bukamata.id – Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Anies Baswedan dan Cak Imin hadir dalam acara Dialog Terbuka Muhammadiyah.
Dialog Terbuka tersebut berlangsung pada hari ini, Rabu (22/11/2023) di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Dalam acara Dialog Terbuka tersebut, Anies Baswedan pun menyampaikan pidato mengenai gagasannya bersama Cak Imin.
Anies Baswedan menyampaikan bahwa niat dan tujuannya bersama Cak Imin dalam melakukan perubahan Indonesia bukan hanya sekedar mengubah melainkan ingin menjadikan Indonesia yang lebih adil.
“Saya, Gus Muhaimin, berangkat dari sebuah ikhtiar, niat dan tujuan bahwa ikhtiar kita untuk melakukan perubahan bukan sekedar mengubah, tapi kami ingin Indonesia yang lebih adil, dan memberikan kesempatan yang setara,” beber Anies, dikutip dari YouTube Muhammadiyah Channel, Rabu (23/11/2023).
Lanjut, Anies menjelaskan bahwasannya prinsip keadilan yang dibawanya bersama Cak Imin akan diterjemahkan dalam kebijakan-kebijakan pemerintahan Indonesia.
“Prinsip keadilan adalah prinsip utama yang hendak kami bawa, ini yang kemudian nanti akan diterjemahkan di dalam berbagai macam kebijakan,” ujarnya.
Selain gagasan perubahan, Anies Baswedan pun menyampaikan terkait kondisi Indonesia yang hari ini mengalami kemunduran dari berbagai sektor.
Termasuk kemunduran dalam demokrasi, yang turun dari 2015 ke 2022.
“Indonesia hari ini mengalami kemunduran dalam kegiatan kenegaraan dan demokrasi, indeks demokrasi kita turun dari 2015 ke 2022, indeks kebebasan pers turun, indeks persepsi korupsi turun,” ungkapnya.
Mengenai kemunduran tersebut, Anies Baswedan pun berencana mengembalikan integritas menjadi prioritas yang paling utama.
“Karena itu kita akan berencana, Insya Allah bisa mengembalikan agar integritas menjadi prioritas utama di dalam menjalankan pemerintahan,” tandasnya
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











