Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Banjir Konten UGC dari Brand Team,yang Dijual Produk apa Kisah Palsu?

Sabtu, 27 Juni 2026 09:31 WIB

Kisah Oma Grace: Menangis di Depan Kamera, Melawan Kekejaman Cyberbullying dengan Doa

Sabtu, 27 Juni 2026 09:22 WIB

Sejarah Baru di Boston! Ousmane Dembele Catat Rekor Hattrick Tercepat Piala Dunia dalam 72 Tahun Terakhir

Sabtu, 27 Juni 2026 09:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Banjir Konten UGC dari Brand Team,yang Dijual Produk apa Kisah Palsu?
  • Kisah Oma Grace: Menangis di Depan Kamera, Melawan Kekejaman Cyberbullying dengan Doa
  • Sejarah Baru di Boston! Ousmane Dembele Catat Rekor Hattrick Tercepat Piala Dunia dalam 72 Tahun Terakhir
  • Gacha Pemain Bintang! Klaim Kode Redeem EA Sports FC Mobile Terbaru Sabtu 27 Juni 2026, Banjir Gems dan Pack Gratis
  • Jadwal Piala Dunia 2026 Minggu 28 Juni: Argentina, Inggris dan Portugal Siap Tempur!
  • Resmi! Getty Images Gandeng OpenAI, ChatGPT Kini Bakal Tampilkan Gambar Berlisensi
  • Jangan Lewatkan! Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Hari Ini dan Link Live Streaming Resmi
  • Siapa Cepat Dia Dapat! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 27 Juni 2026, Amankan Token SG2 dan Bundle Langka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 27 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Perbedaan La Nina dan El Nino Serta Dampaknya yang Perlu Kamu Ketahui

By Aga GustianaRabu, 8 Oktober 2025 09:48 WIB3 Mins Read
Hujan Petir. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena La Niña akan kembali memengaruhi cuaca Indonesia pada akhir tahun 2025. Fenomena ini dikenal sebagai “pemanggil hujan” karena biasanya memicu peningkatan curah hujan di berbagai daerah.

Dalam laporan Prediksi Musim Hujan 2025/2026, BMKG menyebut bahwa kondisi El Niño–Southern Oscillation (ENSO) akan berada dalam fase netral sepanjang sebagian besar tahun 2025. Namun, menjelang akhir tahun, ENSO diprediksi bergeser menuju fase La Niña.

Selain itu, Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada dalam fase negatif dan diperkirakan bertahan hingga November 2025. Kondisi tersebut turut memperkuat potensi curah hujan tinggi, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.

“Puncak musim hujan 2025/2026 diprediksi banyak terjadi pada bulan November hingga Desember 2025 di Indonesia bagian barat, dan Januari hingga Februari 2026 di wilayah selatan dan timur,” tulis BMKG dalam laporannya.

Baca Juga:  Gempa M 4,8 Guncang Jember: Getaran Terasa Hingga Malang dan Bali

Musim Hujan Lebih Awal dan Lebih Panjang

BMKG memprediksi sekitar 47,6% wilayah Indonesia (333 ZOM) akan mengalami musim hujan antara September–November 2025. Beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan bahkan diperkirakan mulai diguyur hujan sebelum September. Sementara itu, kawasan selatan dan timur akan mengalaminya secara bertahap hingga akhir tahun.

Secara keseluruhan, 42,1% wilayah (294 ZOM) akan memasuki musim hujan lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologis. Fenomena La Niña ini berpotensi memengaruhi banyak sektor penting seperti pertanian, perikanan, energi, hingga transportasi. Di sisi lain, curah hujan yang lebih tinggi juga meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, dan gangguan infrastruktur di sejumlah daerah.

Baca Juga:  Luas Panen Padi Kabupaten Bandung Terus Turun, Kini 2.162 Terancam Kekeringan Dampak El Nino

BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai melakukan mitigasi dini, terutama dalam hal pengelolaan air, sistem drainase, serta kesiapan logistik di wilayah rawan bencana.

Mengenal La Niña dan El Niño

La Niña dan El Niño merupakan dua fase dari fenomena ENSO yang terbentuk akibat interaksi atmosfer dan samudra di kawasan Pasifik.

  • El Niño terjadi ketika suhu permukaan laut di Pasifik tengah menjadi lebih hangat, menyebabkan potensi hujan di Indonesia menurun dan meningkatkan risiko kekeringan.
  • La Niña sebaliknya, muncul saat suhu permukaan laut lebih dingin dari normal, yang kemudian mendorong peningkatan curah hujan di Indonesia.
Baca Juga:  Bobotoh Waspada, Cuaca Bandung Diprediksi Hujan Saat Pesta Biru Persib

Nama El Niño berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “anak laki-laki”, sedangkan La Niña berarti “gadis kecil”. Nelayan di Amerika Selatan sudah mengenali fenomena air hangat El Niño sejak abad ke-17, biasanya mencapai puncak sekitar Desember, sehingga dinamakan “El Niño de Navidad”.

Selama La Niña berlangsung, perairan Pasifik menjadi lebih dingin dan kaya nutrisi, mendukung keanekaragaman hayati laut. Namun bagi Indonesia, fenomena ini berarti hujan lebih deras, suhu udara lebih rendah di siang hari, serta meningkatnya risiko badai tropis dan banjir besar.

BMKG menegaskan bahwa kondisi La Niña kali ini bisa memicu hujan ekstrem yang berdampak pada lahan pertanian, termasuk meningkatkan risiko gagal panen dan serangan hama tanaman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Cuaca Ekstrem El Nino ENSO Fenomena Iklim Iklim Indonesia La Niña Perbedaan Cuaca
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kisah Oma Grace: Menangis di Depan Kamera, Melawan Kekejaman Cyberbullying dengan Doa

Gacha Pemain Bintang! Klaim Kode Redeem EA Sports FC Mobile Terbaru Sabtu 27 Juni 2026, Banjir Gems dan Pack Gratis

Resmi! Getty Images Gandeng OpenAI, ChatGPT Kini Bakal Tampilkan Gambar Berlisensi

Siapa Cepat Dia Dapat! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 27 Juni 2026, Amankan Token SG2 dan Bundle Langka

Klaim Primogems Gratisan! Ini Daftar Kode Redeem Genshin Impact Terbaru Sabtu 27 Juni 2026 yang Masih Aktif

Terseret Kasus Pemalsuan dan Finansial, Amanda Manopo Gandeng Kuasa Hukum Datangi Polres Jaksel

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.