Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Versi Dapur, Fakta atau Rekayasa? Waspada Link Berbahaya

Jumat, 3 April 2026 17:40 WIB
pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Jumat, 3 April 2026 17:22 WIB

Mark Lee Resmi Tinggalkan NCT per 8 April: Alasan di Balik Keputusan Besar dan Isak Tangis di Konser Terakhir

Jumat, 3 April 2026 16:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Versi Dapur, Fakta atau Rekayasa? Waspada Link Berbahaya
  • Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek
  • Mark Lee Resmi Tinggalkan NCT per 8 April: Alasan di Balik Keputusan Besar dan Isak Tangis di Konser Terakhir
  • Awas Terlewat! Duel Semen Padang vs Persib Bandung Jadi Satu-satunya Laga Tidak Disiarkan di TV
  • Adik Tijjani Reijnders Jadi Rebutan, Persib Siap Lepas?
  • VIRAL! Video Ibu Tiri Part 2 Versi Dapur Diburu, Hati-Hati Link Bisa Kuras Rekening
  • Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan
  • Hujan Angin Hantam Bandung! Pohon Tumbang hingga Billboard Raksasa Roboh
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 3 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pertama di Indonesia, ITB Bakal Bangun Teleskop VGOS Pengukur Gerakan Benua

By SusanaKamis, 15 Agustus 2024 16:20 WIB2 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) akan membangun Teleskop Radio Very Long Baseline Interferometry (VLBI) Global Observing System atau VGOS di Observatorium Bosscha.

VGOS adalah sebuah jaringan teleskop radio global yang beroperasi secara sinkron untuk mengamati sumber radio kosmik dengan presisi tinggi.

Dengan menggabungkan data dari beberapa teleskop yang tersebar di seluruh dunia, akan tercipta pengukuran yang presisi terkait jarak dari satu titik teleskop dengan teleskop lainnya.

Pembangunan tersebut merupakan yang pertama di Indonesia. Dalam pengerjaannya, ITB bekerja sama dengan Shanghai Astronomical Observatory-Chinese Academy of Sciences (SHAO-CAS).

Kepala Biro Kemitraan ITB, Taufiq Hidayat mengatakan, teleskop ini akan bekerja di dalam jaringan yang akan bergabung dengan banyak teleskop radio lainnya di dunia.

Sejauh ini, VLBI masih terpusat di belahan bumi bagian utara. Adapun di daerah ekuator masih jarang dan di beberapa negara sekitar masih dalam tahap pembangunan.

Baca Juga:  Berikan Kenyamanaan saat Menunggu, Antrique Bertransformasi Jadi WaitHub

Keberadaan teleskop radio di ekuator sangat dibutuhkan mengingat hanya ada satu stasiun teleskop radio di sekitar ekuator, yakni di Brazil.

Salah satu implementasinya adalah untuk mengukur pergerakan benua. Dengan alat ini, kecepatan pergerakan dalam jangka waktu tertentu hingga perubahan jarak dari benua tersebut dapat diketahui dengan presisi.

“Dengan demikian, kita dapat menentukan apakah sebuah wilayah memiliki potensi yang berbahaya atau tidak,” kata Taufiq Hidayat, dikutip dari laman resmi ITB, Kamis (14/8/2024).

Baca Juga:  Alumni ITB Titipkan Visi Indonesia Berteknologi untuk Anies Baswedan

Selain itu, posisi Indonesia diharapkan dapat mengisi kekosongan daerah ekuator untuk regional AOV (Asia-Oceania VLBI Group for Geodesy and Astrometry) yang merupakan subgrup dari IVS (International VLBI Service for Astrometry and Geodesy).

Dengan pembangunan teleskop radio VGOS ini, Indonesia akan berperan dalam menjembatani baseline belahan bumi utara dan selatan.

Hal tersebut pun menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk dapat ikut berkontribusi dalam jejaring teleskop radio internasional dan membuka berbagai kolaborasi multidisiplin pada masa mendatang.

Selain dapat mengukur pergerakan titik-titik di permukaan bumi yang bergerak, teleskop ini dapat digunakan untuk membuat kerangka acuan dengan sangat akurat, standar waktu yang presisi, dan memantau potensi dari perubahan iklim.

Baca Juga:  Observatorium Bosscha Lakukan Pengamatan Hilal Ramadhan 1445 H

Teleskop radio canggih dengan standar internasional ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi astronomi nasional dan membuka peluang riset yang lebih luas.

Hal ini karena fungsinya yang beragam, tidak hanya untuk astronomi, tetapi juga untuk geodesi, sains data, telekomunikasi, rekayasa perangkat lunak, dan sebagainya.

Dengan demikian, pembangunan teleskop radio VGOS di Observatorium Bosscha merupakan investasi jangka panjang bagi Indonesia dalam berbagai bidang.

Teleskop ini akan menjadi aset berharga bagi dunia pendidikan, penelitian, dan inovasi, serta memperkuat posisi Indonesia di peta astronomi global.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ITB Observatorium Bosscha teleskop VGOS
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Hujan Angin Hantam Bandung! Pohon Tumbang hingga Billboard Raksasa Roboh

ilustrasi bansos

Kabar Gembira! Bansos 2026 Cair Pekan Kedua April, Cek Nama Kamu

Estafet Penggeledahan KPK: Usai Bandung, Rumah Ono Surono di Indramayu Jadi Sasaran

Korupsi Jabar

KPK Sita Uang Ratusan Juta dari Rumah Ono Surono

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.