bukamata.id – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) resmi mengambil alih penanganan insiden tragis yang terjadi dalam acara hiburan rakyat pada pesta pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Maula Akbar, dengan Wakil Bupati Garut Putri Karlina. Peristiwa ini menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya.
“Kemarin pada hari Minggu, pukul 10.30 WIB, perkara tersebut dilimpahkan ke Krimum Polda Jabar,” ungkap Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, saat dikonfirmasi media, Senin (21/7/2025).
Ia menambahkan bahwa meski kasus kini ditangani oleh Ditreskrimum Polda Jawa Barat, Polres Garut tetap akan memberikan dukungan penuh dalam proses penyelidikan.
“Jadi, pemeriksaan selanjutnya dilakukan oleh Polda Jawa Barat. Kita juga siap membantu,” tegasnya.
Kronologi Insiden
Insiden memilukan tersebut terjadi pada Jumat siang, 18 Juli 2025, sekitar pukul 13.00 WIB, di area Pendopo Garut, Jalan Kabupaten. Acara yang digelar sebagai bagian dari perayaan pernikahan itu dihadiri ribuan warga.
Massa dilaporkan telah memadati area sejak pagi hari. Ketika gerbang dibuka, kerumunan besar mulai berdesakan masuk ke lokasi acara. Kekacauan pun tak terhindarkan. Aksi saling dorong terjadi hingga menyebabkan sejumlah orang terjatuh dan terinjak-injak.
Akibatnya, sebanyak 26 orang dilaporkan menjadi korban dalam tragedi tersebut. Tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia, yaitu Vania Aprilia (8 tahun), Dewi Jubaedah (61 tahun), dan seorang anggota kepolisian, Bripka Cecep Saeful Bahri.
Pemeriksaan dan Tindak Lanjut
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait apakah akan ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun, pengambilalihan kasus oleh Polda Jabar mengindikasikan bahwa proses hukum akan berjalan secara menyeluruh.
Polda Jabar juga disebut telah memulai pendalaman terhadap prosedur pengamanan acara, jumlah petugas di lapangan, serta kepatuhan panitia terhadap standar keselamatan massa dalam kegiatan publik.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











