Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis

Sabtu, 1 Agustus 2026 10:40 WIB

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:29 WIB

Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis
  • Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
  • Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima
  • Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen
  • Screenshot DM Instagram Bisa Ketahuan? Ini Rahasia Notifikasi yang Wajib Diketahui Pengguna
  • Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 1 Agustus 2026: Manfaatkan Peluang Cuan Hari Ini
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 1 Agustus 2026, Buruan Ambil Hadiah Skin & Bundle Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pengakuan Korban Tragedi Pesta Rakyat Garut: Kehadiran Dedi Mulyadi Picu Kericuhan, Benarkah?

By Aga GustianaSelasa, 22 Juli 2025 13:31 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rizal Fadillah/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tragedi memilukan terjadi dalam acara syukuran pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Maula Akbar Mulyadi Putra dan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, yang digelar di Lapangan Oto Iskandar Dinata, Garut, pada Jumat (18/7/2025). Tiga orang dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka dalam kericuhan yang terjadi saat pembagian makanan gratis kepada warga.

Salah satu korban selamat, SF (17), mengungkapkan bahwa insiden bermula ketika warga mulai berdesakan saat antrean makanan. Ia yang datang bersama keluarganya terpisah dan terjatuh dalam kepanikan massa.

Hal tersebut SF ungkapkan kepada Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan dan pejabat utama Polda Jabar saat menjenguk di RSUD dr Slamet Garut pada Sabtu (19/7/2025).

“Kedatangan Gubernur Jawa Barat memicu antusiasme warga yang tak terkendali, menyebabkan kericuhan dan membuat SF terpisah dari keluarganya dan terjatuh,” ujarnya dalam rilis resmi Humas Polda Jabar, Selasa (22/7/2025).

Tim medis yang bersiaga langsung memberikan pertolongan dan membawa SF ke RSUD dr. Slamet Garut untuk mendapat perawatan.

Meski belum ada pernyataan resmi dari Dedi Mulyadi mengenai keterlibatannya, kemunculannya di lokasi disebut-sebut menjadi pemicu kerumunan mendadak yang menyebabkan kepanikan.

Sebelumnya, Dedi membantah mengetahui adanya agenda makan bersama warga. “Saya hanya memahami bahwa nanti malam itu ada acara kegiatan saya bertemu warga dalam bentuk pentas seni. Saya tidak tahu bahwa ada acara syukuran bersama warga, kemudian warga diundang makan bersama,” kata Dedi.

Namun, pernyataan tersebut dipertanyakan setelah video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya menunjukkan bahwa ia tampak mengetahui rencana makan bersama warga. Dalam video tersebut, Dedi mengatakan, “Jadi untuk warga dilaksanakan tanggal 18. Jadi tanggal 18 warga boleh datang ke lapangan. Makan sepuasnya, nonton sepuasnya, tertawa sepuasnya.”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi lebih lanjut dari pihak Dedi Mulyadi. Polda Jabar pun belum memberikan penjelasan resmi terkait kronologi pasti insiden tersebut.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil alih penyelidikan kasus ini. “Kita masih terus lakukan asistensi terhadap jalannya acara tersebut,” ujarnya, Senin (21/7/2025).

Hendra menambahkan, penyelidikan awal fokus kepada pihak panitia dan event organizer (EO), karena kedua mempelai disebut telah menyerahkan seluruh pelaksanaan acara kepada pihak penyelenggara.

Sementara itu, Maula Akbar dan Putri Karlina, selaku pengantin, menegaskan tidak pernah mengagendakan makan gratis dalam acara syukuran tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jabar kericuhan Garut Maula Akbar pesta rakyat garut Putri Karlina
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan

Desak Evaluasi Otonomi Daerah, APKASI Nyaring Suarakan Revisi UU Nomor 23 Tahun 2014

Pelecehan Seksual

Demi Rujuk, Ayah di Bandung Barat Siksa Anak Kandung hingga Berdarah dan Direkam

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.