Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Live Streaming Persija vs Persib BRI Super League 2026: Nonton Siaran Langsung SUGBK Sore Ini

Sabtu, 12 September 2026 14:04 WIB

Kaya Raya dan Ditakuti Pejabat! Sisi Lain Mentan Amran: Jago Tebak Tebu, Suka Bantu Anak Yatim Piatu

Sabtu, 12 September 2026 13:54 WIB

Bansos Beras 30 Kg Cair Sekaligus: Jadwal, Syarat, dan Cara Cek Penerima

Sabtu, 12 September 2026 13:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Live Streaming Persija vs Persib BRI Super League 2026: Nonton Siaran Langsung SUGBK Sore Ini
  • Kaya Raya dan Ditakuti Pejabat! Sisi Lain Mentan Amran: Jago Tebak Tebu, Suka Bantu Anak Yatim Piatu
  • Bansos Beras 30 Kg Cair Sekaligus: Jadwal, Syarat, dan Cara Cek Penerima
  • Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi
  • Teror Petasan Jelang Big Match: Malam Mencekam Skuad Persib di Hotel Jakarta
  • Persija vs Persib Diprediksi Hujan Gol, Maung Bandung Diunggulkan Menang Tipis
  • Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!
  • Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang Edukasi Pelajar SMKN 9 Bandung Soal Pro-Kontra Pembuatan Perda

By Aga GustianaRabu, 26 Agustus 2026 19:30 WIB2 Mins Read
Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menjawab pertanyaan kritis para siswa SMKN 9 Bandung mengenai mekanisme penyerapan dan realisasi aspirasi, Anggota DPRD Jawa Barat Rafael Situmorang memberikan penjelasan mendalam mengenai rumitnya proses legislasi di parlemen.

Rafael menjelaskan bahwa proses mengubah masukan masyarakat menjadi sebuah Peraturan Daerah (Perda) atau Undang-Undang membutuhkan dialektika panjang. Hal ini disebabkan oleh heterogennya pandangan dan kepentingan yang ada di tengah publik.

Seringkali aspirasi yang masuk dari satu kelompok masyarakat bertentangan secara mendasar dengan aspirasi yang disampaikan oleh kelompok masyarakat lainnya.

Ia mencontohkan proses pembahasan Rancangan Perda tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) serta perlindungan anak dan perempuan yang sempat menyita perhatian publik luas.

Baca Juga:  Jawab Keluhan Masyarakat, Komisi V DPRD Jabar Pertimbangkan Pansus untuk Bongkar Sengkarut SPMB

Dalam kasus Perda TPKS, terjadi benturan aspirasi yang sangat tajam antara kelompok masyarakat yang mendukung penuh penandatanganan aturan dengan kelompok yang menolaknya karena perbedaan sudut pandang nilai sosial dan ideologis.

“Bagaimana menerima aspirasi? Ya banyak sebetulnya, medianya kan banyak, apalagi sekarang era digital. Digital itu memudahkan aspirasi itu sampai,” jelas Rafael menguraikan kemudahan akses di era modern.

Baca Juga:  Rafael Situmorang Minta Pemprov Jabar Tak Asal Eksekusi Kebijakan Sekolah Gratis Tanpa Matang

Namun, ia menegaskan bahwa tantangan terbesar dewan bukanlah pada cara menerima aspirasi, melainkan bagaimana menjembatani benturan pandangan yang saling bertolak belakang.

“Nah pertanyaannya, apakah itu bisa kita lihat selanjutnya apakah tidak? Nah kadang-kadang memang aspirasi yang satu dengan yang lain itu bertentangan. Ada yang sifatnya ideologis,” terangnya.

“Contoh, Perda perlindungan terhadap kekerasan perempuan, TPKS. Ada waktu itu yang demo mendukung, ada yang demo menolak karena dianggap Perda ini sangat tanda kutip liberal,” urai Rafael menceritakan fenomena pro-kontra tersebut.

Baca Juga:  Gelar Pengawasan di Pasirkaliki, Rafael Situmorang Buka-bukaan Soal APBD Jabar ke Warga

Rafael menceritakan bahwa ketika terjadi gelombang peristiwa kekerasan seksual di wilayah Cibiru dan pondok pesantren, benturan politik di parlemen akhirnya mencair. Seluruh fraksi di DPRD Jabar tergerak untuk menjadikan Perda tersebut sebagai inisiatif lembaga demi melindungi korban.

“Akhirnya membuat semua fraksi-fraksi DPR tidak terima didesak oleh kelompok-kelompok pro. Akhirnya waktu itu menjadi inisiatif DPRD,” pungkasnya memberikan gambaran nyata dinamika politik hukum.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jabar Rafael Situmorang SMKN 9 Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kaya Raya dan Ditakuti Pejabat! Sisi Lain Mentan Amran: Jago Tebak Tebu, Suka Bantu Anak Yatim Piatu

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, PKH hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan

Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.