Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Thom Haye Diduga Kena Pukul? Rekaman Insiden dengan Pemain Bali United Jadi Sorotan

Jumat, 21 Agustus 2026 12:17 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Buyback Rp2,585 Juta: Ini Daftar Lengkapnya

Jumat, 21 Agustus 2026 11:05 WIB

Sering Bikin Penasaran, Ini Arti Desil 6–10 dan Alasan Tak Jadi Prioritas Bansos

Jumat, 21 Agustus 2026 09:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Thom Haye Diduga Kena Pukul? Rekaman Insiden dengan Pemain Bali United Jadi Sorotan
  • Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Buyback Rp2,585 Juta: Ini Daftar Lengkapnya
  • Sering Bikin Penasaran, Ini Arti Desil 6–10 dan Alasan Tak Jadi Prioritas Bansos
  • Inikah Tahun Terparah? 1.487 Titik Api Kepung Kalimantan, Jeritan Warga di Bawah Langit Merah!
  • Bansos BPNT Cair Agustus 2026: Cek NIK KTP Anda, 18 Juta Penerima Siap Terima Bantuan
  • NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Agustus 2026 Sekarang, Bantuan Rp600 Ribu Menanti
  • 4 Gol dalam 7 Laga! Balsa Sekulic Jadi Mesin Gol Persib Jelang Play-off ACL Two
  • Kapan PKH dan BPNT 2026 Cair? Ini Jadwal Tahap 3 dan Cara Cek Bansos Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 21 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jadi Rujukan Penetapan 1 Syawal, Observatorium Bosscha ITB Lakukan Pengamatan Hilal di Lembang

By SusanaSelasa, 9 April 2024 18:30 WIB2 Mins Read
Observatorium Bosscha ITB lakukan pengamatan hilal untuk penetapan 1 Syawal di Lembang. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan salah satu rujukan untuk penetapan awal bulan Hijriah, termasuk Syawal, oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dan masyarakat umum.

Di Indonesia sendiri, pihak yang berwenang menentukan awal bulan Hijriah penting, seperti Syawal, adalah pemerintah Republik Indonesia melalui Kemenag RI dalam proses sidang isbat pada tanggal 9 April 2024.

Tugas Observatorium Bosscha adalah menyampaikan hasil perhitungan, pengamatan, dan penelitian tentang hilal kepada unit pemerintah yang berwenang jika diperlukan sebagai masukan untuk sidang isbat.

Kali ini, tim Observatorium Bosscha melaksanakan pengamatan hilal atau rukyatul hilal dilaksanakan di dua daerah yakni Lembang dan Kupang pada 9 April 2024 mulai sore hari hingga bulan terbenam.

“Pengamatan bulan sabit itu ditujukan untuk meneliti ambang visibilitas (kenampakan) bulan sebagai fungsi dari elongasi terhadap ketebalan sabit bulan, juga dalam rangka rukyatul hilal bulan Syawal 1445 H,” dikutip dari laman resmi Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Selasa, (9/4/2024).

Staf peneliti Tim Observatorium Bosscha ITB di Lembang, Dimas Gilang Ramadhan mengatakan dalam pengamatan yang dilakukan menggunakan tiga teleskop.

“Kami saat ini sedang mencoba mengamati bulan sabit muda di upuk sebelah barat, kami menyiapkan ga teleskop. Kami juga mengajak teman-teman mahasiswa untuk mengikuti kegiatan pengamatan hilal,” ungkap Dimas, Selasa (9/4/2024).

Lanjut, dimas mengatakan dari ketiga teleskop tersebut, dua diantaranya bisa diamati dengan mata, dan yang satunya menggunakan kamera.

“Dua teleskop bisa diamati dengan mata, dan yang lainnya menggunakan kamera sehingga berhasil mengarahkan ke bulan bisa menangkap citranya dan bisa disimpan dalam bentuk file,” ujarnya.

Sedangkan, Tim Observatorium Bosscha yang melakukan pengamatan hilal di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur menggunakan teleskop refraktor berdiameter 106 mm.

Adapun hasil pengamatan sabit bulan dari Lembang dan Kupang akan disampaikan secara real-time dan terus diperbarui melalui halaman website https://bosscha.itb.ac.id/id/berita/aktivitas/2024-04-09-hasil-hilal-syawal/.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

1 Syawal ITB Lembang Observatorium Bosscha pengamatan hilal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Inikah Tahun Terparah? 1.487 Titik Api Kepung Kalimantan, Jeritan Warga di Bawah Langit Merah!

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Agustus 2026 Sekarang, Bantuan Rp600 Ribu Menanti

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Kapan PKH dan BPNT 2026 Cair? Ini Jadwal Tahap 3 dan Cara Cek Bansos Pakai NIK KTP

Malaysia Kena Imbas Karhutla di Kalimantan, 108 Sekolah Tutup Sementara

Ilustrasi virus HIV/AIDS

Kasus HIV/AIDS di Kuningan Naik Tiap Tahun: Tembus 1.354 Penderita, Merata di 32 Kecamatan

BPNT Agustus 2026 Cair Bertahap! Cek Penerima Bansos Pakai NIK KTP, 18,25 Juta KPM Terdata

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
  • Pidato Presiden Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Viral, Begini Kata Istana
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.