bukamata.id – Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW PERSIS) Jawa Barat menyampaikan kecaman keras terhadap insiden pembagian minuman keras jenis bir yang terjadi di zona penyemangat (cheering zone) acara Pocari Sweat Run 2025. Aksi ini dilakukan oleh komunitas Freerunner Bandung dan dinilai telah menodai nilai-nilai moral serta aturan yang berlaku di Kota Bandung.
Ketua PW PERSIS Jawa Barat, Ustaz Iman Setiawan Latief, menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan hanya melanggar norma sosial dan agama, tetapi juga bertentangan dengan hukum daerah.
“Kami menilai, tindakan ini melanggar norma sosial dan agama serta Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 11 Tahun 2010 tentang pelarangan dan pengawasan minuman beralkohol,” tegasnya pada Jumat (25/7/2025) melalui keterangan kepada situs resmi persis.or.id.
Ustaz Iman juga menyesalkan bahwa tindakan tak pantas tersebut terjadi dalam konteks acara olahraga, yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai seperti disiplin, sportivitas, dan kejujuran.
“Ini mencoreng citra dunia olahraga,” ujarnya.
Menyikapi insiden ini, PW PERSIS Jawa Barat mendesak kepolisian—terutama Polda Jawa Barat—untuk segera melakukan tindakan konkret terhadap pihak-pihak yang terlibat, baik individu maupun komunitas.
“Kami minta langkah tegas, bukan sekadar klarifikasi tanpa tindakan,” tegas Ustaz Iman.
Ia juga menekankan bahwa permintaan maaf saja tidak cukup. Menurutnya, penyelenggara acara harus bertanggung jawab penuh, melakukan introspeksi, dan memperbaiki sistem pengawasan terhadap aktivitas para peserta dan komunitas yang turut serta.
“Penyelenggara tidak boleh cuci tangan. Harus bertanggung jawab dan melakukan evaluasi total agar kejadian ini tidak terulang,” tuturnya.
Selain itu, PW PERSIS menyerukan adanya peningkatan pengawasan dari pihak pemerintah daerah dan aparat keamanan terhadap seluruh kegiatan publik, terutama yang digelar di ruang terbuka.
“Kalau tidak ditangani serius, ini akan merusak kenyamanan dan tatanan sosial masyarakat, tidak hanya di Bandung, tapi juga secara nasional,” tambah Ustaz Iman.
Sebagai penutup, PW PERSIS Jawa Barat berharap insiden ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, agar penyelenggaraan event publik tetap mengedepankan nilai-nilai budaya, etika, dan hukum yang berlaku. Menurut mereka, kegiatan olahraga seharusnya memberi manfaat secara fisik dan moral, bukan justru menimbulkan keresahan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










