bukamata.id – Warga Kota Bandung kini bisa bernapas lega. Mengurus dokumen kependudukan seperti Akta Kelahiran hingga Kartu Keluarga (KK) kini tak lagi identik dengan antrean panjang dan prosedur yang berbelit. Lewat transformasi digital dan integrasi layanan, Pemerintah Kota Bandung berhasil mencatatkan tingkat kepuasan publik hingga 84,3 persen berdasarkan survei terbaru Litbang Kompas (April 2026).
Strategi “jemput bola” yang diterapkan membuat dokumen kependudukan seolah “mengikuti” perjalanan hidup warga, mulai dari momen persalinan hingga peristiwa kematian.
Sistem “Otomatis” di Momen Penting Kehidupan
Inovasi paling menonjol adalah integrasi layanan di berbagai fase kehidupan. Melalui program Pelana, orang tua yang baru saja menyambut buah hati di 102 fasilitas kesehatan (RS, Puskesmas, hingga Bidan) bisa langsung pulang membawa Akta Kelahiran dan KIA secara instan.
Tak hanya itu, bagi pasangan yang baru menikah, program Kompak Kang yang bekerja sama dengan KUA memastikan status kependudukan berubah otomatis saat buku nikah diterbitkan. Sementara untuk urusan perceraian, program Siap Pa hadir memangkas birokrasi pasca-putusan Pengadilan Agama.
Layanan Tanpa Libur dan Akses Digital
Menyadari kesibukan warga, Disdukcapil Kota Bandung kini juga mendobrak batasan waktu dengan membuka layanan pada akhir pekan (Sabtu-Minggu). Selain itu, penguatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang kini sudah mencapai 21,19 persen menjadi ujung tombak agar warga bisa mengurus data secara mandiri lewat smartphone.
Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Tatang Muhtar, menjelaskan bahwa fokus utama mereka adalah membuang kesan rumit dalam birokrasi.
“Kami mengubah pendekatan, dari yang sebelumnya masyarakat harus datang ke layanan, menjadi sistem yang hadir di momen-momen penting kehidupan. Dari kelahiran hingga perubahan status keluarga, semuanya kami rangkai agar prosesnya lebih cepat dan tidak berulang,” tegas Tatang.
Ia menambahkan bahwa aksesibilitas adalah prioritas utama. “Kami juga membuka layanan secara daring dan di akhir pekan agar masyarakat bisa mengurus dokumen tanpa terkendala waktu. Ini bagian dari upaya kami agar layanan benar-benar mengikuti kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.
Fondasi Akses Layanan Dasar
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan bahwa kemudahan Adminduk adalah kunci bagi warga untuk mengakses hak-hak lainnya, seperti kesehatan dan pendidikan.
“Administrasi kependudukan adalah pintu masuk bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai layanan dasar. Karena itu kami memastikan prosesnya semakin mudah, cepat dan tidak berbelit, serta bisa diakses kapanpun dibutuhkan,” ujar Farhan.
Lebih lanjut, Farhan ingin layanan pemerintah menyatu dengan rutinitas warga. “Yang kami dorong bukan sekadar percepatan layanan, tetapi bagaimana proses ini benar-benar menyatu dengan kehidupan warga. Ketika layanan hadir di setiap fase penting, maka masyarakat tidak lagi merasa mengurus administrasi sebagai beban,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










