bukamata.id – Perseteruan antara eks dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Imam Muslimin alias Yai Mim, dengan tetangganya Nurul Sahara kembali menjadi sorotan publik. Konflik yang awalnya terlihat sepele kini berkembang menjadi kasus hukum serius, dan di tengah proses hukum yang sedang berjalan, drama ini kembali viral setelah istri Yai Mim, Rosyida Vigneswari, mempublikasikan momen-momen ketegangan mereka dengan Sahara dan suaminya, Muhammad Sofwan.
Perseteruan keduanya bermula dari masalah sepele: penggunaan lahan parkir. Namun kini, Sahara melaporkan Yai Mim atas dugaan pelecehan seksual. Sementara itu, Yai Mim membalas dengan laporan pencemaran nama baik, persekusi, penistaan agama, dan pelanggaran UU ITE. Isu ini semakin kompleks ketika video pribadi Yai Mim tersebar; kubu Sahara menilai ini sebagai bentuk teror, sementara pihak Yai Mim menyebutnya sebagai kebocoran data.
Video Viral: Perseteruan Masih Memanas
Kembali memanasnya perseteruan ini terjadi setelah Rosyida mengunggah beberapa video di akun TikTok pribadinya @roseenjoysherlife pada 4 Desember 2025 lalu. Dalam video itu, terlihat Sofwan dan beberapa rekan lain terlibat adu mulut dengan Yai Mim.
Rosyida mengaku bahwa dirinya dan suami mendapat ancaman dari kubu Sofwan. “Kami diancam. Tolong jika terjadi sesuatu terhadap kami, cari Zakki,” tulis Rosyida dalam unggahan video tersebut.
Di sisi lain, akun TikTok @dog_warrior_indonesia menayangkan momen Yai Mim tengah adu mulut dengan Sofwan. Beberapa orang terlihat melerai, sementara Rosyida terus merekam kejadian itu. Caption video tersebut menyoroti sikap Sofwan: “Ketika istrinya dipukul dan diperlakukan tidak baik oleh pak M dan bude R, Mas Sofwan punya peluang besar untuk membalas perilaku pak M. Tetapi mas Sofwan tidak melakukan itu dan lebih memilih menahan genggaman tangannya yang hampir melayang itu. Luar biasa kesabaranmu mas.”
Unggahan itu menekankan nilai kesabaran dan adab: “Harga diri istrimu kamu bela tanpa menjatuhkan marwahmu sebagai laki-laki muslim yang mengedepankan adab dalam menyelesaikan masalah.”
Kejadian ini membuktikan bahwa perseteruan antara kedua keluarga belum mereda, meski kasusnya tengah diproses oleh pihak kepolisian.
Awal Konflik: Masalah Parkir yang Membesar
Perseteruan ini bermula ketika Sahara memarkir mobil rental di depan rumah Yai Mim di Perumahan Joyo Grand, Merjosari, Kota Malang. Lokasi parkir itu berada di atas lahan yang diklaim Yai Mim sebagai miliknya dan telah diwakafkan untuk jalan umum.
“Ketika saya dan istri pulang dari Jakarta malam itu, mobil mereka terparkir tepat di depan pintu rumah. Sudah ada tulisan larangan parkir, tapi mobil tetap tidak dipindahkan,” jelas Yai Mim.
Dalam podcast bersama Denny Sumargo, Rosyida menjelaskan bahwa ia sudah berulang kali mencoba menghubungi Sahara dan para driver rental untuk memindahkan mobil tersebut. Namun, upaya tersebut tidak mendapat respons hingga dini hari, menjelang waktu pengajian subuh yang harus dihadiri Yai Mim.
Merasa terpaksa, Yai Mim pun memindahkan mobil sendiri. Saat proses itu berlangsung, ia mengaku tidak sengaja menekan pedal gas terlalu dalam sehingga menimbulkan suara keras yang membangunkan para driver dan Sahara. Dari insiden kecil inilah konflik mulai memanas dan berkembang menjadi perseteruan yang serius.
Perselisihan Berlanjut: Tuduhan dan Dampak Sosial
Pasca insiden tersebut, hubungan kedua keluarga memburuk. Sahara sempat meneriaki Yai Mim dengan tuduhan tidak senonoh saat melihatnya sedang mencuci pakaian hanya mengenakan boxer di lantai atas rumah. Sejak itu, Sahara sering mengunggah video pertengkaran mereka di TikTok, yang kemudian viral dan memancing komentar beragam dari warganet.
