Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cari Cafe Estetik di Bandung? Ini 5 Tempat Ngopi yang Wajib Masuk Daftar

Minggu, 27 September 2026 12:05 WIB

Timnas Indonesia vs Malaysia, Ini Jadwal Lengkap Laga Panas FIFA ASEAN Cup 2026

Minggu, 27 September 2026 11:23 WIB

Persib Masuk Periode Berat, Marc Klok Minta Pemain Jaga Fisik dan Mental

Minggu, 27 September 2026 11:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cari Cafe Estetik di Bandung? Ini 5 Tempat Ngopi yang Wajib Masuk Daftar
  • Timnas Indonesia vs Malaysia, Ini Jadwal Lengkap Laga Panas FIFA ASEAN Cup 2026
  • Persib Masuk Periode Berat, Marc Klok Minta Pemain Jaga Fisik dan Mental
  • Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini
  • Harga Emas Antam Hari Ini 27 September 2026 Stabil, 1 Gram Tembus Rp2,61 Juta
  • Kisah Pahit Manis Rahmat Erwin: Dulu Kurang Diperhatikan, Kini Jadi Pahlawan Emas Indonesia
  • Jadwal & Cara Cair Bansos PKH-BPNT Tahap IV 2026: Simak Syarat dan Dokumen yang Wajib Dibawa!
  • Jangan Cuma Puncak! Ini 15 Destinasi Wisata Cianjur Paling Hits dari Air Terjun hingga Pantai Eksotis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Satu Penganiaya Nenek di Cianjur Diringkus Polisi, Ngaku Terhasut Isu Penculikan

By Aga GustianaRabu, 7 Mei 2025 08:32 WIB2 Mins Read
Seorang nenek di Cianjur dipukul warga usai dituding penculik. Video kejadian viral, Ahmad Sahroni ikut soroti. Korban alami lebam di wajah. Foto: Capture Instagram @AhmadSahroni.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polisi berhasil meringkus Ahmad (50), salah satu pelaku pemukulan terhadap Asyah (76), seorang lansia asal Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Cianjur. Penangkapan ini dilakukan setelah penyelidikan mendalam terkait kasus penganiayaan yang dipicu oleh isu penculikan anak yang ternyata tidak benar.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi dua orang pelaku dalam aksi kekerasan terhadap nenek Asyah. Satu pelaku lainnya, bernama Abdul Kohar, saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian dan berstatus buron.

“Setelah dilakukan penyelidikan, kami menetapkan dua tersangka, yaitu Ahmad yang sudah berhasil diamankan di kediamannya, dan Abdul Kohar yang masih kami buru,” ujar AKP Tono kepada wartawan, Rabu (7/5/2025). Pihaknya menegaskan akan terus berupaya menangkap pelaku yang masih buron tersebut secepatnya.

AKP Tono menyayangkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan pelaku, yang didasari oleh isu penculikan yang tidak terbukti kebenarannya.

Baca Juga:  Patut Dicontoh, Guru SD di Cianjur Ajarkan Murid Cara Cuci dan Setrika Baju

“Ada warga yang menyebarkan isu bahwa korban ini melakukan penculikan anak. Setelah kami selidiki, isu tersebut sama sekali tidak benar. Kami sangat mengutuk tindakan penganiayaan ini, apalagi korbannya adalah seorang wanita lansia,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, Ahmad dijerat dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pengeroyokan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Baca Juga:  Daftar 3 Tempat Wisata di Cianjur, Dijamin Gak Bikin Mood Liburan Berantakan

Sementara itu, Ahmad saat diinterogasi mengakui perbuatannya dan mengaku terhasut oleh isu penculikan anak kandungnya.

“Saya memukul satu kali di bagian kepala. Saya emosi dan termakan hasutan setelah mendengar isu anak saya diculik. Saya sangat menyesal dan mengaku salah karena bertindak tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu,” ungkap Ahmad dengan nada menyesal.

Kronologi Kejadian:

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Asyah, seorang lansia berusia 76 tahun, mengalami luka lebam di wajah dan punggung setelah menjadi korban pemukulan oleh sejumlah warga di Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Cianjur. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (4/5/2025) siang, setelah korban kembali dari mencairkan dana pensiun mendiang suaminya di Sukabumi.

Baca Juga:  Tragis! Wanita di Majalengka Tega Aniaya Pacar hingga Tewas

Saat berjalan pulang di Kampung Legok, Desa Bunijaya, Asyah meminta bantuan seorang anak kecil untuk menuntunnya karena kondisi jalan yang menanjak. Namun, anak tersebut tiba-tiba berlari meninggalkannya.

Tak lama berselang, seorang warga meneriakinya dan menuduhnya sebagai penculik. Warga lainnya yang mendengar teriakan tersebut kemudian mengerubungi Asyah dan melakukan aksi pemukulan serta penendangan. Bahkan, sebuah video yang beredar memperlihatkan seorang pria memukul kepala nenek Asyah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur penganiayaan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini

Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029

Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras

Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bandung, Yoel Dorong Kader Turun hingga Akar Rumput

Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas Cibinong dan 4 Anak Buahnya Dicopot

Jokowi Puji Struktur PSI Kota Bandung 100 Persen, Dorong Kader Aktif di Masyarakat

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.