Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi Sate

Surga Kuliner di Jantung Jawa Barat: 10 Rekomendasi Tempat Makan Ikonik di Purwakarta

Minggu, 5 April 2026 06:00 WIB

Cukup Jalan Kaki! 7 Rekomendasi Kuliner Hits Dekat Stasiun Bogor yang Wajib Dicoba

Minggu, 5 April 2026 02:00 WIB

Menjelajah Rasa di Subang: 10 Kuliner Ikonik yang Bikin Lidah Ketagihan!

Minggu, 5 April 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Surga Kuliner di Jantung Jawa Barat: 10 Rekomendasi Tempat Makan Ikonik di Purwakarta
  • Cukup Jalan Kaki! 7 Rekomendasi Kuliner Hits Dekat Stasiun Bogor yang Wajib Dicoba
  • Menjelajah Rasa di Subang: 10 Kuliner Ikonik yang Bikin Lidah Ketagihan!
  • Fenomena Link Video Syakirah 7 Menit Kembali Mencuat: Mengapa Anda Harus Berhenti Mencari Tautannya?
  • Heboh Link Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Dapur: Awas Jebakan Phishing yang Bisa Kuras Saldo Rekening!
  • Bukan Sekadar Jalan-Jalan! Ini 10 Spot ‘Healing’ Terbaik di Bandung yang Bikin Gagal Move On
  • Rumor Kencan Bernadya dan Iqbaal Ramadhan Pecah! Berawal dari Foto ‘Blur’, Netizen Temukan Bukti Ini
  • Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 5 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pesan Ketum Muhammadiyah untuk Peserta dan Pendukung Pemilu: Siapapun yang Menang Jangan Takabur

By Putra JuangSenin, 12 Februari 2024 11:23 WIB2 Mins Read
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. (Foto: Muhammadiyah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Para kontestan dan pendukung pada Pemilu 2024 harus berkontestasi secara demokratis, kejujuran, keterpercayaan, dan lapang hati, serta siap menang dan siap kalah.

Demikian pesan yang disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam Refleksi Pemilu 2024 pada Minggu (11/2/2024).

Menurutnya, dalam setiap kontestasi, para peserta dan pendukung harus siap menang dan kalah. Berkompetisi secara sportif dengan jiwa kenegarawanan yang tinggi. Sehingga Pemilu 2024 menjadi bersih, beretika, dan tidak ada kecurangan.

“Seluruh pihak yang berkontestasi siapapun yang menang dan memperoleh mandat rakyat benar-benar hasilnya autentik, tidak takabur diri, serta bebas dari hisab dan hujatan publik,” kata Haedar.

Baca Juga:  Nyoblos Perdana Sebagai Pj Gubernur Jabar, Bey akan Gunakan Hak Pilihnya di Jalan Garut Bandung

Di sisi lain, bagi para pejabat publik baik itu yang ada di aparat TNI, Polri, dan seluruh pihak penyelenggara pemerintahan dari pusat sampai daerah diharapkan menjunjung patriot, profesional, menjaga moralitas, dan tanggung jawab konstitusinya dalam melaksanakan pengawalan Pemilu.

Pesan serupa juga Haedar tujukan pada penyelenggara pemilu yaitu KPU, Bawaslu, dan berbagai lembaga terkait untuk berintegritas. Mereka diharapkan menjadi wasit yang memiliki tanggung jawab tidak hanya keduniaan, tapi juga di hari akhir.

Baca Juga:  Bawaslu Temukan 67 Pelanggaran Kegiatan Kampanye di Jabar

“Pemilu yang bersih tanpa penyimpangan menjadi dan mesti menjadi komitmen dan budaya politik seluruh elit dan warga serta penyelenggara negara, dan komponen bangsa,” ungkapnya.

Setelah melewati lima pemilu, kata Haedar, bangsa ini diharapkan pada Pemilu 2024 ini akan berjalan lebih baik, bersih, dan lebih bermartabat sejalan dengan peraturan yang berlaku. Sebab, jika terjadi penyimpangan dan tidak sejalan sesuai konstitusi, Haedar khawatir akan menimbulkan insiden buruk.

Namun, jika nanti setelah penyelenggaraan Pemilu 2024 terjadi sengketa melalui jalur hukum. Maka hukum yang harus berlaku adalah yang lurus disertai kejujuran, akuntabel, terbuka, dan mengedepankan etika luhur.

Baca Juga:  Anwar Abbas: Muhammadiyah untuk Semua Umat dan Bangsa

“Keteladanannya dengan taat konstitusi dan mau menyelesaikan sengketa Pemilu secara elegan, melalui jalur hukum yang berlaku disertai jiwa kenegarawanan yang utama. Jauhi segala provokasi dan anarki yang dapat mencederai demokrasi dan merusak masa depan negeri,” tuturnya.

Kepada rakyat Indonesia yang memiliki suara, Haedar berpesan supaya tidak menjadi golongan putih (golput). Sebab penyaluran suara yang mereka lakukan bagian dari wujud tanggung jawab kebangsaan.

“Rakyat diharapkan mengikuti Pemilu dengan tertib, aman, damai, taat, cerdas, kritis, dewasa, beretika, toleran dan menjaga persaudaraan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Haedar Nashir Muhammadiyah Pemilu 2024
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Terpopuler
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
  • Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Bikin Penasaran, Link Telegram Banyak Dicari
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.