Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two

Senin, 14 September 2026 03:00 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Senin, 14 September 2026 01:00 WIB

Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi

Minggu, 13 September 2026 19:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two
  • Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari
  • Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi
  • Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun
  • BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan
  • Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat
  • Jadwal Persib Bikin Deg-degan: Persija Baru Lewat, FC Seoul Sudah Menunggu di Korea
  • Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 14 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pengawasan APBD 2026, Rafael Situmorang Pastikan Manfaat Belanja Sosial Tepat Sasaran

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 23 Januari 2026 19:07 WIB2 Mins Read
Rafael Situmorang dorong pengawasan anggaran 2026 di Jawa Barat. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap arah dan manfaat belanja Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Tahun Anggaran 2026, khususnya pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan perlindungan sosial masyarakat.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Bandung, Jumat (23/1/2026).

Dalam pemaparannya, Rafael menyebut fungsi pengawasan DPRD tidak hanya berhenti pada aspek administratif dan kesesuaian program dengan RPJMD, tetapi juga menyentuh aspek paling substansial: apakah anggaran yang digelontorkan benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat.

“Termasuk kita melihat manfaatnya, betul atau tidak anggaran Rp6,32 triliun itu digunakan untuk RKB dan terasa atau tidak dampaknya. Itu termasuk juga belanja sosial, seperti BPJS, yang menurut saya justru harus menjadi prioritas,” ujar Rafael.

Baca Juga:  BSU Rp600 Ribu Akan Kembali Disalurkan? Berikut Update Terbaru Oktober 2025

Ia menilai, perlindungan sosial melalui skema jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan kebutuhan mendesak di Jawa Barat, mengingat struktur ketenagakerjaan daerah ini didominasi oleh pekerja sektor informal yang rentan terhadap risiko kecelakaan kerja dan kehilangan penghasilan.

Baca Juga:  Generasi Muda Diajak Paham Politik, DPRD Jabar Gelar Edukasi di SMKN 5 Bandung

“Respons masyarakat sangat jelas. Mereka berharap punya BPJS Ketenagakerjaan. Karena rata-rata pekerjaan di sini itu pekerjaan rentan, pekerja informal,” katanya.

Rafael membeberkan, hingga kini kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Jawa Barat masih tergolong rendah. Dari total pekerja informal, baru sekitar 12 persen yang terlindungi, sementara sisanya sekitar 87 persen belum memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Ini angka yang harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Artinya, mayoritas pekerja kita masih bekerja tanpa jaring pengaman,” tegasnya.

Baca Juga:  Dari Tahura Dago, DPRD Jabar Ajak Warga Jaga Ekologi Paru-Paru Bandung Raya

Menurut Rafael, kondisi tersebut harus menjadi dasar dalam menentukan skala prioritas belanja daerah, agar APBD tidak hanya habis untuk program-program seremonial, tetapi benar-benar hadir sebagai instrumen perlindungan bagi kelompok masyarakat paling rentan.

Melalui pengawasan yang lebih ketat dan terarah, ia berharap penyelenggaraan pemerintahan Jawa Barat pada 2026 dapat lebih berpihak, terukur, dan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPJS Ketenagakerjaan DPRD Jawa Barat Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun

BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan

Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat

Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal

Bukan Sekadar Sertifikat! Abah Ucu Ungkap Alasan 125 Juru Masak SPPG Wajib Kompeten

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.