Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Doomposting Film “Ghost In The Cell”: Analisis Perilaku Netizen Lewat Cognitive Dissonance Theory

Minggu, 28 Juni 2026 09:00 WIB
Game Free Fire

Gas Keun! Kode Redeem FF Terbaru 28 Juni 2026, Klaim Token SG2 dan Bundle Keren Gratis Sebelum Hangus

Minggu, 28 Juni 2026 06:00 WIB

Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus

Minggu, 28 Juni 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Doomposting Film “Ghost In The Cell”: Analisis Perilaku Netizen Lewat Cognitive Dissonance Theory
  • Gas Keun! Kode Redeem FF Terbaru 28 Juni 2026, Klaim Token SG2 dan Bundle Keren Gratis Sebelum Hangus
  • Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus
  • Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Siaran Langsung TVRI Laga Penentu Nasib Argentina, Inggris, dan Portugal
  • Proyek Rahasia Skuad Garuda: John Herdman Kantongi 16 Nama Pemain Diaspora Baru untuk Timnas Indonesia
  • Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius
  • Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis
  • Siap-siap Begadang! Ini Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia Minggu 28 Juni 2026 di TVRI
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Penemuan Fosil Gajah Ungkap Praktik Jagal 400 Ribu Tahun

By Aga GustianaMinggu, 12 Januari 2025 16:45 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Mammoth. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan berhasil mengungkap praktik penjagalan tertua yang pernah dilakukan oleh manusia. Kemungkinan penjagalan itu terjadi sekitar 400 ribu tahun yang lalu di India.

Di mana, para ilmuwan menemukan setidaknya tiga gajah purba tewas di tepi sungai di wilayah Lembah Kashmir, Asia Selatan. Lewat penemuan ini menjadi bukti awal nenek moyang manusia telah melakukan jagal hewan.

Fosil-fosil tersebut pertama kali ditemukan pada tahun 2000 di dekat Pampore. Namun identitas spesies, penyebab kematian, serta tanda-tanda aktivitas manusia belum terungkap hingga penelitian ini.

Advait Jukar, kurator paleontologi vertebrata dari Museum Sejarah Alam Florida, bersama tim peneliti telah merilis dua studi yang membahas penemuan dari situs ini.

Baca Juga:  3 Orang Tewas Terjatuh dari Jembatan, Diduga Gegara Disesatkan Google Maps

Penelitian pertama menunjukkan serpihan tulang gajah yang dihasilkan oleh manusia purba. Selain itu, fosil ini termasuk sangat langka.

Mereka diduga memecahkan tulang untuk mengambil sumsum, yang kaya akan energi. Ini menjadi bukti paling awal aktivitas jagal hewan di India. Sebelumnya, bukti serupa hanya berumur kurang dari 10.000 tahun.

“Mungkin saja orang-orang tidak cukup teliti mengamati atau mengambil sampel di tempat yang salah,” kata Jukar, melansir Science Daily, Senin (21/10).

Baca Juga:  Sajikan Ruang Publik, Forest Walk Baksil Ingin Dekatkan Manusia dengan Alam Tanpa Merusak

Dalam penelitian kedua, tim peneliti mengidentifikasi bahwa tulang-tulang tersebut berasal dari spesies gajah yang telah punah yaitu Palaeoloxodon turkmenicus. Gajah ini memiliki berat dua kali lipat dibanding gajah Afrika modern.

Fosil yang ditemukan kali ini juga lebih lengkap dibanding temuan sebelumnya dari spesies yang sama.

Menariknya, hanya satu fosil hominin, yaitu “Manusia Narmada” yang pernah ditemukan di sub benua India. Fosil ini menandai pentingnya wilayah ini dalam penyebaran manusia purba. Sebelum penemuan ini, para paleontolog hanya memiliki artefak alat batu untuk memperkirakan keberadaan nenek moyang manusia di sana.

Baca Juga:  Wakili Kota Bandung, Vic Fadlin Siap Tampil di Ajang Mister Universe 2024

Alat-alat batu yang digunakan untuk membelah tulang-tulang gajah di situs Pampore terbuat dari basal, batu yang tidak ditemukan di daerah setempat. Ini mengindikasikan bahan mentahnya dibawa dari tempat lain dan baru kemudian diolah menjadi alat di lokasi tersebut.

Berdasarkan cara pembuatannya, diperkirakan alat-alat tersebut berusia antara 300.000 hingga 400.000 tahun.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

gajah India manusia Purba
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Game Free Fire

Gas Keun! Kode Redeem FF Terbaru 28 Juni 2026, Klaim Token SG2 dan Bundle Keren Gratis Sebelum Hangus

Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus

Vivo X Fold 6 Bawa Baterai Badak dan Kamera 200 MP, Simak Spesifikasi dan Harganya

Kisah Oma Grace: Menangis di Depan Kamera, Melawan Kekejaman Cyberbullying dengan Doa

Gacha Pemain Bintang! Klaim Kode Redeem EA Sports FC Mobile Terbaru Sabtu 27 Juni 2026, Banjir Gems dan Pack Gratis

Resmi! Getty Images Gandeng OpenAI, ChatGPT Kini Bakal Tampilkan Gambar Berlisensi

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.