Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI

Sabtu, 4 April 2026 20:02 WIB

Prediksi Persib vs Semen Padang: Bobotoh Cantik Ini Ingatkan Maung Bandung Jangan Jemawa

Sabtu, 4 April 2026 18:53 WIB

Adu Sabar! Aksi Petugas Rekam KTP ODGJ Ini Malah Bak Shooting Film Action

Sabtu, 4 April 2026 16:47 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI
  • Prediksi Persib vs Semen Padang: Bobotoh Cantik Ini Ingatkan Maung Bandung Jangan Jemawa
  • Adu Sabar! Aksi Petugas Rekam KTP ODGJ Ini Malah Bak Shooting Film Action
  • Cantik Saja Enggak Cukup! Mojang Bandung Ini Pilih ‘Jalur Langit’ demi Orang Tua
  • Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!
  • Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?
  • Eksplorasi Subang 2026: 6 Destinasi Hits yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Anda!
  • Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pernah Jadi Aktivis, Dedi Mulyadi: Remaja ‘Nakal’ Biasanya Jadi Pejabat

By Aga GustianaRabu, 3 September 2025 18:27 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan bahwa semangat ‘nakal’ bagi para pemuda bukan hal negatif, melainkan bagian dari pembentukan karakter dan pengalaman hidup. Pernyataan ini ia sampaikan saat meminta Polda Jabar membebaskan mahasiswa yang sempat diamankan dalam aksi unjuk rasa.

Menurut Dedi, ketika ada konflik atau gesekan saat aksi itu memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Jika sudut pandangnya keamanan, pasti sudut pandangnya soal keamanan, begitupun sudut pandang penyelenggara apparat hukum.

“Tetapi saya sebagai gubernur yang pernah jadi aktivis, pernah jadi pimpinan cabang HMI, memandang itu sebagai kenakalan remaja. Karena kalau remaja hari ini tidak nakal, biasanya tidak jadi pejabat di kemudian hari,” ujar Dedi Mulyadi, saat membuka forum dialog antara mahasiswa, DPRD, dan Pemerintah Provinsi Jabar, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (3/9/2025).

Baca Juga:  Tujuh Orang Dilaporkan Hilang Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Sukabumi

Harapan untuk Mahasiswa yang Ditahan

Dedi Mulyadi berharap pihak kepolisian segera membebaskan mahasiswa yang masih ditahan. “Nanti mudah-mudahan harapan saya, anak-anak yang masih ditahan, mudah-mudahan Pak Kapolda (Irjen Pol Rudi Setiawan) bisa membebaskan mereka,” lanjutnya. Ia menambahkan bahwa kepulangan mahasiswa akan memberikan ketenangan bagi keluarga mereka.

“Setelah ini juga, saya akan datang ke Polda Jabar menemui mereka. Mudah-mudahan hari ini Pak Kapolda, bisa mereka pulang. Karena kasihan ibu bapaknya nangis-nangis telepon saya,” ungkapnya.

Dua Jenis ‘Nakal’ Mahasiswa

Sebelum menjabat sebagai gubernur, Dedi Mulyadi pernah aktif sebagai aktivis mahasiswa. Ia membedakan dua tipe mahasiswa nakal saat berunjuk rasa: nakal tanpa kriminal dan nakal dengan kriminal.

Baca Juga:  Adu Kuat Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2024 versi Pakar Politik

“Melempar, teriak-teriak, bikin macet. Kalau yang kriminal, bawa senjata, bawa narkoba,” jelasnya. Forum dialog ini diharapkan bisa menekan potensi kriminalitas saat aksi berlangsung dan membimbing mahasiswa agar tetap kritis tetapi bertanggung jawab.

Forum Dialog sebagai Sarana Edukasi

Dedi menekankan bahwa forum dialog menjadi media efektif untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa, sekaligus membangun komunikasi dengan pemerintah dan aparat kepolisian. Mahasiswa dapat menyampaikan pendapat mereka secara langsung dan mendapat pemahaman mengenai aturan, sehingga demonstrasi bisa berlangsung tertib.

Baca Juga:  Dampak Besar Larangan Study Tour untuk PO Bus di Jabar

“Dialog seperti ini penting untuk menyalurkan energi mahasiswa agar tetap produktif. Mereka bisa menyuarakan pendapatnya, tapi tetap dalam koridor hukum,” pungkas Dedi.

Pesan Kepemimpinan Humanis

Melalui pendekatan persuasif dan humanis, Dedi berharap generasi muda dapat belajar mengekspresikan pendapat, membangun kepemimpinan, dan menyiapkan diri menjadi calon pejabat atau tokoh masa depan. Baginya, sedikit “nakal kreatif” adalah bagian dari proses pembelajaran yang membentuk karakter, keberanian, dan kreativitas para pemimpin masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Aksi Demo Mahasiswa Dedi Mulyadi Dialog Mahasiswa jawa barat Mahasiswa Nakal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.