Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Hadapi Jadwal Padat, Ini Jadwal Pekan Keenam Super League 2026/2027

Senin, 19 Oktober 2026 16:11 WIB

Marc Klok Isyaratkan Pensiun di Persib Bandung: Hati Saya Biru!

Senin, 19 Oktober 2026 15:57 WIB

Pinjaman Rp3,4 T Ditolak Pusat, Pemprov Jabar Harus Putar Otak

Senin, 19 Oktober 2026 15:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Hadapi Jadwal Padat, Ini Jadwal Pekan Keenam Super League 2026/2027
  • Marc Klok Isyaratkan Pensiun di Persib Bandung: Hati Saya Biru!
  • Pinjaman Rp3,4 T Ditolak Pusat, Pemprov Jabar Harus Putar Otak
  • Khawatir Asap Karhutla Sampai Jabar, Kelompok Rentan Dihimbau Waspada
  • Viral Parkir Alun-alun Bandung Rp15 Ribu, Warganet Keluhkan Dugaan Getok Tarif
  • Dulu Tidur di Kolong Jembatan, Kini Ditakuti Jendral! Kisah Akhir Kamaruddin Simanjuntak yang Bikin Haru
  • Resah Aksi Matel di Sukabumi: Motor Lunas Dicegat, Telat Bayar Dimintai Uang Tebusan
  • Bandung Ngelekeb dan Berpolusi, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 19 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

RSUD Cibabat Dituding Lambat Tangani Pasien BPJS, Ini Klarifikasi Pihak Rumah Sakit

By Aga GustianaSelasa, 1 Juli 2025 09:27 WIB2 Mins Read
RSUD Cibabat Cimahi
RSUD Cibabat Cimahi. (Foto: Dok. RSUD Cibabat)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah video berdurasi 1 menit 30 detik yang memperlihatkan momen haru di ruang perawatan RSUD Cibabat, Kota Cimahi, menjadi viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan seorang pria yang menangis pilu di samping istrinya yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.

Dalam rekaman tersebut, pria itu menumpahkan kekecewaannya terhadap dugaan keterlambatan penanganan medis oleh pihak rumah sakit. Ia menyebut sudah meminta sejak hari sebelumnya agar perawat segera menyedot cairan di perut istrinya yang membengkak, namun tindakan itu disebut-sebut tak kunjung dilakukan.

“Ayeuna tingali pamajikan aing kumaha ieu,” ucap pria tersebut dengan suara bergetar.

“Teu narima lamun pamajikan aing teu benang ditulungan,” lanjutnya, penuh emosi.

Baca Juga:  Operasional ke TPA Sarimukti Terhenti, Warga Cimahi Diimbau Mulai Urus Sampah Sendiri

Ia juga mengungkapkan dugaan bahwa lambannya respons tim medis berkaitan dengan status istrinya sebagai peserta BPJS Kesehatan, bukan pasien umum.

Respons RSUD Cibabat: “Sudah Sesuai SOP”

Menanggapi video yang menyebar luas itu, Direktur Utama RSUD Cibabat, Sukwanto Gamalyono, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa tidak ada keterlambatan dalam penanganan medis dan seluruh prosedur sudah dijalankan secara profesional.

“Kami memahami kondisi emosional keluarga pasien. Namun, secara medis, penanganan sudah dilakukan secara cepat dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP),” jelas Sukwanto dalam konferensi pers dikutip Senin (30/6/2025).

Baca Juga:  Fenomena Video Viral "Guru Bahasa Inggris" di Media Sosial: Fakta atau Sekadar Konten Setingan?

Rangkaian Penanganan Pasien: Dari IGD hingga RJP

Dijelaskan lebih lanjut, pasien awalnya dirujuk ke RSUD Cibabat pada 27 Juni 2025 setelah sebelumnya menjalani perawatan di fasilitas kesehatan lain. Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), pasien langsung diperiksa dan mendapatkan penanganan awal dari tim medis.

Pasien kemudian dipindahkan ke ruang rawat inap kelas III. Namun, kondisi kesehatannya mengalami penurunan pada 29 Juni 2025. Tim medis segera mengambil tindakan darurat, termasuk melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) saat pasien mengalami henti napas.

“Seluruh prosedur penanganan telah dilakukan sesuai protokol gawat darurat. Namun, nyawa pasien tidak berhasil diselamatkan,” tambah Sukwanto.

Baca Juga:  VIRAL! Buka Baju dan Tantang Duel Karena Parkiran, Identitas Sosok Ini Dikuliti Netizen!

Audit Internal dan Permohonan Maaf

Sebagai bentuk tanggung jawab, RSUD Cibabat akan melakukan audit klinis untuk meninjau kembali proses penanganan yang telah dilakukan. Langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan medis berjalan optimal dan sesuai etika profesi.

Pihak rumah sakit juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pasien tersebut.

“Kami turut berduka cita atas wafatnya almarhumah. Semoga keluarga diberi ketabahan. Jika terdapat kekurangan dalam pelayanan, kami mohon maaf dan akan menjadi bahan evaluasi,” tutup Sukwanto.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Cimahi video viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pinjaman Rp3,4 T Ditolak Pusat, Pemprov Jabar Harus Putar Otak

Khawatir Asap Karhutla Sampai Jabar, Kelompok Rentan Dihimbau Waspada

Viral Parkir Alun-alun Bandung Rp15 Ribu, Warganet Keluhkan Dugaan Getok Tarif

Dulu Tidur di Kolong Jembatan, Kini Ditakuti Jendral! Kisah Akhir Kamaruddin Simanjuntak yang Bikin Haru

Resah Aksi Matel di Sukabumi: Motor Lunas Dicegat, Telat Bayar Dimintai Uang Tebusan

Bandung Ngelekeb dan Berpolusi, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.