Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bisa Daftarkan Skuad Baru untuk Musim 2026/27

Rabu, 12 Agustus 2026 20:02 WIB

Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra

Rabu, 12 Agustus 2026 19:46 WIB

Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa

Rabu, 12 Agustus 2026 19:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bisa Daftarkan Skuad Baru untuk Musim 2026/27
  • Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra
  • Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa
  • Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan
  • Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban
  • Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras
  • Tak Perlu Jago Desain, 5 Prompt AI Ini Bisa Bikin Poster HUT RI Makin Keren
  • Persib Dapat Suntikan 2 Bintang Timnas, Sandy Walsh dan Ragnar Siap Unjuk Gigi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Satu Penganiaya Nenek di Cianjur Diringkus Polisi, Ngaku Terhasut Isu Penculikan

By Aga GustianaRabu, 7 Mei 2025 08:32 WIB2 Mins Read
Seorang nenek di Cianjur dipukul warga usai dituding penculik. Video kejadian viral, Ahmad Sahroni ikut soroti. Korban alami lebam di wajah. Foto: Capture Instagram @AhmadSahroni.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polisi berhasil meringkus Ahmad (50), salah satu pelaku pemukulan terhadap Asyah (76), seorang lansia asal Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Cianjur. Penangkapan ini dilakukan setelah penyelidikan mendalam terkait kasus penganiayaan yang dipicu oleh isu penculikan anak yang ternyata tidak benar.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi dua orang pelaku dalam aksi kekerasan terhadap nenek Asyah. Satu pelaku lainnya, bernama Abdul Kohar, saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian dan berstatus buron.

“Setelah dilakukan penyelidikan, kami menetapkan dua tersangka, yaitu Ahmad yang sudah berhasil diamankan di kediamannya, dan Abdul Kohar yang masih kami buru,” ujar AKP Tono kepada wartawan, Rabu (7/5/2025). Pihaknya menegaskan akan terus berupaya menangkap pelaku yang masih buron tersebut secepatnya.

AKP Tono menyayangkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan pelaku, yang didasari oleh isu penculikan yang tidak terbukti kebenarannya.

“Ada warga yang menyebarkan isu bahwa korban ini melakukan penculikan anak. Setelah kami selidiki, isu tersebut sama sekali tidak benar. Kami sangat mengutuk tindakan penganiayaan ini, apalagi korbannya adalah seorang wanita lansia,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, Ahmad dijerat dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pengeroyokan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Sementara itu, Ahmad saat diinterogasi mengakui perbuatannya dan mengaku terhasut oleh isu penculikan anak kandungnya.

“Saya memukul satu kali di bagian kepala. Saya emosi dan termakan hasutan setelah mendengar isu anak saya diculik. Saya sangat menyesal dan mengaku salah karena bertindak tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu,” ungkap Ahmad dengan nada menyesal.

Kronologi Kejadian:

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Asyah, seorang lansia berusia 76 tahun, mengalami luka lebam di wajah dan punggung setelah menjadi korban pemukulan oleh sejumlah warga di Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Cianjur. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (4/5/2025) siang, setelah korban kembali dari mencairkan dana pensiun mendiang suaminya di Sukabumi.

Saat berjalan pulang di Kampung Legok, Desa Bunijaya, Asyah meminta bantuan seorang anak kecil untuk menuntunnya karena kondisi jalan yang menanjak. Namun, anak tersebut tiba-tiba berlari meninggalkannya.

Tak lama berselang, seorang warga meneriakinya dan menuduhnya sebagai penculik. Warga lainnya yang mendengar teriakan tersebut kemudian mengerubungi Asyah dan melakukan aksi pemukulan serta penendangan. Bahkan, sebuah video yang beredar memperlihatkan seorang pria memukul kepala nenek Asyah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur Nenek penganiayaan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra

Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa

gempa

Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan

Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban

Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras

Geger! 35 Pohon di Bandung Ditebang Ilegal, Ada yang Sudah Ditutup Cor

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.