bukamata.id – Persib Bandung harus puas membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 2-2 melawan Dewa United FC pada pekan ke-28 Super League 2025/26.
Hasil ini membuat langkah Maung Bandung dalam perburuan gelar juara semakin menantang, karena kini tidak sepenuhnya bergantung pada hasil sendiri.
Tambahan satu poin tersebut dinilai cukup merugikan, mengingat kompetisi telah memasuki fase krusial. Persib kehilangan momentum penting yang seharusnya bisa menjadi pembeda dalam persaingan ketat di papan atas klasemen.
Persib Masih Punya Peluang, Tapi Tak Lagi Mandiri
Dengan menyisakan enam pertandingan, Persib masih berpeluang meraih maksimal 18 poin. Namun, di bawah arahan pelatih Bojan Hodak, Maung Bandung kini wajib tampil hampir sempurna hingga akhir musim jika ingin menjaga asa juara tetap hidup.
Situasi ini membuat peluang Persib tidak lagi sepenuhnya berada di tangan sendiri, melainkan sangat bergantung pada hasil tim pesaing di papan atas.
Hitung-Hitungan Peluang Juara Persib
Dalam skenario ideal, Persib wajib menyapu bersih seluruh laga tersisa dengan enam kemenangan. Kondisi tersebut akan membuka peluang besar menjadi juara, dengan catatan pesaing utama tergelincir setidaknya satu hingga dua kali.
Namun, jika Persib hanya mampu meraih empat hingga lima kemenangan dari enam laga, peluang juara diprediksi menurun signifikan. Pada fase ini, nasib Maung Bandung sangat bergantung pada hasil klub lain.
Sementara dalam skenario terburuk, jika Persib kembali kehilangan banyak poin—maksimal hanya tiga kemenangan atau kurang, maka peluang juara hampir tertutup dan target realistis bergeser ke posisi papan atas tanpa gelar.
Faktor Penentu: Konsistensi Hingga Head-to-Head
Selain hasil pertandingan, ada sejumlah faktor penting lain yang akan menentukan akhir musim. Konsistensi lini belakang yang masih kerap melakukan kesalahan, serta ketajaman lini depan dalam memanfaatkan peluang, menjadi sorotan utama.
Tak hanya itu, selisih gol dan rekor head-to-head juga berpotensi menjadi penentu jika persaingan di papan atas berakhir ketat.
Semua Laga Tersisa Seperti Final
Situasi ini membuat tekanan terhadap Persib semakin besar. Setiap pertandingan sisa kini tak ubahnya laga final yang tidak boleh berakhir dengan kehilangan poin.
Hasil imbang kontra Dewa United menjadi peringatan keras bahwa satu kesalahan kecil bisa berdampak besar pada peluang juara. Jika ingin tetap bersaing hingga akhir musim, Persib dituntut tampil konsisten dan meraih kemenangan di setiap laga.
Setelah laga ini, Persib akan kembali tampil di kandang menghadapi Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Jumat, 24 April 2026. Laga tersebut diprediksi menjadi titik krusial dalam menjaga asa juara Maung Bandung tetap menyala.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










