bukamata.id – Andika Mahesa kembali membuka cerita lama tentang masa kelam dalam perjalanan kariernya. Dalam podcast bersama Soleh Solihun di kanal 3SecondTV, Jumat (14/11/2025), vokalis Kangen Band itu mengisahkan kembali penangkapannya terkait narkoba pada 11 Maret 2012—sebuah peristiwa yang tak hanya menyeret namanya, tetapi juga berdampak pada para personel lainnya.
“Saya itu memang punya darah muda dan umumnya bandel, make akhirnya ketangkap dan akhirnya berdampak ke semua personil,” ucap Andika “Kangen Band”.
Saat kejadian, Andika tidak sendirian. Ia diamankan bersama rekannya, Izzy, yang saat itu menjadi pemain keyboard.
Andika menuturkan bahwa semula ia sedang istirahat ketika Izzy memanggilnya.
“Saat itu enggak saya sendiri, tetapi sama pemain keyboard saya. Saat itu saya lagi tidur, tiba-tiba Izzy memanggil saya. Kata dia ‘Gue lagi ada aplikasi keren’, kala itu lagi di kosan. Lalu, saya keluar dan lagi ngeinng gl di situ. Akhirnya saya pakai juga,” tuturnya.
Tak berselang lama, ia merasa seperti ada pihak yang sengaja melaporkannya.
“Enggak lama dari situ, kalau bahasa sekarang kayak dicepuin gitu,” ungkapnya.
Andika kemudian membeberkan fakta yang mengejutkan—bahwa salah satu kru Kangen Band ternyata anggota intel BNN yang menyamar.
“Ada satu kru di tim kita yang ternyata benar-benar bekerja di BNN yang selama ini kita enggak tahu. Orang itu sudah bekerja sama kita selama tiga bulan, dan ternyata orang itu BNN,” jelasnya.
“Ternyata dia sudah mengawasi kita,” tambahnya.
Figur yang dimaksud dikenal dalam tim sebagai kru keyboard. Ia bahkan cukup mahir memainkan alat musik tersebut.
“Jadi, orang ini jago sekali main keyboard-nya dan dia menjadi kru kita,” lanjutnya.
Andika mengungkapkan bahwa identitas asli kru itu baru terbongkar setelah penggerebekan.
“Ketahuannya itu pas kita digerebek, karena kunci itu yang pegang cuma dia seorang saja dan tidak ada orang lain yang pegang. Nama orang itu Putera. Bahkan, orang itu sering kita suruh untuk beli rokok,” bebernya.
Semua fakta ini baru diketahui secara gamblang saat Andika berada di kantor BNN.
“Pas di kantor BNN, barulah saya tahu dia itu anggota. Saya itu sama semua kru akrab, tetapi sama dia saya jarang ngobrol karena dia kru keyboard. Namun, saya lambat laun akrab sekali,” ungkapnya.
Meski kisah itu cukup kelam, kini Andika sudah berdamai dengan masa lalu. Ia mengaku tak lagi tertekan karena sudah berhenti memakai narkoba.
“Kalau dahulu sempat parno ketemu orang, termasuk bertemu dengan teman saya seorang polisi. Bawaannya selalu parno, takut ketemu sama orang. Namun, sekarang santai saja karena saya sudah lepas dari barang haram,” tutupnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











