Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

HUT ke-81 Jabar: IPM dan Ekonomi Naik, Kemiskinan-Pengangguran Masih Jadi Tantangan

Selasa, 18 Agustus 2026 20:21 WIB

Pemprov dan DPRD Jabar Sepakat Pinjam Rp3,4 Triliun untuk Tutup Defisit APBD 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 20:12 WIB

Pelabuhan Terakhir Vokalis Hits! Dikta Wicaksono Akhirnya Bikin Janji Suci Bareng Rachel Cia

Selasa, 18 Agustus 2026 19:59 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • HUT ke-81 Jabar: IPM dan Ekonomi Naik, Kemiskinan-Pengangguran Masih Jadi Tantangan
  • Pemprov dan DPRD Jabar Sepakat Pinjam Rp3,4 Triliun untuk Tutup Defisit APBD 2026
  • Pelabuhan Terakhir Vokalis Hits! Dikta Wicaksono Akhirnya Bikin Janji Suci Bareng Rachel Cia
  • Berapa Honor dan Bonus Paskibraka Nasional 2026? Ini Rincian Apresiasi untuk Pengibar Bendera Pusaka
  • Aksi Anarkis di Karnaval Cicalengka: Tiga Pria Mabuk Penganiaya Kapolsek dan Danramil Resmi Jadi Tersangka
  • Bukan Sekadar Pelatihan, Mahasiswa IPB Beri Pendampingan Psikologis untuk Eks-PMI Sukabumi
  • Bobotoh Wajib Tahu! Ini 12 Spot Nobar Persib vs Bali United Paling Seru di Bandung Malam Ini
  • Kulit Batang 11 Pohon di Jalan Pahlawan Dikelupas, DLH Lakukan Perawatan Intensif
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 18 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ramai Tes Kehamilan Siswi SMA, Alissa Wahid: Diskriminasi pada Perempuan

By Putra JuangSenin, 27 Januari 2025 22:30 WIB2 Mins Read
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kestra), Alissa Qotrunnada Wahid. (Foto: dok. NU Online)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ramai di media sosial yang menampilkan rekaman para siswi sedang mengantre di toilet sekolah untuk melakukan tes kehamilan.

Sekolah yang melakukan tes kehamilan kepada siswi itu salah satunya terjadi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Sulthan Baruna, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Menanggapi hal ini, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kestra), Alissa Qotrunnada Wahid menilai bahwa praktik tersebut merupakan bentuk diskriminasi terhadap perempuan.

“Itu diskriminasi terhadap perempuan, walaupun niatnya baik ya. Tapi tes kehamilan itu kan sesuatu yang sangat privat, mengandung unsur kesakitan, dan kekerasan,” ucap Alissa dikutip laman NU Online, Senin (27/1/2025).

Alissa mengatakan bahwa pihak sekolah tidak percaya kepada para siswinya, sehingga justru membawa iklim atau penilaian yang sangat tidak baik kepada pihak sekolah.

“Berarti pihak sekolah itu tidak percaya sama sekali kepada murid-muridnya, ketidakpercayaan itu sendiri sudah membawa iklim sangat tidak baik di sekolah,” ungkapnya.

Alissa mengungkapkan bahwa anak-anak perlu tumbuh dalam kondisi dan situasi yang mereka dipercaya.

“Anak-anak kita perlu tumbuh dalam kondisi yang dipercaya,” ujarnya.

Alissa menyebut, anak-anak perlu tumbuh dalam kondisi dan situasi yang dipercaya, maka mereka dapat mengambil keputusan berbagai hal dengan baik.

“Anak-anak kita perlu tumbuh dalam kondisi yang dipercaya, karena kalau dia (anak) dipercaya, dia (anak) bisa mengambil keputusan dengan baik,” imbuhnya.

Alissa menegaskan, semua tes kehamilan dan keperawanan bagi perempuan, maupun tes keperjakaan kepada laki-laki, merupakan hal yang tidak boleh dilakukan karena sifatnya sangat privasi.

“Tidak boleh tes keperjakaan, tes keperawanan, tes kehamilan. Itu hal yang sangat privat dan tidak selayaknya dilakukan seperti itu,” tegasnya.

Alumnus Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mengatakan bahwa pihak sekolah seharusnya membantu para siswanya melindungi diri dengan cara memberikan edukasi kesehatan reproduksi dan seks.

“Kalau pihak sekolah ingin agar anak-anak ini menjaga dirinya, bantu mereka untuk menjaga dirinya, bukan dengan melakukan tes-tes kehamilan atau tes keperawanan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Alissa Qotrunnada Wahid cianjur Nahdlatul Ulama PBNU siswi SMA tes kehamilan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

HUT ke-81 Jabar: IPM dan Ekonomi Naik, Kemiskinan-Pengangguran Masih Jadi Tantangan

Pemprov dan DPRD Jabar Sepakat Pinjam Rp3,4 Triliun untuk Tutup Defisit APBD 2026

Aksi Anarkis di Karnaval Cicalengka: Tiga Pria Mabuk Penganiaya Kapolsek dan Danramil Resmi Jadi Tersangka

Bukan Sekadar Pelatihan, Mahasiswa IPB Beri Pendampingan Psikologis untuk Eks-PMI Sukabumi

Kulit Batang 11 Pohon di Jalan Pahlawan Dikelupas, DLH Lakukan Perawatan Intensif

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair Bertahap! Begini Cara Cek Status Penerima lewat HP

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
  • Jelang HUT RI ke-81, Warga Cikutra Bikin Terowongan Merah Putih Sepanjang 180 Meter
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.