Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persija vs Persib Jadi Sajian Utama! Ini Jadwal Lengkap Super League Pekan Kedua

Jumat, 11 September 2026 04:00 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

NIK KTP Jadi Kunci! Begini Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP

Jumat, 11 September 2026 03:00 WIB
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Klaim Saldo DANA Gratis 11 September 2026: Intip Cara Resmi dan Peluang Cuan Hari Ini

Jumat, 11 September 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persija vs Persib Jadi Sajian Utama! Ini Jadwal Lengkap Super League Pekan Kedua
  • NIK KTP Jadi Kunci! Begini Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP
  • Klaim Saldo DANA Gratis 11 September 2026: Intip Cara Resmi dan Peluang Cuan Hari Ini
  • Banjir Reward! Deretan Kode Redeem FF 11 September 2026 dan Cara Klaim Cepatnya
  • Pernyataan soal Nabi Muhammad Picu Kegaduhan, Abah Setu Akhirnya Minta Maaf
  • Head-to-Head Persija vs Persib: GBK Jadi Saksi Saling Tahan
  • Buntut Tegur Pendaki Ilegal, Pos Simaksi Gunung Gede Pangrango Dirusak dan Petugas Dianiaya
  • Kiper Muda Persib Tantang Atmosfer Panas GBK, Fitrah Maulana Siap Buktikan Diri
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 11 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

PSSI Akhiri Kerja Sama dengan Kluivert, Pengamat: Konsekuensi Logis dari Hukum Sepak Bola

By Putra JuangKamis, 16 Oktober 2025 14:15 WIB3 Mins Read
Patrick Kluivert. (Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Keputusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memutus kontrak Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala Tim Nasional Indonesia, bersama staf kepelatihan asal Belanda, tidak menjadi kejutan bagi pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni.

Menurut pria yang akrab disapa Bung Kus, keputusan tersebut merupakan akibat langsung dari kegagalan Kluivert dalam menjawab ekspektasi besar publik sepak bola Tanah Air.

Bung Kus menjelaskan, performa Kluivert selama enam pertandingan resmi belum memenuhi harapan. Dari enam laga tersebut, hanya dua yang berhasil dimenangkan Timnas, dan tidak ada perkembangan signifikan dalam kualitas permainan.

“Pemberhentian Kluivert dan jajaran pelatih asal Belanda tidak mengagetkan. Bisa dikatakan ini merupakan konsekuensi logis dari hukum sepak bola,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (16/10/2025).

Baca Juga:  Dipanggil Timnas, Dua Striker Lokal Siap Buktikan Diri di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Ia juga menilai, momen kedatangan Kluivert ke Indonesia kurang tepat, yakni ketika Timnas sedang berada dalam periode penting menuju Piala Dunia. Selain itu, Kluivert menggantikan sosok pelatih sebelumnya yang cukup populer dan dinilai sukses membawa perubahan positif.

“Kluivert datang ke Timnas Indonesia pada momen yang kurang tepat. Ia datang saat timnas sedang dalam fase yang sangat krusial menuju Piala Dunia. Dan ia tidak punya cukup pengalaman kepelatihan maupun manajerial menghadapi situasi kritis seperti itu,” jelas Bung Kus.

Harapan tinggi dari publik pun tidak mampu dipenuhi. Statistik menunjukkan Kluivert hanya memberikan dua kemenangan dari enam pertandingan resmi, sesuatu yang dinilai belum cukup untuk standar tim nasional.

“Sayangnya Kluivert gagal memenuhi ekspektasi publik itu. Secara prestasi, ia cuma mempersembahkan dua kemenangan dari enam laga resmi. Tidak meyakinkan,” tegasnya.

Baca Juga:  Patrick Kluivert Panggil Skuad Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan Tak Masuk Daftar

Dari sisi permainan, Bung Kus juga mengkritik minimnya perubahan signifikan. Gaya bermain Timnas dianggap masih terjebak dalam masalah klasik seperti lini serang yang tumpul, kreativitas yang kurang berkembang, serta kesalahan-kesalahan elementer yang berulang.

“Secara permainan, Kluivert juga tidak mampu memberi warna baru atau meningkatkan level permainan timnas. Bisa dibilang, di tangan Kluivert timnas masih berkutat di lubang yang sama: kurang tajam, kurang kreatif, dan sering bikin kesalahan sendiri,” terangnya.

Bung Kus juga menilai beberapa keputusan taktik Kluivert justru merugikan tim. Misalnya, perubahan formasi dari 3-4-3 ke 4-2-3-1 yang diterapkan tanpa hasil positif.

Baca Juga:  Debut Ole Romeny: Cetak Gol Bersejarah, Dedikasikan untuk Nenek di Medan

Secara keseluruhan, menurutnya, akar permasalahan ada pada minimnya pemahaman Kluivert terhadap sepak bola Indonesia.

“Secara umum, saya menilai Kluivert tidak cukup mendalam pemahamannya tentang timnas dan sepak bola Indonesia. Mungkin karena ia kurang sering berada di Indonesia. Kekurangpahaman itu yang membuat banyak keputusannya kurang akurat. Lalu berujung pada hasil-hasil yang mengecewakan,” katanya.

Bung Kus menutup dengan menyatakan bahwa keputusan PSSI sudah tepat, dan seharusnya menjadi pelajaran penting untuk ke depannya.

“Jadi, pemberhentian Kluivert sama sekali tidak mengagetkan. Ini sekaligus menjadi pelajaran mahal bagi PSSI agar lebih bijak, semakin hati-hati, dan mau mendengar masukan publik (bukan hanya segelintir orang) dalam membuat keputusan yang sangat penting,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Patrick Kluivert PSSI Sepak Bola Indonesia Timnas Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Persija vs Persib Jadi Sajian Utama! Ini Jadwal Lengkap Super League Pekan Kedua

Head-to-Head Persija vs Persib: GBK Jadi Saksi Saling Tahan

Persija vs Persib Resmi Digelar di SUGBK, Ferry Paulus Beri Peringatan Keras

Persija vs Persib Makin Panas, Kerim Memija Kirim Sinyal Perang ke Maung Bandung

Prediksi Manchester United vs Sabah: Sesko Starter, Setan Merah Diprediksi Menang

Mengenal Dominic Lion, Remaja Surabaya Usia 13 Tahun yang Bikin Gempar Panggung MMA Asia!

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Suara Mirip Bass Bergema dari Bandung Hingga Purwakarta, Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.