Akibat viralnya kasus tersebut, reputasi Yai Mim sebagai dosen terdampak. Ia mengaku mahasiswa mulai enggan hadir di kelasnya, hingga akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari UIN Malang untuk sementara waktu. Tidak hanya itu, warga sekitar sempat menuding Yai Mim dan istrinya melakukan oversharing di grup RT dan berperilaku tidak pantas.
Yai Mim menegaskan bahwa lahan di depan rumahnya awalnya ditumbuhi ilalang dan dibersihkan dengan biaya pribadi sebesar Rp 12 juta. Ia sempat meminta Sofyan, suami Sahara, ikut berpartisipasi Rp 1 juta, namun hanya menerima Rp 400 ribu. Meski begitu, ia tetap mempersilakan Sahara menggunakan area tersebut sebagai tempat parkir mobil rental.
Sayangnya, mobil-mobil Sahara tetap sering menghalangi akses rumah Yai Mim. Ketegangan pun tak terhindarkan, meski Yai Mim sempat mencoba membersihkan lahan tambahan untuk dijadikan parkir. Perselisihan kecil yang berulang akhirnya melebar menjadi saling sindir dan saling lapor ke pihak berwajib.
Dampak Konflik terhadap Kehidupan Sahara
Tidak hanya Yai Mim, Sahara dan keluarganya juga terdampak signifikan. Usaha rental mobil yang mereka jalankan turun drastis hingga 50% sejak konflik menjadi viral. Sofyan mengatakan, “Banyak pelanggan membatalkan pesanan karena takut terseret dalam polemik ini.” Beberapa pegawai rental bahkan mengaku menerima teror di media sosial.
Meski begitu, Sofyan berusaha tetap tegar dan yakin bahwa kebenaran akan terungkap. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan kejujuran dalam menjalankan usaha, meski reputasi bisnis sedang diuji.
Upaya Damai: Permintaan Maaf di Podcast
Menyadari konflik semakin memanas, Sahara akhirnya muncul di podcast Denny Sumargo untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Yai Mim. Bersama Sofyan, Sahara meminta maaf atas kata-kata kasarnya dan mengakui kesalahan berbicara dengan nada tinggi kepada orang yang lebih tua.
“Permintaan maaf ini saya lakukan atas saran Denny Sumargo agar kedua belah pihak bisa berdamai dan meredam situasi di media sosial,” ujar Sahara. Meski begitu, Sahara menyebut belum menerima permintaan maaf balasan dari Yai Mim atau istrinya.
Langkah Hukum: Laporan dan Balasan
Konflik ini berlanjut ke ranah hukum. Yai Mim, melalui kuasa hukumnya Agustian Siagian, mengajukan dua laporan baru ke Polresta Malang Kota terkait dugaan persekusi dan penistaan agama. Laporan ini melengkapi laporan sebelumnya tentang pencemaran nama baik terhadap akun TikTok @sahara_vibesssss yang diduga milik Sahara.
Sementara itu, pihak Sahara juga melaporkan dugaan pelecehan seksual terhadap Yai Mim. Kedua laporan kini tengah diproses oleh kepolisian, dan kedua belah pihak telah menjalani pemeriksaan awal.
Kuasa hukum Sahara, Moh Zaki, menegaskan pihaknya menghormati proses hukum dan menolak anggapan bahwa konflik ini terkait isu SARA. “Ini murni persoalan antar-tetangga yang seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Kami berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi narasi yang beredar di media sosial,” ujar Zaki.
Perseteruan yang Belum Reda
Drama perseteruan Yai Mim vs Sahara kembali menunjukkan bagaimana konflik kecil bisa membesar menjadi isu publik dan hukum yang kompleks. Video-video viral, tuduhan serius, hingga laporan hukum yang saling berbalas membuat perseteruan ini terus menarik perhatian publik.
Di tengah proses hukum yang sedang berjalan, istri Yai Mim memperlihatkan bahwa ketegangan antara kedua keluarga belum mereda. Video-video yang diunggahnya memperlihatkan bahwa meski upaya damai sudah dilakukan, konflik tetap terasa panas di tengah masyarakat.
Sekali lagi, semua ini bermula dari hal yang terlihat sepele: masalah parkir. Sahara yang memarkir kendaraan rental di depan rumah Yai Mim menjadi pemicu awal. Mobil-mobil yang menghalangi akses, upaya Yai Mim memindahkan mobil, hingga tuduhan dan video viral, semuanya memicu drama yang kini telah menjadi sorotan publik. Perseteruan ini menjadi pengingat bahwa konflik kecil antar-tetangga bisa berkembang menjadi masalah hukum dan sosial yang besar jika komunikasi dan penyelesaian damai tidak segera ditempuh.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










