Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dilarang Jemawa! Bos Persib Targetkan Menang di Semua Laga Sisa

Selasa, 7 April 2026 09:00 WIB

Terbongkar! Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’

Selasa, 7 April 2026 05:00 WIB

Wajib Coba! 4 Tempat Bakso Paling Enak di Bandung yang Bikin Nagih

Selasa, 7 April 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dilarang Jemawa! Bos Persib Targetkan Menang di Semua Laga Sisa
  • Terbongkar! Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’
  • Wajib Coba! 4 Tempat Bakso Paling Enak di Bandung yang Bikin Nagih
  • Fakta Terungkap! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Ternyata Rekayasa Mengejutkan
  • Terungkap! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Diduga Konten Asing yang Dipelintir
  • Persib Krisis Bek? Julio Cesar Dipastikan Tak Tampil di GBLA
  • Hari Kelabu di Bandung Barat, Polisi Selidiki Dua Kematian Misterius
  • Timnas Futsal Indonesia Hajar Brunei 7-0, Puncaki Klasemen Grup B
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 7 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Resmi Daftar Pilwalkot 2024, Ini Gagasan ‘Nyaah ka Bandung’ Reza Arfah

By Putra JuangJumat, 10 Mei 2024 18:10 WIB3 Mins Read
Ketua Pemuda Muhammadiyah Jabar, Reza Arfah Nyalon Pilwalkot 2024. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketua Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, Reza Arfah mengambil formulir pendaftaran bakal calon Wali Kota Bandung 2024 di Kantor DPC Partai Gerindra, Jl. Talaga Bodas, Lengkong, Kota Bandung, Jumat (10/5/2024).

Reza mengatakan, pencalonannya ini atas kesadaran dan harapan bersama para pemuda Kota Bandung yang secara konstitusi memiliki hak untuk mengambil peran dalam struktur eksekutif, yakni pencalonan wali kota Bandung.

“Kerap kali anak-anak muda dibatasi ruang gerak dan berpikirnya, terkhusus dalam kontestasi politik. Bisa dikatakan, anak muda sering diposisikan sebatas menjadi pasar dan alat politik untuk meraup suara saja,” ucap Reza.

Dalam pencalonannya ini, kata Reza, dirinya menggagas ‘Nyaah ka Bandung’. Dalam bahasa Sunda, nyaah berarti cinta atau sayang yang merupakan fitrah alamiah manusia.

Baca Juga:  Pidato Anies Baswedan dalam Dialog Terbuka Muhammadiyah: Indonesia Hari Ini Mengalami Kemunduran

Sebagai putra daerah, Reza mulai memahami posisi penting serta dibutuhkannya sosok anak muda guna tampil dalam kontestasi Pilwalkot Bandung kali ini.

Bagaimana tidak, sebagai anak muda tidak cukup sekedar menyuarakan keresahan dan kegelisahan saja, melainkan sudah saatnya mengambil peran serta menjadi bagian dalam penentu arah kebijakan dan pelaksana arah kebajikan bagi Kota Bandung.

“Untuk itu, saya memberanikan diri, mendaftar pencalonan Wali Kota Bandung tahun 2024. Mari manfaatkan peluang tersebut. Tidak ada lagi waktu. Sekarang atau tidak sama sekali. Bangkit atau terpuruk. Perbaikan atau teraniaya,” katanya.

Baca Juga:  Viral Gua Safarwadi Bisa Tembus ke Mekkah, Muhammadiyah Tekankan Pentingnya Dakwah Pencerahan

Bagi Reza, Kota Bandung merupakan kota indah nan romantis, banyak melahirkan tokoh-tokoh bangsa, seniman dan budayawan serta maestro dengan karya-karya tidak hanya skala lokal melainkan nasional bahkan mendunia.

Selain itu, Kota Bandung juga banyak memunculkan para pegiat industri kreatif dengan produk-produk berdaya beda, serta tidak jarang menjadi trend center nasional.

Namun dibalik itu semua, Kota Bandung juga memiliki kompleksitas tersendiri. Saat ini jumlah penduduk Kota Bandung mencapai 2,5 juta jiwa dan menjadi kota terpadat kedua setelah Jakarta.

Menurut Reza, hal tersebut beriringan dengan bermasalahnya pengelolaan sampah, banjir, polusi udara dan kemacetan, serta buruknya perencanaan tata ruang kota.

“Semisal daerah resapan air kian habis dijadikan pemukiman, dan tidak jarang merupakan pemukiman elit, sedangkan, kemisikinan dan ketimpangan sosial merupakan hal menyedihkan dan juga hadir di kota ini,” terangnya.

Baca Juga:  Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama, Haedar Nashir Puji Kiprah NU Rawat NKRI

“Di waktu yang sama berkurangnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah, disebabkan permasalahan hukum yang dialami oleh beberapa pejabat Kota Bandung, hal tersebut membuat geram dan melunturkan optimisme masyarakat,” tambahnya.

Reza memandang, setiap persoalan yang terjadi bukan disebabkan oleh kurang atau minimnya para ahli dan pakar di bidang tersebut. Tapi ketiadaan integritas pemimpin beserta seluruh unsurnya untuk menyelesaikan dan membenahi setiap persoalan yang terjadi.

“Integritas inilah yang menjadi substansi sekaligus esensi dari gagasan Nyaah ka Bandung,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Muhammadiyah Nyaah ka Bandung Pilwalkot Bandung Reza Arfah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hari Kelabu di Bandung Barat, Polisi Selidiki Dua Kematian Misterius

Viral Deretan Motor MBG, Diduga Gunakan Motor Listrik Berharga Puluhan Juta

Dosen PPPK Keluhkan Karier Mandek dan Tukin Tak Adil, DPR RI Diminta Turun Tangan

Ijazah Terancam, Wali Murid SMK IDN Kejar Waktu Demi Masa Depan Siswa

Lahan KAI di Bandung Disiapkan Jadi Hunian Subsidi Terintegrasi, Konsep TOD Disiapkan

DPRD Jabar Dorong Perizinan SMK IDN Segera Tuntas, Nasib Ijazah Siswa XII Jadi Prioritas

Terpopuler
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Terkuak Pemeran Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Bikin Heboh!
  • Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Jangan Tertipu! Link Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ini Diduga Jebakan Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.