Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Paul Munster Resmi Berpisah dengan Bhayangkara FC, Ada Apa Jelang Musim Baru?

Rabu, 12 Agustus 2026 12:39 WIB

Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram

Rabu, 12 Agustus 2026 12:21 WIB
zodiak

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!

Rabu, 12 Agustus 2026 12:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Paul Munster Resmi Berpisah dengan Bhayangkara FC, Ada Apa Jelang Musim Baru?
  • Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram
  • Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!
  • Persib Mulai TC di Bali, 7 Pemain Timnas Menyusul! Ada Marc Klok hingga Sandy Walsh
  • 450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter
  • Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair Agustus 2026: Cek Nama Penerima, Nominal Terbaru, dan Solusi Data Desil
  • VIRAL! Tolak Pasang Bendera dan Debat Soal Kemerdekaan Indonesia, Tukang Cukur Diintimidasi Aparat?
  • Alun-alun Bandung Kembali Dibuka 17 Agustus, Warga Bisa Ikuti Pesta Rakyat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Perbedaan La Nina dan El Nino Serta Dampaknya yang Perlu Kamu Ketahui

By Aga GustianaRabu, 8 Oktober 2025 09:48 WIB3 Mins Read
Hujan Petir. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena La Niña akan kembali memengaruhi cuaca Indonesia pada akhir tahun 2025. Fenomena ini dikenal sebagai “pemanggil hujan” karena biasanya memicu peningkatan curah hujan di berbagai daerah.

Dalam laporan Prediksi Musim Hujan 2025/2026, BMKG menyebut bahwa kondisi El Niño–Southern Oscillation (ENSO) akan berada dalam fase netral sepanjang sebagian besar tahun 2025. Namun, menjelang akhir tahun, ENSO diprediksi bergeser menuju fase La Niña.

Selain itu, Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada dalam fase negatif dan diperkirakan bertahan hingga November 2025. Kondisi tersebut turut memperkuat potensi curah hujan tinggi, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.

“Puncak musim hujan 2025/2026 diprediksi banyak terjadi pada bulan November hingga Desember 2025 di Indonesia bagian barat, dan Januari hingga Februari 2026 di wilayah selatan dan timur,” tulis BMKG dalam laporannya.

Musim Hujan Lebih Awal dan Lebih Panjang

BMKG memprediksi sekitar 47,6% wilayah Indonesia (333 ZOM) akan mengalami musim hujan antara September–November 2025. Beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan bahkan diperkirakan mulai diguyur hujan sebelum September. Sementara itu, kawasan selatan dan timur akan mengalaminya secara bertahap hingga akhir tahun.

Secara keseluruhan, 42,1% wilayah (294 ZOM) akan memasuki musim hujan lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologis. Fenomena La Niña ini berpotensi memengaruhi banyak sektor penting seperti pertanian, perikanan, energi, hingga transportasi. Di sisi lain, curah hujan yang lebih tinggi juga meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, dan gangguan infrastruktur di sejumlah daerah.

BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai melakukan mitigasi dini, terutama dalam hal pengelolaan air, sistem drainase, serta kesiapan logistik di wilayah rawan bencana.

Mengenal La Niña dan El Niño

La Niña dan El Niño merupakan dua fase dari fenomena ENSO yang terbentuk akibat interaksi atmosfer dan samudra di kawasan Pasifik.

  • El Niño terjadi ketika suhu permukaan laut di Pasifik tengah menjadi lebih hangat, menyebabkan potensi hujan di Indonesia menurun dan meningkatkan risiko kekeringan.
  • La Niña sebaliknya, muncul saat suhu permukaan laut lebih dingin dari normal, yang kemudian mendorong peningkatan curah hujan di Indonesia.

Nama El Niño berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “anak laki-laki”, sedangkan La Niña berarti “gadis kecil”. Nelayan di Amerika Selatan sudah mengenali fenomena air hangat El Niño sejak abad ke-17, biasanya mencapai puncak sekitar Desember, sehingga dinamakan “El Niño de Navidad”.

Selama La Niña berlangsung, perairan Pasifik menjadi lebih dingin dan kaya nutrisi, mendukung keanekaragaman hayati laut. Namun bagi Indonesia, fenomena ini berarti hujan lebih deras, suhu udara lebih rendah di siang hari, serta meningkatnya risiko badai tropis dan banjir besar.

BMKG menegaskan bahwa kondisi La Niña kali ini bisa memicu hujan ekstrem yang berdampak pada lahan pertanian, termasuk meningkatkan risiko gagal panen dan serangan hama tanaman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Cuaca Ekstrem El Nino ENSO Fenomena Iklim Iklim Indonesia La Niña Perbedaan Cuaca
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram

zodiak

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair Agustus 2026: Cek Nama Penerima, Nominal Terbaru, dan Solusi Data Desil

Garena Free Fire

Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Aktif Rabu 12 Agustus 2026 dan Panduan Klaimnya

Apple Bikin Gebrakan! 3 Produk Ultra Segera Meluncur, Ada iPhone Lipat

Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Klaim Saldo DANA Gratis Ratusan Ribu Hari Ini, Rabu 12 Agustus 2026: Intip Cara Cepat Tanpa Aplikasi Tambahan!

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.