Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
menonton film

Nonton Film Gratis di LK21: Nyesel Baru Tahu Ternyata Ada Mata-mata yang Bisa Sadap HP!

Jumat, 20 Februari 2026 01:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington

Kamis, 19 Februari 2026 22:34 WIB

Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!

Kamis, 19 Februari 2026 22:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Nonton Film Gratis di LK21: Nyesel Baru Tahu Ternyata Ada Mata-mata yang Bisa Sadap HP!
  • Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington
  • Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!
  • Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan
  • Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen
  • Mau Bukber Seru di Bandung? Ini 5 Kafe Hits dengan Paket Iftar Lengkap
  • Pengendara Motor Tewas Tabrak Trotoar di Jalan Terusan Pasirkoja Bandung
  • Persib Gagal di ACL Two, Nasib Adam Przybek Ikut Terseret
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Penemuan Spesies Baru, Namanya Belut Hades Penguasa Dunia Bawah

By Aga GustianaJumat, 3 Januari 2025 19:19 WIB2 Mins Read
Uropterygius hades. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ilmuwan menemukan spesies baru belut moray di muara sungai yang gelap di Indo-Pasifik Tengah. Belut ini dinamakan Hades, Dewa Penguasa Dunia Bawah dalam mitologi Yunani.

Spesies ini bernama lengkap Uropterygius hades. Memiliki ciri warna yang sangat gelap sehingga mudah menyatu dengan lumpur.

Penulis pertama penelitian ini, Dr. Wen-Chien Huang, mendeskripsikan spesies baru tersebut, terinspirasi oleh penggambaran Hades oleh Ralph Fiennes dalam film Clash of the Titans.

Belut ini memiliki ciri khas yang mengesankan, karena memiliki trik di ekornya.

Dari 230 spesies moray yang diketahui sains, peneliti hanya dapat memastikan bahwa satu spesies menghabiskan sebagian besar hidupnya di air tawar.

Dari spesies laut, hanya ada segelintir yang dapat menoleransi salinitas rendah yang ditemukan di dekat habitat muara seperti muara sungai. Jadi, menemukan belut moray spesialis muara benar-benar sangat langka.

Baca Juga:  Penjelasan Sains Soal Kesurupan, Benarkah Akibat Kemasukan Roh Jahat?

Maka, tidak mengherankan jika penemuan U. hades merupakan suatu kebetulan. Dikutip dari IFL Science, tiga peneliti dari National Sun Yat-sen University sedang menyelidiki sebuah gua di sepanjang Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa di Filipina, untuk mencari belut moray ular bermata kacang, Uropterygius cyamommatus.

Belut ini bisa beradaptasi dengan baik di kehidupan gua karena memiliki mata yang menyerupai kacang.

Baca Juga:  Deretan Prediksi Akurat Ilmuwan 100 Tahun Lalu Tentang yang Terjadi di 2025

Tidak hanya langka sebagai spesialis muara, tetapi ketika ditangkap dan ditempatkan di tangki, ia melakukan sesuatu seperti menggali dengan ekor terlebih dahulu, yang juga sangat tidak biasa bagi belut moray.

Belut moray juga memiliki mata kecil dan jumlah pori sensorik di kepala mereka. Ciri-ciri ini berguna bagi kehidupan di muara sungai dengan kondisi berlumpur yang bisa menyumbat.

Dalam hal ini, kombinasi perilaku menggali dengan ekor dan adaptasi sensoriknya dapat menunjukkan bahwa spesies yang baru dalam ilmu pengetahuan ini adalah penggali yang sangat baik.

“Uropterygius hades sp. nov. merupakan spesies belut moray langka yang menghuni lingkungan muara yang keruh, lebih menyukai substrat yang lembut dan berlumpur, dan menggali serta bersembunyi di antara bebatuan atau di daun bakau yang jatuh,” kata penulis studi.

Baca Juga:  Begini Penjelasan Ilmiah Soal Sering Mimpi Buruk Berulang-ulang

Lebih jauh lagi, peneliti mengamati bahwa U. hades sp. nov. sangat sensitif terhadap cahaya dan secara konsisten berusaha bersembunyi saat terpapar cahaya. Ini menunjukkan bahwa ia biasanya menghuni perairan keruh seperti muara, yang mengakibatkan kurangnya aklimatisasi terhadap paparan cahaya.

“Proporsi mata kecil U. hades sp. nov. juga dapat menunjukkan adaptasinya terhadap kondisi cahaya redup, tempat mereka terutama menggunakan kemoresepsi dibandingkan penglihatan untuk mendeteksi mangsa atau menghindari predator,” simpul peneliti.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

belut hades Ilmuwan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

menonton film

Nonton Film Gratis di LK21: Nyesel Baru Tahu Ternyata Ada Mata-mata yang Bisa Sadap HP!

Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!

Mau Bukber Seru di Bandung? Ini 5 Kafe Hits dengan Paket Iftar Lengkap

Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor Masih Diburu Netizen, Awas Jebakan di Balik Narasi Viral

No Sensor? Link Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Simak Klarifikasinya

Polemik Paspor Kuat! Sosok Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas Dihujat Usai Anak Resmi Jadi WNA

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.