Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Free Fire X Gintama Bagi 4 Item Gratis! Ini Cara Klaim Hadiahnya

Senin, 27 April 2026 01:00 WIB

Kunjungan Irfan Hakim ke Ciamis Dorong Promosi Wisata dan Sapi Pasundan

Minggu, 26 April 2026 21:15 WIB
Syifa Hadju resmi dilamar oleh kekasihnya, El Rumi

El Rumi–Syifa Hadju Resmi Menikah, Mahar 2.026 Poundsterling Jadi Sorotan

Minggu, 26 April 2026 20:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Free Fire X Gintama Bagi 4 Item Gratis! Ini Cara Klaim Hadiahnya
  • Kunjungan Irfan Hakim ke Ciamis Dorong Promosi Wisata dan Sapi Pasundan
  • El Rumi–Syifa Hadju Resmi Menikah, Mahar 2.026 Poundsterling Jadi Sorotan
  • Jangan Lewatkan! Kode FF Terbaru 2026 Bertebaran, Hadiah Skin Premium Siap Diklaim
  • Drama Klasemen! Persib vs Borneo FC Sama Poin, Siapa Rebut Tahta Juara?
  • Gandeng Irfan Hakim hingga Bos Koi, PWI Ciamis Rayakan HPN dengan Aksi Sosial dan Lingkungan
  • DULU VIRAL MENIKAH HARU, Kini Yogi Buktikan Cinta Sejati Bukan Sekadar Kata-kata!
  • Zoominar ‘Cash is King’ Bongkar Rahasia UMKM Anti Bangkrut Tanpa Utang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 27 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Perbedaan La Nina dan El Nino Serta Dampaknya yang Perlu Kamu Ketahui

By Aga GustianaRabu, 8 Oktober 2025 09:48 WIB3 Mins Read
Hujan Petir. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena La Niña akan kembali memengaruhi cuaca Indonesia pada akhir tahun 2025. Fenomena ini dikenal sebagai “pemanggil hujan” karena biasanya memicu peningkatan curah hujan di berbagai daerah.

Dalam laporan Prediksi Musim Hujan 2025/2026, BMKG menyebut bahwa kondisi El Niño–Southern Oscillation (ENSO) akan berada dalam fase netral sepanjang sebagian besar tahun 2025. Namun, menjelang akhir tahun, ENSO diprediksi bergeser menuju fase La Niña.

Selain itu, Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada dalam fase negatif dan diperkirakan bertahan hingga November 2025. Kondisi tersebut turut memperkuat potensi curah hujan tinggi, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.

“Puncak musim hujan 2025/2026 diprediksi banyak terjadi pada bulan November hingga Desember 2025 di Indonesia bagian barat, dan Januari hingga Februari 2026 di wilayah selatan dan timur,” tulis BMKG dalam laporannya.

Baca Juga:  Gempa Hari Ini di Jawa Timur, Getaran Magnitudo 5,5 Berpusat di Pacitan

Musim Hujan Lebih Awal dan Lebih Panjang

BMKG memprediksi sekitar 47,6% wilayah Indonesia (333 ZOM) akan mengalami musim hujan antara September–November 2025. Beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan bahkan diperkirakan mulai diguyur hujan sebelum September. Sementara itu, kawasan selatan dan timur akan mengalaminya secara bertahap hingga akhir tahun.

Secara keseluruhan, 42,1% wilayah (294 ZOM) akan memasuki musim hujan lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologis. Fenomena La Niña ini berpotensi memengaruhi banyak sektor penting seperti pertanian, perikanan, energi, hingga transportasi. Di sisi lain, curah hujan yang lebih tinggi juga meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, dan gangguan infrastruktur di sejumlah daerah.

Baca Juga:  Waspada! BMKG Prediksi Kota Bandung Masih Akan Diguyur Hujan dan Angin Kencang

BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai melakukan mitigasi dini, terutama dalam hal pengelolaan air, sistem drainase, serta kesiapan logistik di wilayah rawan bencana.

Mengenal La Niña dan El Niño

La Niña dan El Niño merupakan dua fase dari fenomena ENSO yang terbentuk akibat interaksi atmosfer dan samudra di kawasan Pasifik.

  • El Niño terjadi ketika suhu permukaan laut di Pasifik tengah menjadi lebih hangat, menyebabkan potensi hujan di Indonesia menurun dan meningkatkan risiko kekeringan.
  • La Niña sebaliknya, muncul saat suhu permukaan laut lebih dingin dari normal, yang kemudian mendorong peningkatan curah hujan di Indonesia.
Baca Juga:  Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Garut, Terasa hingga Sukabumi dan Cianjur

Nama El Niño berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “anak laki-laki”, sedangkan La Niña berarti “gadis kecil”. Nelayan di Amerika Selatan sudah mengenali fenomena air hangat El Niño sejak abad ke-17, biasanya mencapai puncak sekitar Desember, sehingga dinamakan “El Niño de Navidad”.

Selama La Niña berlangsung, perairan Pasifik menjadi lebih dingin dan kaya nutrisi, mendukung keanekaragaman hayati laut. Namun bagi Indonesia, fenomena ini berarti hujan lebih deras, suhu udara lebih rendah di siang hari, serta meningkatnya risiko badai tropis dan banjir besar.

BMKG menegaskan bahwa kondisi La Niña kali ini bisa memicu hujan ekstrem yang berdampak pada lahan pertanian, termasuk meningkatkan risiko gagal panen dan serangan hama tanaman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Cuaca Ekstrem El Nino ENSO Fenomena Iklim Iklim Indonesia La Niña Perbedaan Cuaca
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Free Fire X Gintama Bagi 4 Item Gratis! Ini Cara Klaim Hadiahnya

Syifa Hadju resmi dilamar oleh kekasihnya, El Rumi

El Rumi–Syifa Hadju Resmi Menikah, Mahar 2.026 Poundsterling Jadi Sorotan

Garena Free Fire

Jangan Lewatkan! Kode FF Terbaru 2026 Bertebaran, Hadiah Skin Premium Siap Diklaim

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Bikin Heboh, Ini Fakta Sebenarnya

Syifa Hadju resmi dilamar oleh kekasihnya, El Rumi

SAH! El Rumi dan Syifa Hadju Resmi Menikah Hari Ini

Link Viral Diburu Warga! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Terbongkar Bukan Kejadian Nyata

Terpopuler
  • Viral ‘Vell Blunder di TikTok’: Link Video 8 Menit Heboh Dicari
  • Kena Ulti! Video Jogetnya Dihujat, Bocah SD Ini ‘Bungkam’ Netizen Pakai 400 Piala
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
  • Kode Redeem FF 24 April 2026: Dapatkan Skin SG2 Terompet dan Diamond Gratis!
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Ternyata Hoaks! Link Full Berbahaya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.