Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pakar ITB Kritik Wacana PKB Diganti Jalan Provinsi Berbayar: Campur Dua Hal Berbeda

Rabu, 13 Mei 2026 22:55 WIB

Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan

Rabu, 13 Mei 2026 22:20 WIB

Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif

Rabu, 13 Mei 2026 21:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pakar ITB Kritik Wacana PKB Diganti Jalan Provinsi Berbayar: Campur Dua Hal Berbeda
  • Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan
  • Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif
  • ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi
  • Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026
  • Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan
  • UMKM Bandung Siap Go Digital! Pemkot Luncurkan Program Besar hingga AI dan TikTok
  • Dekranasda Bandung Gelar Workshop Rajut di Braga, Warga Diajak Jadi Pelaku UMKM Kreatif
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 14 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Satu Penganiaya Nenek di Cianjur Diringkus Polisi, Ngaku Terhasut Isu Penculikan

By Aga GustianaRabu, 7 Mei 2025 08:32 WIB2 Mins Read
Seorang nenek di Cianjur dipukul warga usai dituding penculik. Video kejadian viral, Ahmad Sahroni ikut soroti. Korban alami lebam di wajah. Foto: Capture Instagram @AhmadSahroni.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polisi berhasil meringkus Ahmad (50), salah satu pelaku pemukulan terhadap Asyah (76), seorang lansia asal Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Cianjur. Penangkapan ini dilakukan setelah penyelidikan mendalam terkait kasus penganiayaan yang dipicu oleh isu penculikan anak yang ternyata tidak benar.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi dua orang pelaku dalam aksi kekerasan terhadap nenek Asyah. Satu pelaku lainnya, bernama Abdul Kohar, saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian dan berstatus buron.

“Setelah dilakukan penyelidikan, kami menetapkan dua tersangka, yaitu Ahmad yang sudah berhasil diamankan di kediamannya, dan Abdul Kohar yang masih kami buru,” ujar AKP Tono kepada wartawan, Rabu (7/5/2025). Pihaknya menegaskan akan terus berupaya menangkap pelaku yang masih buron tersebut secepatnya.

AKP Tono menyayangkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan pelaku, yang didasari oleh isu penculikan yang tidak terbukti kebenarannya.

Baca Juga:  Janji Bayar Utang, Penagih Malah Dibacok hingga Tewas di Cianjur

“Ada warga yang menyebarkan isu bahwa korban ini melakukan penculikan anak. Setelah kami selidiki, isu tersebut sama sekali tidak benar. Kami sangat mengutuk tindakan penganiayaan ini, apalagi korbannya adalah seorang wanita lansia,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, Ahmad dijerat dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pengeroyokan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Baca Juga:  Dijamin Ketagihan, Ini Tiga Kuliner Khas Cianjur yang Sayang untuk Dilewatkan

Sementara itu, Ahmad saat diinterogasi mengakui perbuatannya dan mengaku terhasut oleh isu penculikan anak kandungnya.

“Saya memukul satu kali di bagian kepala. Saya emosi dan termakan hasutan setelah mendengar isu anak saya diculik. Saya sangat menyesal dan mengaku salah karena bertindak tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu,” ungkap Ahmad dengan nada menyesal.

Kronologi Kejadian:

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Asyah, seorang lansia berusia 76 tahun, mengalami luka lebam di wajah dan punggung setelah menjadi korban pemukulan oleh sejumlah warga di Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Cianjur. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (4/5/2025) siang, setelah korban kembali dari mencairkan dana pensiun mendiang suaminya di Sukabumi.

Baca Juga:  Arus Balik di Jabar: Puncak Bogor Lancar, Tasik dan Cianjur Arah Bandung Macet

Saat berjalan pulang di Kampung Legok, Desa Bunijaya, Asyah meminta bantuan seorang anak kecil untuk menuntunnya karena kondisi jalan yang menanjak. Namun, anak tersebut tiba-tiba berlari meninggalkannya.

Tak lama berselang, seorang warga meneriakinya dan menuduhnya sebagai penculik. Warga lainnya yang mendengar teriakan tersebut kemudian mengerubungi Asyah dan melakukan aksi pemukulan serta penendangan. Bahkan, sebuah video yang beredar memperlihatkan seorang pria memukul kepala nenek Asyah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur Nenek penganiayaan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pakar ITB Kritik Wacana PKB Diganti Jalan Provinsi Berbayar: Campur Dua Hal Berbeda

Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan

Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif

ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi

Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026

Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.