagi! Cristiano Ronaldo Menuju Rekor 1.000 Gol Dunia
  • Link Video Tasya Gym Bandar Batang 15 Menit Diburu, Ternyata Banyak yang Palsu
  • Bhayangkara Unggul 2-1, Persib Kejar Lewat Gol Injury Time
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ditinggal NTB dan Yogyakarta, Pendapatan-Belanja Jabar Merosot di Era Dedi Mulyadi

By Aga GustianaRabu, 9 Juli 2025 09:20 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (Demul). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Capaian kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan penurunan pada pertengahan tahun 2025. Di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia itu kini tergeser ke peringkat ketiga dalam realisasi pendapatan dan belanja daerah nasional.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Senin (7/7/2025) dan disiarkan melalui kanal YouTube resmi Kemendagri. Dalam kesempatan itu, Tito menyebut bahwa Jawa Barat yang sebelumnya konsisten berada di puncak, kini harus mengakui keunggulan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Dulu Jawa Barat nomor satu, sekarang Kang Dedi Mulyadi (KDM) kalah sama Ngarso Dalem Sri Sultan. Dan Pak Lalu Iqbal dari NTB sekarang di atas Jawa Barat,” ungkap Tito dikutip Rabu (9/7/2025).

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, Jawa Barat mencatatkan realisasi pendapatan sebesar 44,72 persen dan belanja 38,79 persen per Juni 2025. Angka ini masih tergolong tinggi, namun tak mampu mempertahankan posisi teratas yang sebelumnya menjadi langganan Jabar dalam pengelolaan anggaran.

Baca Juga:  Bey Machmudin Harapkan WJEF 2024 Jadikan Jabar Pionir Penggunaan EBT Berkelanjutan

Sebagai perbandingan, Yogyakarta kini memimpin nasional dengan pendapatan 57,43 persen dan serapan belanja mencapai 41,92 persen. Sementara NTB berhasil menyalip Jabar di posisi kedua, dengan pendapatan 46,26 persen dan belanja 38,99 persen.

“NTB, Pak Lalu Iqbal. Terima kasih, Pak. Bapak hebat, Pak,” ujar Tito saat memuji Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Klaim Sudah Bayar Pajak Mobil Mewah dan Mutasi Rp70 Juta

Mendagri menilai bahwa capaian NTB sangat impresif mengingat provinsi tersebut sedang menghadapi tantangan ekonomi akibat penundaan ekspor tambang di wilayah Sumbawa. Tito menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif dari tim Pemerintah Provinsi NTB, mulai dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Dispenda, hingga seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Selain Jabar, provinsi lain yang masuk dalam 10 besar nasional untuk realisasi pendapatan dan belanja adalah:

  • Kepulauan Riau (Pendapatan: 39,48% | Belanja: 38,25%)
  • Jawa Timur (48,59% | 37,71%)
  • Lampung (39,94% | 37,70%)
  • Jawa Tengah (45,68% | 37,48%)
  • Sumatera Barat (47,59% | 37,48%)
  • Gorontalo (43,81% | 37,20%)
  • Banten (39,91% | 34,94%)

Dalam forum yang sama, apresiasi terhadap NTB juga datang dari Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rahmat Pambudy. Ia mengakui belum sempat mengunjungi NTB secara langsung, namun laporan dari Wakil Menteri Bappenas menyatakan kondisi provinsi tersebut sangat kondusif dan progresif.

Baca Juga:  Klarifikasi Herman Suryatman soal Rombongan Setda yang Kacaukan Antrean di Kirab Budaya

“Saya minta maaf Bapak Gubernur Lalu Muhammad Iqbal, belum sempat ke tempat Bapak. Namun, kami sudah mendapat laporan dari Wakil Menteri Bappenas. Rupanya beliau ini rekan Pak Dubes Lalu Muhammad Iqbal. Insyaallah saya akan sempatkan datang ke NTB,” ujar Rahmat.

Penurunan performa Jabar dalam aspek pendapatan dan belanja menjadi catatan penting di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi. Tantangan ke depan adalah mengembalikan posisi Jawa Barat sebagai provinsi dengan tata kelola anggaran terbaik secara nasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Belanja Daerah Dedi Mulyadi jawa barat Kemendagri Pendapatan Jabar Realisasi Anggaran 2025 Tito Karnavian
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ASN

ASN Wajib Tahu! Salah Terima Gaji ke-13 Bisa Jadi Utang Negara

Upadate Kasus Dugaan Penculikan Bayi di RSHS Bandung, Perawat Diduga Langgar SOP

Aksi Koboi di Cianjur: Tembak Pemilik Toko Pakai Airsoft Gun Usai Ketahuan Nyelinap

Underpass Pasteur Masih Tahap Wacana, Pemprov Jabar Soroti Risiko Banjir dan Lahan

Fakta Baru Video Viral Batang: Pemeran Wanita Diduga Tak Tahu Aksinya Direkam Diam-diam dan Diduplikas

Resmi! Gaji Pensiunan PNS Mei 2026 Cair Tepat Waktu, Cek Detailnya

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.