Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh! Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Ada Link Asli?

Jumat, 20 Februari 2026 19:30 WIB

Bos Persib Meledak! Wasit FIFA Asia Dinilai Paling Parah di Indonesia

Jumat, 20 Februari 2026 19:01 WIB

Polisi Bongkar Gudang Obat Keras Ilegal di Bojongsoang, Puluhan Ribu Butir Disita

Jumat, 20 Februari 2026 18:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh! Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Ada Link Asli?
  • Bos Persib Meledak! Wasit FIFA Asia Dinilai Paling Parah di Indonesia
  • Polisi Bongkar Gudang Obat Keras Ilegal di Bojongsoang, Puluhan Ribu Butir Disita
  • Haid saat Ramadhan? Ini 5 Amalan yang Tetap Berpahala Besar
  • Demi Redam Perang Tarif, Indonesia ‘Terpaksa’ Belanja Migas AS Rp253 Triliun?
  • Misi Balas Dendam Maung Bandung: Menanti Duel Panas Persib vs Persita di GBLA!
  • Adzan Maghrib Bandung Hari Ini 20 Februari 2026, Catat Waktu Buka Puasa!
  • Jadwal Buka Puasa DKI Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026 Lengkap dengan Waktu Salat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang Sepakat Tinjau Konsesi Lahan, Akui Konflik Agraria Sudah Berlarut-larut Puluhan Tahun

By Putra JuangRabu, 10 Desember 2025 17:19 WIB2 Mins Read
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Rafael Situmorang. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Rafael Situmorang menyatakan kesepakatannya untuk menindaklanjuti persoalan agraria yang disebutnya sebagai isu yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun.

Hal ini disampaikan Rafael Situmorang menanggapi tuntutan peserta aksi dari Gerakan Reforma Agraria dan Lingkungan Hidup Se-Jabar di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, pada Selasa (9/12/2025).

Rafael Situmorang mengakui bahwa konflik agraria di Jabar adalah persoalan yang telah berlarut-larut. Ia bahkan menyebut bahwa dewan sempat mendiskusikan perlunya pembentukan Pengadilan Agraria khusus mengingat proses penyelesaian di pengadilan biasa yang dinilai sulit dan panjang.

“apakah perlu dibuatkan Pengadilan Agraria khusus, karena kalau pengadilan biasa susah dan prosesnya panjang,” ucap Rafel Situmorang.

Baca Juga:  DPRD Jabar Soroti Gerakan Rereongan Seribu, Dinilai Berpotensi Jadi Pungutan Terselubung

Yang menarik, Rafael Situmorang menyiratkan adanya kesepakatan di kalangan dewan terkait perlunya evaluasi terhadap penguasaan lahan oleh BUMN.

“Jadi sudah konkrit, kalau kami sepakat, karena bagi kami sejarah BUMN memang tanda kutip rampasan perang, harta gonimah, karena Belanda balik, kemudian diambil oleh negara,” kata Rafael Situmorang.

Baca Juga:  DPRD Jabar Konsultasi ke Kemendagri Bahas Perubahan Pajak Daerah untuk APBD 2026

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa DPRD Jabar memandang konflik lahan yang melibatkan BUMN memiliki akar sejarah yang kompleks, yaitu berasal dari aset-aset yang diambil alih negara pasca-peninggalan kolonial.

“Jadi soal agraria ini kan sudah puluhan tahun kita perjuangkan, cuman konflik lahan ini sudah panjang,” tandasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar, Wahyudin Iwang menyoroti parahnya ketimpangan penguasaan lahan di provinsi tersebut. Menurutnya, kebijakan pengelolaan lahan cenderung menguntungkan pemilik modal, menyebabkan alih fungsi tak terkendali, dan berujung pada krisis iklim serta bencana alam.

Baca Juga:  DPRD Jabar Siapkan Pembahasan RPJMD 2025-2029, Fokus Sinkronkan Visi Dedi-Erwan

“Ketimpangan penguasaan lahan hingga saat ini itu terus terjadi. Rakyat semakin tergusur, rakyat semakin sulit akses terhadap ruang,” tegas Iwang.

Pihaknya mendesak pemerintah untuk segera membentuk tim khusus atau Panitia Khusus (Pansus) guna melakukan evaluasi dan kajian kebijakan, serta mengevaluasi seluruh izin konsesi yang berada di wilayah pengelolaan Perhutani, PTPN, dan BKSDA.

Mereka juga menuntut pembukaan akses lahan bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan ruang kelola.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aksi agraria Bandung DPRD Jawa Barat evaluasi lahan BUMN ketimpangan penguasaan lahan konflik agraria Jabar konsesi lahan Rafael Situmorang reforma agraria Jabar Walhi Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polisi Bongkar Gudang Obat Keras Ilegal di Bojongsoang, Puluhan Ribu Butir Disita

Demi Redam Perang Tarif, Indonesia ‘Terpaksa’ Belanja Migas AS Rp253 Triliun?

Adzan Maghrib Bandung Hari Ini 20 Februari 2026, Catat Waktu Buka Puasa!

Jadwal Pencairan THR CPNS 2026, Siap-siap Terima di Minggu Pertama Puasa

Bunuh Diri di Pohon Kampus Unpad, Polisi Pastikan Korban Bukan Mahasiswa

Geger! Jasad Pria Ditemukan di Arboretum Unpad Jatinangor, Kondisinya Sudah Membusuk

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.