bukamata.id – Kabar mengejutkan datang dari kompetisi Liga 2 Indonesia. Salah satu tim peserta, PSKC Cimahi, dilaporkan menunggak gaji pemain dengan total mencapai Rp871.120.000.
Kabar ini mencuat lewat berbagai unggahan di media sosial dan langsung memicu pertanyaan publik terkait kredibilitas manajemen klub asal Jawa Barat tersebut.
Dalam laporan tersebut, PSKC Cimahi bahkan berada di posisi kedua dari 13 klub Liga 2 yang menunggak gaji, di bawah Sriwijaya FC yang tercatat memiliki tunggakan lebih dari Rp1,5 miliar.
Menanggapi isu ini, Direktur Operasional (COO) PSKC Cimahi, Derry Hidayat, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa tunggakan tersebut merupakan warisan dari manajemen lama, sebelum klub resmi diakuisisi oleh PT Bintang Sepakbola Dunia pada tahun 2023.
“Kami adalah manajemen baru yang mengakuisisi PSKC pada 2023. Segala permasalahan, termasuk penunggakan gaji yang terjadi pada musim 2021/2022, merupakan tanggung jawab manajemen sebelumnya,” ujar Derry, Rabu (23/4/2025).
Ia menjelaskan bahwa dalam proses akuisisi, telah ada kesepakatan bahwa semua kewajiban yang belum diselesaikan akan tetap menjadi tanggung jawab pihak sebelumnya.
“Itu menjadi tanggung jawab pihak lama, dalam hal ini Pak Edi sebagai pemilik sebelumnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Derry mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sejak tahun 2024 untuk meminta kejelasan status utang tersebut. Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari federasi maupun operator liga.
“Kami sudah menyurati PSSI dan LIB sejak tahun lalu, tapi belum juga mendapat jawaban atau kejelasan soal status tunggakan yang dituduhkan,” ujarnya.
Derry menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan manajemen baru, PSKC Cimahi tidak memiliki masalah tunggakan gaji.
“Sejak kami mengelola klub ini, tidak ada satu pun tunggakan gaji ataupun kewajiban lain yang belum diselesaikan,” tegasnya.
Pada musim Liga 2 2024/2025, PSKC Cimahi yang berjuluk Laskar Sangkuriang, finis di posisi ketiga Grup Y babak delapan besar.
Hasil tersebut membuat mereka gagal melangkah ke semifinal sekaligus kehilangan peluang promosi ke Liga 1.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










