bukamata.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, K.H. Juhadi Muhammad, menyampaikan harapannya agar pemerintah segera mengambil peran sebagai mediator dalam menyelesaikan ketegangan antara kelompok Habib Ba’alawi dan Perjuangan Walisongo Indonesia (PWI) Laskar Sabilillah.
Saat ditemui di Kantor PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung, Kota Bandung, Sabtu(10/5/2025), KH. Juhadi menyoroti pentingnya ruang dialog sebagai upaya meredam konflik yang berakar pada perbedaan pandangan soal garis keturunan Rasulullah SAW.
“Perbedaan itu hal yang wajar dan bagian dari sunatullah. Tapi jangan sampai perbedaan membuat kita saling bermusuhan. Justru itu harus dijadikan bahan diskusi, bukan permusuhan,” kata KH. Juhadi.
Ia mengungkapkan bahwa konflik ini terjadi karena tidak adanya ruang diskusi yang sehat dan terbuka, sehingga menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat akar rumput.
“Saya mengingatkan warga NU dan masyarakat Jawa Barat untuk tidak ikut larut dalam konflik ini. Beda pendapat itu boleh, tapi jangan sampai menjadi alat untuk memecah belah,” pesannya.
Lebih jauh, PWNU Jabar mengusulkan agar pemerintah memfasilitasi pertemuan dua kelompok tersebut dalam suasana dialogis, agar perdebatan tidak semakin meluas.
“Kebenaran sejati adalah milik Allah SWT. Karena itu, penyelesaian masalah ini harus dilakukan dengan kepala dingin dan difasilitasi secara netral,” lanjutnya.
KH. Juhadi juga menekankan dampak negatif media sosial dalam memperburuk konflik ini, karena narasi yang berkembang tidak selalu bersumber dari informasi yang valid.
“Media sosial sekarang sangat liar. Saya imbau masyarakat lebih bijak dan tidak asal menyebarkan informasi tanpa cek kebenarannya,” ujar dia.
Ia juga mengingatkan pentingnya belajar agama dari sumber yang terpercaya.
“Jangan hanya belajar dari internet. Kita butuh guru atau kiai dengan sanad ilmu yang jelas agar tidak tersesat dalam memahami agama,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, KH. Juhadi meminta Polri untuk menjalankan peran sebagai pengayom masyarakat secara adil dan turut mendorong terciptanya ruang mediasi.
“Kami berharap aparat tetap netral, adil, dan bisa membantu menghadirkan ruang dialog antara dua pihak ini. Tujuannya jelas: menjaga persatuan dan kedamaian umat,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










