Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta

Senin, 26 Oktober 2026 17:35 WIB
BLT Kesra mulai dicairkan bulan ini secara bertahap.

BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Tahun Cair Lagi? Cek Fakta & Cara Akses Bansos Kemensos Pakai NIK KTP

Senin, 26 Oktober 2026 17:30 WIB

Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat

Senin, 26 Oktober 2026 17:21 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta
  • BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Tahun Cair Lagi? Cek Fakta & Cara Akses Bansos Kemensos Pakai NIK KTP
  • Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat
  • Rencana Skatepark Teuku Umar Bandung Picu Kekhawatiran soal Ruang Olahraga Anak
  • Bayern Muenchen Kudeta Dortmund dari Puncak Klasemen Bundesliga
  • Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah
  • Tak Ada Waktu Santai! Persib Hadapi Jadwal Neraka hingga Akhir November
  • Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

RSUD Cibabat Disorot Usai Pasien BPJS Meninggal, Wali Kota Cimahi Ancam Rombak Manajemen

By Aga GustianaRabu, 2 Juli 2025 15:54 WIB2 Mins Read
RSUD Cibabat Cimahi
RSUD Cibabat Cimahi. (Foto: Dok. RSUD Cibabat)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – RSUD Cibabat kembali menjadi perhatian publik setelah meninggalnya Ulfa Yulia Lestari, pasien BPJS asal Kabupaten Bandung Barat, yang diduga akibat keterlambatan penanganan medis pada Minggu (29/6/2025). Insiden ini memicu kemarahan keluarga, terutama sang suami yang videonya viral di media sosial karena meluapkan kekecewaan terhadap pelayanan rumah sakit.

Ulfa merupakan warga Kampung Cukang Kawung, Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Dugaan keterlambatan tindakan medis membuat kasus ini menyedot perhatian luas dan memunculkan sorotan terhadap kualitas pelayanan RSUD Cibabat, rumah sakit milik Pemerintah Kota Cimahi.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Cimahi Ngatiyana langsung turun tangan. Ia menggelar rapat darurat dengan jajaran direksi dan tenaga medis RSUD Cibabat pada Rabu (2/7/2025). Dalam pernyataannya, Ngatiyana menyampaikan kekecewaannya terhadap buruknya pelayanan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit tersebut.

“Manajemen dan operasional RSUD Cibabat harus dievaluasi menyeluruh, mulai dari tenaga medis, fasilitas, hingga infrastruktur. Masyarakat berhak mendapat pelayanan terbaik,” tegas Ngatiyana di hadapan awak media.

Baca Juga:  Program Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan Sasar 23 Juta Peserta, Dimulai Kapan?

Tak hanya mengevaluasi, Wali Kota juga memberikan ultimatum keras. Ia mempersilakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan RSUD yang merasa tidak mampu menjalankan tugas pelayanan publik untuk mengundurkan diri secara sukarela.

“Jika ada yang merasa tak lagi sanggup bertugas di sini, ajukan permohonan pindah atau pensiun dini, saya akan tandatangani. Pelayanan kesehatan bukan sekadar pekerjaan, tapi amanah kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Masih Dibuka hingga 10 Agustus, Ini Jabatan 4 Kadis yang Open Bidding di Cimahi

Lebih lanjut, Ngatiyana menginstruksikan pihak rumah sakit untuk segera melakukan audit klinis atas kasus Ulfa. Langkah ini diambil guna memperoleh kejelasan mengenai kronologi kejadian, baik dari perspektif rumah sakit maupun keluarga pasien.

“Audit ini penting untuk objektivitas. Jangan sampai ada pihak yang dikambinghitamkan sebelum hasil investigasi keluar. Jika memang ada kelalaian, harus ada pertanggungjawaban,” imbuhnya.

Dalam evaluasinya, Ngatiyana juga mengungkapkan bahwa RSUD Cibabat tertinggal dalam hal pelayanan dan kepercayaan publik dibandingkan rumah sakit swasta lainnya di Cimahi, seperti RS Mitra Kasih dan RS Kasih Bunda. Hal ini terlihat dari rendahnya penyerapan anggaran BPJS Kesehatan oleh RSUD Cibabat dibandingkan rumah sakit swasta tersebut.

Baca Juga:  Perjuangkan Diskresi, Rafael Situmorang Pastikan Warga Kategori Desil 6 Jabar Bisa Dapat PIP

“Padahal anggaran BPJS untuk wilayah ini bisa mencapai hampir Rp1 triliun per tahun. Tapi RSUD Cibabat masih kalah dalam penyerapan maupun jumlah pasien. Ini sinyal kuat perlunya perbaikan menyeluruh,” tutup Ngatiyana.

Kasus ini menjadi momen penting bagi Pemerintah Kota Cimahi untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan daerah dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik pemerintah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPJS Kesehatan Cimahi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta

Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat

Rencana Skatepark Teuku Umar Bandung Picu Kekhawatiran soal Ruang Olahraga Anak

ilustrasi bansos

Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah

Ilustrasi Hujan.

Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB

Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.