Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor

Rabu, 30 September 2026 01:00 WIB

Di Balik Kartu Merah Thom Haye: Respon Bijak John Herdman Usai Indonesia Tahan Imbang Malaysia

Selasa, 29 September 2026 21:27 WIB

Penuhi Panggilan Sidang PT BDS, Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Posisi Pemegang Saham

Selasa, 29 September 2026 20:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor
  • Di Balik Kartu Merah Thom Haye: Respon Bijak John Herdman Usai Indonesia Tahan Imbang Malaysia
  • Penuhi Panggilan Sidang PT BDS, Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Posisi Pemegang Saham
  • Selain di Jatiluhur, Fasilitas Data Center AI Ternyata Sudah Berdiri di Bekasi dan Karawang
  • Dulu Menangis Alam Dirusak, Kini Dukung Proyek Penguras Air? Dedi Mulyadi Blunder Fatal?
  • EMAS LAGI! Leo/Daniel Bikin Merah Putih Berjaya di Asian Games 2026
  • Oknum Guru SMP di Subang Diduga Lecehkan Mantan Murid saat Ambil Ijazah
  • Tak Bisa Bela Timnas, Pemain Persib Ini Tetap Pantau Perjuangan Skuad Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 30 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Penemuan Fosil Gajah Ungkap Praktik Jagal 400 Ribu Tahun

By Aga GustianaMinggu, 12 Januari 2025 16:45 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Mammoth. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan berhasil mengungkap praktik penjagalan tertua yang pernah dilakukan oleh manusia. Kemungkinan penjagalan itu terjadi sekitar 400 ribu tahun yang lalu di India.

Di mana, para ilmuwan menemukan setidaknya tiga gajah purba tewas di tepi sungai di wilayah Lembah Kashmir, Asia Selatan. Lewat penemuan ini menjadi bukti awal nenek moyang manusia telah melakukan jagal hewan.

Fosil-fosil tersebut pertama kali ditemukan pada tahun 2000 di dekat Pampore. Namun identitas spesies, penyebab kematian, serta tanda-tanda aktivitas manusia belum terungkap hingga penelitian ini.

Advait Jukar, kurator paleontologi vertebrata dari Museum Sejarah Alam Florida, bersama tim peneliti telah merilis dua studi yang membahas penemuan dari situs ini.

Baca Juga:  Istri Orang Terkaya di India Ini Naik Jet Pribadi ke Sri Lanka Buat Beli Alat Dapur

Penelitian pertama menunjukkan serpihan tulang gajah yang dihasilkan oleh manusia purba. Selain itu, fosil ini termasuk sangat langka.

Mereka diduga memecahkan tulang untuk mengambil sumsum, yang kaya akan energi. Ini menjadi bukti paling awal aktivitas jagal hewan di India. Sebelumnya, bukti serupa hanya berumur kurang dari 10.000 tahun.

“Mungkin saja orang-orang tidak cukup teliti mengamati atau mengambil sampel di tempat yang salah,” kata Jukar, melansir Science Daily, Senin (21/10).

Baca Juga:  India Digegerkan Epidemi Rambut Rontok, Ratusan Warga Botak dalam Seminggu

Dalam penelitian kedua, tim peneliti mengidentifikasi bahwa tulang-tulang tersebut berasal dari spesies gajah yang telah punah yaitu Palaeoloxodon turkmenicus. Gajah ini memiliki berat dua kali lipat dibanding gajah Afrika modern.

Fosil yang ditemukan kali ini juga lebih lengkap dibanding temuan sebelumnya dari spesies yang sama.

Menariknya, hanya satu fosil hominin, yaitu “Manusia Narmada” yang pernah ditemukan di sub benua India. Fosil ini menandai pentingnya wilayah ini dalam penyebaran manusia purba. Sebelum penemuan ini, para paleontolog hanya memiliki artefak alat batu untuk memperkirakan keberadaan nenek moyang manusia di sana.

Baca Juga:  Kotak Hitam Ditemukan, Investigasi Jatuhnya Air India AI171 di Ahmedabad Mulai Terkuak

Alat-alat batu yang digunakan untuk membelah tulang-tulang gajah di situs Pampore terbuat dari basal, batu yang tidak ditemukan di daerah setempat. Ini mengindikasikan bahan mentahnya dibawa dari tempat lain dan baru kemudian diolah menjadi alat di lokasi tersebut.

Berdasarkan cara pembuatannya, diperkirakan alat-alat tersebut berusia antara 300.000 hingga 400.000 tahun.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

India
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor

Wajib Coba! 5 Martabak Bandung Ini Punya Rasa Manis hingga Gurih yang Bikin Nagih

Indra Kenz Bebas Bersyarat Usai 5 Tahun di Penjara, Wajib Lapor hingga 2030

HASILNYA BIKIN MELONGO! Seniman Ini Sulap Sinar Matahari Jadi ‘Kuas’ untuk Lukis Sosok Legendaris

Harga Emas Antam Hari Ini 29 September 2026 Turun Rp17 Ribu, 1 Gram Jadi Segini

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Jadwal Pencairan Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026: Rincian Nominal PKH, BPNT, dan Bantuan Beras 10 Kg

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.