Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dua Gol dalam Empat Menit! Marc Klok Ungkap Kunci Kebangkitan Persib

Senin, 12 Oktober 2026 13:05 WIB

Heboh Video Bullying Mahasiswa Tel-U, Kampus Jatuhkan Sanksi dan Polisi Siap Usut

Senin, 12 Oktober 2026 13:02 WIB

Trotoar Pasar Kiaracondong Ditata, 77 Lapak PKL Dibongkar Mandiri

Senin, 12 Oktober 2026 12:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dua Gol dalam Empat Menit! Marc Klok Ungkap Kunci Kebangkitan Persib
  • Heboh Video Bullying Mahasiswa Tel-U, Kampus Jatuhkan Sanksi dan Polisi Siap Usut
  • Trotoar Pasar Kiaracondong Ditata, 77 Lapak PKL Dibongkar Mandiri
  • Kakang Rudianto Dihujani Kritik, Igor Tolic Pasang Badan
  • Nekat Begal Siang Bolong di Garut, Pelaku Berjuluk ‘Gembel’ Dihadiahi Timah Panas
  • Sopir Taksi Online Ditemukan Terkubur 1 Meter di Sumedang, Polisi Tangkap 2 Orang
  • Liverpool Dibantai 3-0 di Anfield! Manchester City Kudeta Arsenal dari Puncak Liga Inggris
  • Misteri Hilangnya Driver Taksi Online di Sumedang Terungkap, Yogi Ditemukan Terkubur di Kebun Teh
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 12 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ramai Tes Kehamilan Siswi SMA, Alissa Wahid: Diskriminasi pada Perempuan

By Putra JuangSenin, 27 Januari 2025 22:30 WIB2 Mins Read
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kestra), Alissa Qotrunnada Wahid. (Foto: dok. NU Online)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ramai di media sosial yang menampilkan rekaman para siswi sedang mengantre di toilet sekolah untuk melakukan tes kehamilan.

Sekolah yang melakukan tes kehamilan kepada siswi itu salah satunya terjadi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Sulthan Baruna, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Menanggapi hal ini, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kestra), Alissa Qotrunnada Wahid menilai bahwa praktik tersebut merupakan bentuk diskriminasi terhadap perempuan.

“Itu diskriminasi terhadap perempuan, walaupun niatnya baik ya. Tapi tes kehamilan itu kan sesuatu yang sangat privat, mengandung unsur kesakitan, dan kekerasan,” ucap Alissa dikutip laman NU Online, Senin (27/1/2025).

Baca Juga:  Satu Penganiaya Nenek di Cianjur Diringkus Polisi, Ngaku Terhasut Isu Penculikan

Alissa mengatakan bahwa pihak sekolah tidak percaya kepada para siswinya, sehingga justru membawa iklim atau penilaian yang sangat tidak baik kepada pihak sekolah.

“Berarti pihak sekolah itu tidak percaya sama sekali kepada murid-muridnya, ketidakpercayaan itu sendiri sudah membawa iklim sangat tidak baik di sekolah,” ungkapnya.

Alissa mengungkapkan bahwa anak-anak perlu tumbuh dalam kondisi dan situasi yang mereka dipercaya.

Baca Juga:  Daftar 3 Tempat Wisata di Cianjur, Dijamin Gak Bikin Mood Liburan Berantakan

“Anak-anak kita perlu tumbuh dalam kondisi yang dipercaya,” ujarnya.

Alissa menyebut, anak-anak perlu tumbuh dalam kondisi dan situasi yang dipercaya, maka mereka dapat mengambil keputusan berbagai hal dengan baik.

“Anak-anak kita perlu tumbuh dalam kondisi yang dipercaya, karena kalau dia (anak) dipercaya, dia (anak) bisa mengambil keputusan dengan baik,” imbuhnya.

Alissa menegaskan, semua tes kehamilan dan keperawanan bagi perempuan, maupun tes keperjakaan kepada laki-laki, merupakan hal yang tidak boleh dilakukan karena sifatnya sangat privasi.

Baca Juga:  Syaikhu-Ilham Dapat Dukungan Kiai dan Ulama Cianjur, Didoakan Jadi Pemimpin Amanah

“Tidak boleh tes keperjakaan, tes keperawanan, tes kehamilan. Itu hal yang sangat privat dan tidak selayaknya dilakukan seperti itu,” tegasnya.

Alumnus Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mengatakan bahwa pihak sekolah seharusnya membantu para siswanya melindungi diri dengan cara memberikan edukasi kesehatan reproduksi dan seks.

“Kalau pihak sekolah ingin agar anak-anak ini menjaga dirinya, bantu mereka untuk menjaga dirinya, bukan dengan melakukan tes-tes kehamilan atau tes keperawanan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur Nahdlatul Ulama PBNU SMA
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Heboh Video Bullying Mahasiswa Tel-U, Kampus Jatuhkan Sanksi dan Polisi Siap Usut

Trotoar Pasar Kiaracondong Ditata, 77 Lapak PKL Dibongkar Mandiri

Nekat Begal Siang Bolong di Garut, Pelaku Berjuluk ‘Gembel’ Dihadiahi Timah Panas

Sopir Taksi Online Ditemukan Terkubur 1 Meter di Sumedang, Polisi Tangkap 2 Orang

Ilustrasi korban meninggal.

Misteri Hilangnya Driver Taksi Online di Sumedang Terungkap, Yogi Ditemukan Terkubur di Kebun Teh

Terkuak! Ini Sosok Terduga Dalang Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang

Terpopuler
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.