Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mimpi Jadi Nyata! Carlos Baleba Resmi Gabung Manchester United

Rabu, 26 Agustus 2026 10:35 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 26 Agustus 2026: 1 Gram Masih Rp2,768 Juta, Cek Daftar Lengkapnya

Rabu, 26 Agustus 2026 10:00 WIB

Pesta Biru 2026 Pecah! 32 Penggawa Persib Diperkenalkan, Target Gelar Keempat Makin Nyata

Rabu, 26 Agustus 2026 09:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mimpi Jadi Nyata! Carlos Baleba Resmi Gabung Manchester United
  • Harga Emas Antam Hari Ini 26 Agustus 2026: 1 Gram Masih Rp2,768 Juta, Cek Daftar Lengkapnya
  • Pesta Biru 2026 Pecah! 32 Penggawa Persib Diperkenalkan, Target Gelar Keempat Makin Nyata
  • Dari Veteran Perang Dingin Italia Jadi KRI Gajah Mada: Sejarah Kapal Induk Pertama Indonesia!
  • Aktor Revaldo Kembali Tersandung Kasus Narkoba untuk Kesembilan Kalinya, Polisi Amankan Sabu di Apartemen
  • Gunung Geulis Sukabumi Membara! 4 Hektare Lahan Hangus, Api Mulai Dekati Pemukiman Warga
  • 10 Negara Pemilik Hutan Terluas di Dunia 2026, Indonesia di Nomor Berapa?
  • Banjir Item Gratis! Kode Redeem FF 26 Agustus 2026 Siap Klaim, Ada Skin M1887 dan Diamond
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 26 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Percepatan APBD 2025, Perlu Satgas atau Cukup Komando Sekda? Ini Kata DPRD Jabar

By SusanaSenin, 17 November 2025 17:45 WIB2 Mins Read
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan, menilai Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak perlu membentuk satuan tugas (Satgas) khusus untuk percepatan serapan APBD 2025.

Hal ini merespons rencana Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, yang ingin membentuk Satgas sebagai tindak lanjut instruksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Sebelumnya, Menkeu menerbitkan surat instruksi bernomor S-662/MK.08/2025, yang meminta pemerintah daerah segera memacu serapan anggaran melalui pemanfaatan dana simpanan di perbankan.

Tujuannya untuk menggerakkan perekonomian daerah, sekaligus memastikan pelaksanaan program dan proyek strategis berjalan sesuai target.

Satgas yang direncanakan itu akan memantau secara intensif pendapatan dan belanja daerah.

Baca Juga:  Jawab Keluhan Masyarakat, Komisi V DPRD Jabar Pertimbangkan Pansus untuk Bongkar Sengkarut SPMB

Iwan Suryawan: Yang Penting OPD Bekerja Maksimal

Menurut Iwan, pembentukan Satgas tidak diperlukan selama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menjalankan fungsi dan program kerjanya dengan baik.

“Tidak harus ada Satgas. Yang penting fungsi masing-masing dinas berjalan baik,” ujarnya di Kantor DPRD Jabar, Kota Bandung, Senin (17/11/2025).

Ia menilai Sekda hanya perlu mengorkestrasi kinerja OPD agar penyerapan anggaran dapat berjalan optimal dan tepat waktu.

“Proses pekerjaan harus jelas. Kapan mulai, kapan berhenti. Uang harus mengalir, tidak boleh disangka mandeg,” katanya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa komando Sekda sudah cukup tanpa harus membentuk tim khusus.

“Efektifkan saja komando dari Sekda. Tidak perlu Satgas,” tegasnya.

Baca Juga:  Harsiarda 2024, Sekda Herman: Penyiaran di Jabar Harus Berkeadilan

Sekda Jabar: Satgas Dibentuk untuk Percepatan Pendapatan dan Belanja

Sebelumnya, Sekda Jabar Herman Suryatman menyampaikan bahwa Pemprov Jabar telah menjalankan serangkaian langkah akselerasi serapan APBD 2025. Ia memastikan pihaknya tetap menyiapkan Satgas khusus untuk memantau pendapatan dan belanja setiap hari hingga mingguan.

“Kami siapkan Satgas untuk nongkrong tiap hari. Untuk memastikan pendapatan optimal, belanja optimal, dan berdampak terhadap perekonomian daerah,” ujar Herman, Selasa (11/11/2025).

Herman menegaskan, percepatan belanja pemerintah adalah kunci menjaga laju pertumbuhan ekonomi. Government spending, kata dia, merupakan salah satu variabel utama yang mendorong roda ekonomi masyarakat.

“Kalau belanja daerah cepat cair, pasti ada serapan tenaga kerja, pembelian barang, jasa, dan lainnya yang memutar ekonomi,” jelasnya.

Baca Juga:  Sensus Ekonomi 2026: Strategi Berbasis Data untuk Kesejahteraan Masyarakat Jabar

Pengawasan APBD Diperketat Hingga Harian

Menurut Herman, ada empat penggerak utama perekonomian: belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, investasi, serta ekspor-impor. Pemprov Jabar, katanya, mengawasi semua komponen tersebut secara ketat.

Pemprov Jabar bahkan menerapkan evaluasi berlapis, mulai dari bulanan, mingguan, hingga harian sebagaimana arahan Kementerian Keuangan.

“RKUD dipublikasikan setiap hari. Per hari kemarin Rp2,7 triliun,” kata Herman.

Ia menjelaskan bahwa dana tersebut tidak mengendap, melainkan terus berputar untuk mendukung pembangunan dan layanan publik.

“Itu dinamis, bukan disimpan atau diendapkan. Uang masuk, uang keluar, terus berputar,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jabar Herman Suryatman
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dari Veteran Perang Dingin Italia Jadi KRI Gajah Mada: Sejarah Kapal Induk Pertama Indonesia!

Aktor Revaldo Kembali Tersandung Kasus Narkoba untuk Kesembilan Kalinya, Polisi Amankan Sabu di Apartemen

Gunung Geulis Sukabumi Membara! 4 Hektare Lahan Hangus, Api Mulai Dekati Pemukiman Warga

10 Negara Pemilik Hutan Terluas di Dunia 2026, Indonesia di Nomor Berapa?

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Dicoret? Cek Sekarang! Begini Cara Tahu PKH dan BPNT Anda Masih Aktif

Bansos

Masuk Desil Berapa? Ini Daftar Kelompok yang Diprioritaskan Dapat PKH hingga BPNT

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.