Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ramalan Hard Gumay Terbukti? Isu Kudeta Sudah Diramal Sejak 2024, Ada Sosok Licik Incar Kursi Presiden?

Kamis, 5 November 2026 09:22 WIB

Usai Amankan Tiket 16 Besar di Australia, Ini Jadwal Padat Persib Bandung Sepanjang November 2026

Kamis, 5 November 2026 09:05 WIB

Rincian Harga BBM Pertamina Terbaru per 5 November 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia

Kamis, 5 November 2026 08:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ramalan Hard Gumay Terbukti? Isu Kudeta Sudah Diramal Sejak 2024, Ada Sosok Licik Incar Kursi Presiden?
  • Usai Amankan Tiket 16 Besar di Australia, Ini Jadwal Padat Persib Bandung Sepanjang November 2026
  • Rincian Harga BBM Pertamina Terbaru per 5 November 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia
  • Satu Poin Lagi! Begini Syarat Persib Bandung Kunci Takhta Puncak Klasemen Grup E ACL 2
  • Wacana Baru BPJS Kesehatan: Iuran Gratis PBI JK Bakal Diperluas Hingga Desil 8, Cek Syaratnya!
  • Cair Mulai November! Simak Daftar Lengkap Kriteria Penerima BSU 2026 Beserta Cara Cek Statusnya
  • Igor Tolic Ungkap Kunci Persib Bandung Kalahkan Melbourne Victory
  • Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 5 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Prihatin Kondisi Bangsa, Civitas Akademika UPI Keluarkan Petisi Bumi Siliwangi Kampus Pejuang Pendidikan

By Putri Mutia RahmanSenin, 5 Februari 2024 11:38 WIB3 Mins Read
Civitas Akademika UPI. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Civitas Akademika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengeluarkan petisi “Bumi Siliwangi Kampus Pejuang Pendidikan” di halaman Taman Partere Kampus UPI Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Senin (5/2/2024).

Para Civitas Akademika UPI yang terdiri dari guru besar, dosen dan mahasiswa itu menyampaikan keprihatinan atas kondisi kebangsaan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Guru Besar UPI Bandung, Cecep Darmawan mengatakan, ini merupakan gerakan moral bangsa atas rentetan tindakan pengabaian etika, moral, dan nilai-nilai Pancasila serta pelanggaran norma konstitusi yang ditampilkan oleh para pejabat publik tanpa rasa malu, menjadi potret rusaknya bingkai kebangsaan dan kenegaraan saat ini. 

“Saya kira ini gerakan moral kebangsaan. Kita hari ini sebetulnya terpapar oleh apa yang disaksikan bahwa politik kita itu menjadi politik sering kali menjadi kekuasaan semata, padahal kan bangsa kita apalagi dengan Tridharma perguruan tinggi sebenarnya ini bukan gerakan politik praktis, ini gerakan moral kebangsaan untuk menegakkan kembali bagaimana para pemimpin bangsa ini memberi teladan, contoh, role model,” kata Cecep.

Baca Juga:  Pria Lompat dari Lantai 11 Mal PVJ Bandung Ternyata Mahasiswa UPI

Menurut Cecep, tindakan cawe-cawe dalam pemilu, penyalahgunaan kekuasaan, penggunaan fasilitas negara dan politisasi bansos untuk kepentingan politik elektoral, serta pelanggaran netralitas oleh para pejabat publik dalam pemilu, menjadi gejala terdegradasinya nilai, moral, dan etika kebangsaan. Bahkan, dengan penuh kesadaran dan kesengajaan Jokowi secara terbuka menyatakan keberpihakannya dan keterlibatannya dalam kampanye politik pada Pemilu 2024.

“Kami Sangat menyayangkan sikap Presiden Republik Indonesia yang tidak mencerminkan kedudukannya sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan yang semestinya bersikap dan bertindak sebagai negarawan, teladan atau role model, serta pengayom bagi seluruh elemen masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.

Di samping itu, ketidak negarawanan Jokowi tidak selaras dengan ajaran trilogi kepemimpinan dari Ki Hajar Dewantara yakni ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani.

Baca Juga:  Viral Dugaan Penipuan Dosen UPI, Kampus Tegaskan Junjung Asas Praduga Tak Bersalah

“Artinya, tiga prinsip yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin adalah di depan memberi teladan, di tengah membangun ide atau gagasan, dan di belakang memberikan dorongan,” ungkapnya.

Cecep menilai, sikap dan tindakan ini jelas tidak memberikan pendidikan politik kebangsaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Jika dibiarkan, kondisi ini tentu berpotensi dapat memberikan ekses buruk terhadap tidak terlegitimasinya penyelenggaraan pemilu, meningkatnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu, dan yang lebih buruk dapat mengancam disintegrasi bangsa dan negara,” katanya.

Atas kondisi tersebut, kata Cecep, Civitas Akademika UPI mendesak Jokowi agar mencabut pernyataan yang menunjukkan keberpihakannya dan keterlibatannya dalam kampanye politik pada pemilu 2024. 

“Meminta Presiden Republik Indonesia agar bersikap dan bertindak sebagai negarawan yang menjunjung tinggi nilai, moral, dan etika kebangsaan berdasarkan Pancasila serta mengingat kembali sumpah dan janjinya sebagai Presiden Republik Indonesia sebagaimana amanat konstitusi UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” bebernya.

Baca Juga:  Atasi Isu Krusial, Sekda Herman Ungkap Pentingnya Kolaborasi Pemerintah dan Lembaga Pendidikan

Civitas Akademika UPI juga meminta seluruh lembaga negara dan para pejabat publik agar komitmen untuk menegakkan Etika Kehidupan Berbangsa sebagaimana diatur dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. 

“Mendesak Presiden Republik Indonesia dan para pejabat publik lainnya agar tidak menyalahgunakan kekuasaan dan menggunakan fasilitas serta sumber daya negara untuk kepentingan politik praktis kampanye pemilu,” imbuhnya. 

Civitas Akademika UPI mengajak seluruh elemen masyarakat, bangsa, dan negara untuk mengawasi jalannya penyelenggaraan Pemilu 2024 secara berkeadilan dan berintegritas sebagai wujud pendidikan politik kebangsaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

UPI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ramalan Hard Gumay Terbukti? Isu Kudeta Sudah Diramal Sejak 2024, Ada Sosok Licik Incar Kursi Presiden?

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli

Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.