Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana

Kamis, 29 Oktober 2026 11:46 WIB

Warga Coblong Tolak Revitalisasi Taman Fitnes Teuku Umar, Pilih Lapangan Bola Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 11:14 WIB

Melesat 12 Tingkat! Persib Jadi Penyelamat Peringkat Sepak Bola Indonesia di Asia

Kamis, 29 Oktober 2026 11:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana
  • Warga Coblong Tolak Revitalisasi Taman Fitnes Teuku Umar, Pilih Lapangan Bola Dipertahankan
  • Melesat 12 Tingkat! Persib Jadi Penyelamat Peringkat Sepak Bola Indonesia di Asia
  • Dendam Lama Berujung Maut, Ini Sosok Eksekutor Penusukan di Pasar Caringin
  • Harga Emas Antam Anjlok Rp11.000 Hari Ini! Cek Daftar Lengkapnya Sebelum Beli
  • Video Lama Bocor Lagi! Reaksi Dingin Eve Saat Tahu Hamil Bikin Warganet Geleng-geleng Kepala
  • Sekulic Menggila, Persib Tekuk Melbourne Victory! Tolic Beri Pujian Setinggi Langit
  • Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang Edukasi Pelajar SMKN 9 Bandung Soal Pro-Kontra Pembuatan Perda

By Aga GustianaRabu, 26 Agustus 2026 19:30 WIB2 Mins Read
Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menjawab pertanyaan kritis para siswa SMKN 9 Bandung mengenai mekanisme penyerapan dan realisasi aspirasi, Anggota DPRD Jawa Barat Rafael Situmorang memberikan penjelasan mendalam mengenai rumitnya proses legislasi di parlemen.

Rafael menjelaskan bahwa proses mengubah masukan masyarakat menjadi sebuah Peraturan Daerah (Perda) atau Undang-Undang membutuhkan dialektika panjang. Hal ini disebabkan oleh heterogennya pandangan dan kepentingan yang ada di tengah publik.

Seringkali aspirasi yang masuk dari satu kelompok masyarakat bertentangan secara mendasar dengan aspirasi yang disampaikan oleh kelompok masyarakat lainnya.

Ia mencontohkan proses pembahasan Rancangan Perda tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) serta perlindungan anak dan perempuan yang sempat menyita perhatian publik luas.

Baca Juga:  Kasus Neni Nur Hayati vs Diskominfo Makin Panas, DPRD Jabar Turun Tangan

Dalam kasus Perda TPKS, terjadi benturan aspirasi yang sangat tajam antara kelompok masyarakat yang mendukung penuh penandatanganan aturan dengan kelompok yang menolaknya karena perbedaan sudut pandang nilai sosial dan ideologis.

“Bagaimana menerima aspirasi? Ya banyak sebetulnya, medianya kan banyak, apalagi sekarang era digital. Digital itu memudahkan aspirasi itu sampai,” jelas Rafael menguraikan kemudahan akses di era modern.

Baca Juga:  Ahmad Heryawan Ikut Aksi di DPRD Jabar, Ajak Mahasiswa Suarakan Kemerdekaan Palestina

Namun, ia menegaskan bahwa tantangan terbesar dewan bukanlah pada cara menerima aspirasi, melainkan bagaimana menjembatani benturan pandangan yang saling bertolak belakang.

“Nah pertanyaannya, apakah itu bisa kita lihat selanjutnya apakah tidak? Nah kadang-kadang memang aspirasi yang satu dengan yang lain itu bertentangan. Ada yang sifatnya ideologis,” terangnya.

“Contoh, Perda perlindungan terhadap kekerasan perempuan, TPKS. Ada waktu itu yang demo mendukung, ada yang demo menolak karena dianggap Perda ini sangat tanda kutip liberal,” urai Rafael menceritakan fenomena pro-kontra tersebut.

Baca Juga:  DPRD Jabar Dorong SPMB Lebih Transparan, Usulkan Nilai Peserta Dipublikasikan ke Publik

Rafael menceritakan bahwa ketika terjadi gelombang peristiwa kekerasan seksual di wilayah Cibiru dan pondok pesantren, benturan politik di parlemen akhirnya mencair. Seluruh fraksi di DPRD Jabar tergerak untuk menjadikan Perda tersebut sebagai inisiatif lembaga demi melindungi korban.

“Akhirnya membuat semua fraksi-fraksi DPR tidak terima didesak oleh kelompok-kelompok pro. Akhirnya waktu itu menjadi inisiatif DPRD,” pungkasnya memberikan gambaran nyata dinamika politik hukum.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jabar Rafael Situmorang SMKN 9 Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana

Warga Coblong Tolak Revitalisasi Taman Fitnes Teuku Umar, Pilih Lapangan Bola Dipertahankan

Dendam Lama Berujung Maut, Ini Sosok Eksekutor Penusukan di Pasar Caringin

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.