Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Kebetulan! John Herdman Ungkap Rahasia Timnas Indonesia Hancurkan Bangladesh 9-2

Jumat, 2 Oktober 2026 18:04 WIB

Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut

Jumat, 2 Oktober 2026 17:33 WIB
BSU Kemnaker

Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja

Jumat, 2 Oktober 2026 17:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Kebetulan! John Herdman Ungkap Rahasia Timnas Indonesia Hancurkan Bangladesh 9-2
  • Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut
  • Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja
  • Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat
  • Terulang Lagi! SPPG Panyandaan KBB Disuspend Usai 14 Siswa Alami Keluhan
  • Lempar Bola Panas, Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Megaproyek Data Center AI
  • Polisi Bekuk Terduga Pencuri Kabel APILL yang Bikin Lampu Merah Bandung Padam
  • FAM Layangkan Protes Resmi ke FIFA Terkait Lonjakan Injury Time Laga Indonesia vs Bangladesh
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Perbedaan La Nina dan El Nino Serta Dampaknya yang Perlu Kamu Ketahui

By Aga GustianaRabu, 8 Oktober 2025 09:48 WIB3 Mins Read
Hujan Petir. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena La Niña akan kembali memengaruhi cuaca Indonesia pada akhir tahun 2025. Fenomena ini dikenal sebagai “pemanggil hujan” karena biasanya memicu peningkatan curah hujan di berbagai daerah.

Dalam laporan Prediksi Musim Hujan 2025/2026, BMKG menyebut bahwa kondisi El Niño–Southern Oscillation (ENSO) akan berada dalam fase netral sepanjang sebagian besar tahun 2025. Namun, menjelang akhir tahun, ENSO diprediksi bergeser menuju fase La Niña.

Selain itu, Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada dalam fase negatif dan diperkirakan bertahan hingga November 2025. Kondisi tersebut turut memperkuat potensi curah hujan tinggi, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.

“Puncak musim hujan 2025/2026 diprediksi banyak terjadi pada bulan November hingga Desember 2025 di Indonesia bagian barat, dan Januari hingga Februari 2026 di wilayah selatan dan timur,” tulis BMKG dalam laporannya.

Baca Juga:  Jawa Barat Catat Kasus Bencana Hidrometeorologi Tertinggi di Indonesia

Musim Hujan Lebih Awal dan Lebih Panjang

BMKG memprediksi sekitar 47,6% wilayah Indonesia (333 ZOM) akan mengalami musim hujan antara September–November 2025. Beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan bahkan diperkirakan mulai diguyur hujan sebelum September. Sementara itu, kawasan selatan dan timur akan mengalaminya secara bertahap hingga akhir tahun.

Secara keseluruhan, 42,1% wilayah (294 ZOM) akan memasuki musim hujan lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologis. Fenomena La Niña ini berpotensi memengaruhi banyak sektor penting seperti pertanian, perikanan, energi, hingga transportasi. Di sisi lain, curah hujan yang lebih tinggi juga meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, dan gangguan infrastruktur di sejumlah daerah.

Baca Juga:  Apel Kesiapsiagaan Bencana, Upaya Rumah Zakat Tingkatkan Kewaspadaan saat Libur Nataru

BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai melakukan mitigasi dini, terutama dalam hal pengelolaan air, sistem drainase, serta kesiapan logistik di wilayah rawan bencana.

Mengenal La Niña dan El Niño

La Niña dan El Niño merupakan dua fase dari fenomena ENSO yang terbentuk akibat interaksi atmosfer dan samudra di kawasan Pasifik.

  • El Niño terjadi ketika suhu permukaan laut di Pasifik tengah menjadi lebih hangat, menyebabkan potensi hujan di Indonesia menurun dan meningkatkan risiko kekeringan.
  • La Niña sebaliknya, muncul saat suhu permukaan laut lebih dingin dari normal, yang kemudian mendorong peningkatan curah hujan di Indonesia.
Baca Juga:  97 Gempa dan 225 Ribu Sambaran Petir, Januari 2026 Jadi Bulan Mencekam di Jawa Barat

Nama El Niño berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “anak laki-laki”, sedangkan La Niña berarti “gadis kecil”. Nelayan di Amerika Selatan sudah mengenali fenomena air hangat El Niño sejak abad ke-17, biasanya mencapai puncak sekitar Desember, sehingga dinamakan “El Niño de Navidad”.

Selama La Niña berlangsung, perairan Pasifik menjadi lebih dingin dan kaya nutrisi, mendukung keanekaragaman hayati laut. Namun bagi Indonesia, fenomena ini berarti hujan lebih deras, suhu udara lebih rendah di siang hari, serta meningkatnya risiko badai tropis dan banjir besar.

BMKG menegaskan bahwa kondisi La Niña kali ini bisa memicu hujan ekstrem yang berdampak pada lahan pertanian, termasuk meningkatkan risiko gagal panen dan serangan hama tanaman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Cuaca Ekstrem El Nino
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut

Gaya Hidup Sekaligus Mesin Uang: Alasan Kuat Properti Kota Baru Parahyangan Diserbu Investor Urban

Melarikan Penat dari Riuhnya Ibu Kota: Menemukan Ketenangan Hidup di Kota Baru Parahyangan

Kulineran di Bandung? Ini 5 Tempat Makan Sunda dengan Cita Rasa Khas yang Menggoda

Drama Rp10 Ribu Bikin Bali Panen Hujatan! Sisi Gelap Pariwisata Lokal yang Dibongkar Kasus Billy Syahputra

Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Masih Rp2,581 Juta, Ada Pecahan hingga 1 Kg

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.