Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kronologi 103 Anak Diduga Jadi Korban Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta

Minggu, 26 April 2026 15:27 WIB

SHOCK! Joey Pelupessy hingga Bek Rp43 Miliar Dirumorkan Gabung Persib

Minggu, 26 April 2026 15:19 WIB

Menemukan Kehidupan di Gubuk Reyot! Kisah Nini dan Kai yang Bikin Nangis

Minggu, 26 April 2026 14:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kronologi 103 Anak Diduga Jadi Korban Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta
  • SHOCK! Joey Pelupessy hingga Bek Rp43 Miliar Dirumorkan Gabung Persib
  • Menemukan Kehidupan di Gubuk Reyot! Kisah Nini dan Kai yang Bikin Nangis
  • SAH! El Rumi dan Syifa Hadju Resmi Menikah Hari Ini
  • Bojan Hodak Blak-blakan! Ini Penyebab Persib Gagal Kalahkan Arema FC
  • Link Viral Diburu Warga! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Terbongkar Bukan Kejadian Nyata
  • Dedi Mulyadi Disorot Bobotoh! Klarifikasi Panas Soal Bonus Rp5 Miliar Persib
  • Arsenal vs Lyon, Siapa Melaju ke Final Liga Champions Wanita?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 26 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Revolusi Layanan Adminduk Bandung: Urus Akta dan KK Kini Tak Perlu Antre di Loket!

By Aga GustianaJumat, 24 April 2026 16:52 WIB2 Mins Read
Ilustrasi kartu keluarga (KK). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Warga Kota Bandung kini bisa bernapas lega. Mengurus dokumen kependudukan seperti Akta Kelahiran hingga Kartu Keluarga (KK) kini tak lagi identik dengan antrean panjang dan prosedur yang berbelit. Lewat transformasi digital dan integrasi layanan, Pemerintah Kota Bandung berhasil mencatatkan tingkat kepuasan publik hingga 84,3 persen berdasarkan survei terbaru Litbang Kompas (April 2026).

Strategi “jemput bola” yang diterapkan membuat dokumen kependudukan seolah “mengikuti” perjalanan hidup warga, mulai dari momen persalinan hingga peristiwa kematian.

Sistem “Otomatis” di Momen Penting Kehidupan

Inovasi paling menonjol adalah integrasi layanan di berbagai fase kehidupan. Melalui program Pelana, orang tua yang baru saja menyambut buah hati di 102 fasilitas kesehatan (RS, Puskesmas, hingga Bidan) bisa langsung pulang membawa Akta Kelahiran dan KIA secara instan.

Tak hanya itu, bagi pasangan yang baru menikah, program Kompak Kang yang bekerja sama dengan KUA memastikan status kependudukan berubah otomatis saat buku nikah diterbitkan. Sementara untuk urusan perceraian, program Siap Pa hadir memangkas birokrasi pasca-putusan Pengadilan Agama.

Baca Juga:  Kecamatan Rancasari Raih Juara Umum Pawai Kendaraan Hias HJKB 214

Layanan Tanpa Libur dan Akses Digital

Menyadari kesibukan warga, Disdukcapil Kota Bandung kini juga mendobrak batasan waktu dengan membuka layanan pada akhir pekan (Sabtu-Minggu). Selain itu, penguatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang kini sudah mencapai 21,19 persen menjadi ujung tombak agar warga bisa mengurus data secara mandiri lewat smartphone.

Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Tatang Muhtar, menjelaskan bahwa fokus utama mereka adalah membuang kesan rumit dalam birokrasi.

Baca Juga:  Tanggapi Wacana Pembongkaran Teras Cihampelas, Farhan: Bukan Keputusan Gampang

“Kami mengubah pendekatan, dari yang sebelumnya masyarakat harus datang ke layanan, menjadi sistem yang hadir di momen-momen penting kehidupan. Dari kelahiran hingga perubahan status keluarga, semuanya kami rangkai agar prosesnya lebih cepat dan tidak berulang,” tegas Tatang.

Ia menambahkan bahwa aksesibilitas adalah prioritas utama. “Kami juga membuka layanan secara daring dan di akhir pekan agar masyarakat bisa mengurus dokumen tanpa terkendala waktu. Ini bagian dari upaya kami agar layanan benar-benar mengikuti kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.

Baca Juga:  DPRD Kota Bandung Desak Pemkot Petakan Daerah Rawan Kebakaran

Fondasi Akses Layanan Dasar

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan bahwa kemudahan Adminduk adalah kunci bagi warga untuk mengakses hak-hak lainnya, seperti kesehatan dan pendidikan.

“Administrasi kependudukan adalah pintu masuk bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai layanan dasar. Karena itu kami memastikan prosesnya semakin mudah, cepat dan tidak berbelit, serta bisa diakses kapanpun dibutuhkan,” ujar Farhan.

Lebih lanjut, Farhan ingin layanan pemerintah menyatu dengan rutinitas warga. “Yang kami dorong bukan sekadar percepatan layanan, tetapi bagaimana proses ini benar-benar menyatu dengan kehidupan warga. Ketika layanan hadir di setiap fase penting, maka masyarakat tidak lagi merasa mengurus administrasi sebagai beban,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

akta kelahiran Disdukcapil Bandung Kartu Keluarga Kota Bandung Layanan Publik Muhammad Farhan tatang muhtar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kronologi 103 Anak Diduga Jadi Korban Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta

Menemukan Kehidupan di Gubuk Reyot! Kisah Nini dan Kai yang Bikin Nangis

Dedi Mulyadi Disorot Bobotoh! Klarifikasi Panas Soal Bonus Rp5 Miliar Persib

PASIEN MEMBLUDAK! Totok Sirih Viral: Pengobatan Ajaib atau Sekadar Sugesti?

Wajah Baru PWI Ciamis: Fokus Transformasi Digital dan Aksi Nyata untuk Lingkungan

Geger! Polisi Gerebek Daycare di Umbulharjo Jogja, Diduga Jadi Tempat Penyiksaan Anak

Terpopuler
  • Viral ‘Vell Blunder di TikTok’: Link Video 8 Menit Heboh Dicari
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Full No Sensor’ Viral, Ternyata Ancaman Serius Siber
  • Kena Ulti! Video Jogetnya Dihujat, Bocah SD Ini ‘Bungkam’ Netizen Pakai 400 Piala
  • Heboh Link Ibu Tiri vs Anak Tiri Full Durasi Ternyata Palsu, Ada Video Aslinya?
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Ternyata Hoaks! Link Full Berbahaya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.