Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer

Selasa, 16 Juni 2026 20:57 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak

Selasa, 16 Juni 2026 20:52 WIB
Persib Bandung

Persib Buru Bek Eropa 190 Cm! Mike van der Hoorn Jadi Target Utama 2026/2027

Selasa, 16 Juni 2026 20:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer
  • Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak
  • Persib Buru Bek Eropa 190 Cm! Mike van der Hoorn Jadi Target Utama 2026/2027
  • Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan
  • Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?
  • Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!
  • Kisah Gila dari Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun Tahan Imbang Spanyol, Followers IG Naik 10.000 Persen!
  • Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026: Les Bleus Waspadai Sadio Mane, Duel Sengit Pembuka Grup I
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 16 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

RSUD Cibabat Disorot Usai Pasien BPJS Meninggal, Wali Kota Cimahi Ancam Rombak Manajemen

By Aga GustianaRabu, 2 Juli 2025 15:54 WIB2 Mins Read
RSUD Cibabat Cimahi
RSUD Cibabat Cimahi. (Foto: Dok. RSUD Cibabat)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – RSUD Cibabat kembali menjadi perhatian publik setelah meninggalnya Ulfa Yulia Lestari, pasien BPJS asal Kabupaten Bandung Barat, yang diduga akibat keterlambatan penanganan medis pada Minggu (29/6/2025). Insiden ini memicu kemarahan keluarga, terutama sang suami yang videonya viral di media sosial karena meluapkan kekecewaan terhadap pelayanan rumah sakit.

Ulfa merupakan warga Kampung Cukang Kawung, Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Dugaan keterlambatan tindakan medis membuat kasus ini menyedot perhatian luas dan memunculkan sorotan terhadap kualitas pelayanan RSUD Cibabat, rumah sakit milik Pemerintah Kota Cimahi.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Cimahi Ngatiyana langsung turun tangan. Ia menggelar rapat darurat dengan jajaran direksi dan tenaga medis RSUD Cibabat pada Rabu (2/7/2025). Dalam pernyataannya, Ngatiyana menyampaikan kekecewaannya terhadap buruknya pelayanan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit tersebut.

“Manajemen dan operasional RSUD Cibabat harus dievaluasi menyeluruh, mulai dari tenaga medis, fasilitas, hingga infrastruktur. Masyarakat berhak mendapat pelayanan terbaik,” tegas Ngatiyana di hadapan awak media.

Baca Juga:  BKPRMI Mart Hadir di Cimahi, Dongkrak Eksistensi Produk UMKM

Tak hanya mengevaluasi, Wali Kota juga memberikan ultimatum keras. Ia mempersilakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan RSUD yang merasa tidak mampu menjalankan tugas pelayanan publik untuk mengundurkan diri secara sukarela.

“Jika ada yang merasa tak lagi sanggup bertugas di sini, ajukan permohonan pindah atau pensiun dini, saya akan tandatangani. Pelayanan kesehatan bukan sekadar pekerjaan, tapi amanah kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Kelimpungan, Pemerintah Paksa Warga Cimahi Pilah Sampah

Lebih lanjut, Ngatiyana menginstruksikan pihak rumah sakit untuk segera melakukan audit klinis atas kasus Ulfa. Langkah ini diambil guna memperoleh kejelasan mengenai kronologi kejadian, baik dari perspektif rumah sakit maupun keluarga pasien.

“Audit ini penting untuk objektivitas. Jangan sampai ada pihak yang dikambinghitamkan sebelum hasil investigasi keluar. Jika memang ada kelalaian, harus ada pertanggungjawaban,” imbuhnya.

Dalam evaluasinya, Ngatiyana juga mengungkapkan bahwa RSUD Cibabat tertinggal dalam hal pelayanan dan kepercayaan publik dibandingkan rumah sakit swasta lainnya di Cimahi, seperti RS Mitra Kasih dan RS Kasih Bunda. Hal ini terlihat dari rendahnya penyerapan anggaran BPJS Kesehatan oleh RSUD Cibabat dibandingkan rumah sakit swasta tersebut.

Baca Juga:  Dapat Suntikan Dana Rp20 Triliun, Purbaya Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Sampai 2026

“Padahal anggaran BPJS untuk wilayah ini bisa mencapai hampir Rp1 triliun per tahun. Tapi RSUD Cibabat masih kalah dalam penyerapan maupun jumlah pasien. Ini sinyal kuat perlunya perbaikan menyeluruh,” tutup Ngatiyana.

Kasus ini menjadi momen penting bagi Pemerintah Kota Cimahi untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan daerah dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik pemerintah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPJS Kesehatan Cimahi Kematian Pasien BPJS Layanan Kesehatan Jawa Barat RSUD Cibabat Wali Kota Cimahi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Kenaikan BBM Nonsubsidi Bebani Pemkot Bandung, Farhan Akui Harus Lakukan Efisiensi Besar-besaran

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Viral! Daftar Nama yang Diserahkan Sony Sonjaya ke Kejagung Terkait Kasus BGN, Siapa Saja?
  • Video Cut Salwa di Hotel Full Durasi Viral, Warganet Cari Link Telegram
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.