Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

November Neraka! Persib Hadapi 7 Laga di 3 Kompetisi, Ini Jadwal Lengkapnya

Jumat, 30 Oktober 2026 15:57 WIB

KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!

Jumat, 30 Oktober 2026 15:19 WIB

Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam

Jumat, 30 Oktober 2026 13:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • November Neraka! Persib Hadapi 7 Laga di 3 Kompetisi, Ini Jadwal Lengkapnya
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam
  • Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi
  • Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima
  • Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167
  • Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang
  • Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pengawasan APBD 2026, Rafael Situmorang Pastikan Manfaat Belanja Sosial Tepat Sasaran

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 23 Januari 2026 19:07 WIB2 Mins Read
Rafael Situmorang dorong pengawasan anggaran 2026 di Jawa Barat. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap arah dan manfaat belanja Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Tahun Anggaran 2026, khususnya pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan perlindungan sosial masyarakat.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Bandung, Jumat (23/1/2026).

Dalam pemaparannya, Rafael menyebut fungsi pengawasan DPRD tidak hanya berhenti pada aspek administratif dan kesesuaian program dengan RPJMD, tetapi juga menyentuh aspek paling substansial: apakah anggaran yang digelontorkan benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat.

“Termasuk kita melihat manfaatnya, betul atau tidak anggaran Rp6,32 triliun itu digunakan untuk RKB dan terasa atau tidak dampaknya. Itu termasuk juga belanja sosial, seperti BPJS, yang menurut saya justru harus menjadi prioritas,” ujar Rafael.

Baca Juga:  BSU BPJS Ketenagakerjaan 2025 Segera Cair, Cek Syarat dan Cara Pengecekannya di Sini!

Ia menilai, perlindungan sosial melalui skema jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan kebutuhan mendesak di Jawa Barat, mengingat struktur ketenagakerjaan daerah ini didominasi oleh pekerja sektor informal yang rentan terhadap risiko kecelakaan kerja dan kehilangan penghasilan.

Baca Juga:  BSU 2025 Belum Cair? Begini Cara Mengatasi Masalah Rekening Penerima

“Respons masyarakat sangat jelas. Mereka berharap punya BPJS Ketenagakerjaan. Karena rata-rata pekerjaan di sini itu pekerjaan rentan, pekerja informal,” katanya.

Rafael membeberkan, hingga kini kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Jawa Barat masih tergolong rendah. Dari total pekerja informal, baru sekitar 12 persen yang terlindungi, sementara sisanya sekitar 87 persen belum memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Ini angka yang harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Artinya, mayoritas pekerja kita masih bekerja tanpa jaring pengaman,” tegasnya.

Baca Juga:  Jamin Pemerataan Mutu, Komisi V DPRD Jabar Bidik SMAN 1 Majalengka Jadi Model 'Sekolah Maung'

Menurut Rafael, kondisi tersebut harus menjadi dasar dalam menentukan skala prioritas belanja daerah, agar APBD tidak hanya habis untuk program-program seremonial, tetapi benar-benar hadir sebagai instrumen perlindungan bagi kelompok masyarakat paling rentan.

Melalui pengawasan yang lebih ketat dan terarah, ia berharap penyelenggaraan pemerintahan Jawa Barat pada 2026 dapat lebih berpihak, terukur, dan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPJS Ketenagakerjaan DPRD Jawa Barat Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167

Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya

Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.