Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Padam Listrik

UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile

Minggu, 21 Juni 2026 18:17 WIB

Aksi Suporter Picu Hukuman Berat! Persib, Persija, Persebaya Kompak Kena Denda Besar Komdis PSSI

Minggu, 21 Juni 2026 17:04 WIB

Harga Emas Hari Ini 21 Juni 2026 di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Ikut Melemah

Minggu, 21 Juni 2026 16:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile
  • Aksi Suporter Picu Hukuman Berat! Persib, Persija, Persebaya Kompak Kena Denda Besar Komdis PSSI
  • Harga Emas Hari Ini 21 Juni 2026 di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Ikut Melemah
  • TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen
  • Bikin Tuchel Menyesal?! Begini Cara Elegan Harry Maguire Balas Dendam Usai Dicoret dari Piala Dunia
  • Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Viral, Ini Isi Sebenarnya yang Bikin Penasaran
  • Bursa Transfer Liga 1 2026/2027 Memanas: Persija Incar Kevin Mendoza, Persib Gerak Cepat
  • Fakta Kelam di Balik Hubungan Asmara yang Berujung Penyiksaan di Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 21 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rumah Ambruk, Tiga Anak Yatim di Pacet Bertahan Hidup dengan Puasa dan Bantuan Tetangga

By SusanaSelasa, 25 November 2025 17:51 WIB3 Mins Read
Kondisi rumah Fatimah Azzahra (21) di Kampung Jalan Cagak, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nasib memilukan dialami tiga bersaudara yatim di Kampung Jalan Cagak, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.

Rumah sederhana yang menjadi satu-satunya tempat berteduh mereka ambruk setelah dihantam angin puting beliung disertai hujan deras dan getaran gempa pada Minggu malam, 29 Oktober 2025.

Saat musibah terjadi, Fatimah Azzahra (21) dan dua adiknya, Muhamad Raihan Nur Wahid (17) serta Muhamad Fadel Ramdan (13) sedang tertidur lelap. Dalam hitungan detik, bangunan rapuh itu roboh hampir menimpa tubuh mereka.

“Jam 10 malam kejadiannya. Lagi tidur, tiba-tiba genteng jatuh ke pinggang. Kaget banget, enggak nyangka rumah langsung ambruk,” ujar Zahra saat ditemui Selasa (25/11/2025).

Hidup Serbaterbatas, Sering Puasa karena Tak Ada Makanan

Sejak ayahnya meninggal pada 2020, Zahra memikul tanggung jawab sebagai pengganti orang tua bagi adik-adiknya. Mereka hidup dalam keterbatasan, mengandalkan kebaikan tetangga dan kiriman seadanya dari ibu kandung yang kini tinggal di Lembang bersama suami barunya.

Baca Juga:  Medan Ekstrem, Korban Longsor Arjasari Belum Ditemukan Hingga Hari Ketujuh

“Saya ngurus adik-adik dari SMA kelas 1. Kalau ada kiriman bisa makan, kalau enggak ya puasa. Kadang enggak ada beras,” ungkapnya lirih.

Ibu mereka, kata Zahra, sesekali membantu, namun kondisi ekonomi tak jauh berbeda.

“Ibu di Lembang, ibu juga sering bantu, tapi ekonominya sama kaya kita,” katanya.

Tidur di Kasur Basah Sebelum Dievakuasi

Pantauan di lokasi menunjukkan sebagian rumah sudah dirobohkan. Kini hanya tersisa ruangan kecil yang ditutup terpal untuk menyimpan barang-barang yang selamat.

Sebelum dievakuasi oleh keluarga, Zahra dan adik-adiknya sempat tidur di atas tikar dan kasur basah sisa puing bangunan.

Karena rumahnya tak lagi layak, mereka kini menumpang sementara di rumah paman.

Baca Juga:  Medan Ekstrem, Korban Longsor Arjasari Belum Ditemukan Hingga Hari Ketujuh

“Awalnya di sini dulu, tapi udah nggak layak. Sekarang tinggal di Uwa,” kata Zahra.

Bantuan Datang, tapi Belum Cukup untuk Bangun Rumah

Sejumlah bantuan awal memang sudah mengalir dari pemerintah desa, PMI, Baznas, donatur, dan relawan. Material bangunan seperti bata, pasir, besi, dan kerikil pun sudah terkumpul. Namun pembangunan belum bisa dimulai karena biaya masih jauh dari mencukupi.

“Harapan saya cuma satu: punya rumah yang layak. Aman dan nyaman buat adik-adik,” ujar Zahra.

Ketua RW 03, Permana Sidik, menegaskan bahwa kondisi ketiga anak yatim ini memerlukan perhatian khusus.

“Bantuan sudah ada, tapi masih jauh dari cukup. Rumahnya harus dibangun ulang total. Mereka tinggal bertiga tanpa keluarga yang benar-benar bisa memperhatikan,” tuturnya.

Menurutnya, kiriman dari sang ibu terkadang datang, namun jauh dari cukup. “Kadang kalau tidak ada kiriman, mereka puasa.”

Baca Juga:  Medan Ekstrem, Korban Longsor Arjasari Belum Ditemukan Hingga Hari Ketujuh

Pemdes Pastikan Tidak Tinggal Diam

Kepala Desa Maruyung, Apen Supendi, memastikan pemerintah desa sudah mengajukan permohonan bantuan ke berbagai dinas.

“Begitu kejadian, saya langsung turun ke lapangan. Kami sudah berkirim surat ke Dinsos, PMI, BPBD, Perkimtan. Kami terus upayakan bantuan,” jelas Apen.

Ia menegaskan bahwa rumah Zahra roboh akibat angin puting beliung yang menerjang kawasan tersebut.

“Tidak hanya satu rumah, total ada 16 rumah yang terdampak,” kata Apen.

Kerusakan tersebar di RW 10, 8, 11, 4, dan 7 akibat terpaan angin maupun pohon tumbang.

Apen berharap anggaran bantuan tahap dua segera cair. “Mudah-mudahan minggu ini cair, jadi rumah mereka bisa dibangun dari nol sampai selesai.”

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak yatim pacet bandung bantuan sosial bandung berita bencana bandung rumah roboh puting beliung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Padam Listrik

UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile

TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen

Fakta Kelam di Balik Hubungan Asmara yang Berujung Penyiksaan di Bandung

Bukan Dipaksa?! Ini Alasan Dua Bocah Mau Ikut Ibunya Ngamen Sampai Larut Malam

Geger Sopir Angkot Kesurupan Usai Kecelakaan di Sumedang, Polisi Ungkap Fakta Medisnya

Viral! Liburan Berujung Panik, Sejumlah Mobil Terjebak Gelombang Pasang di Pantai Ujung Genteng

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
  • Viral di Media Sosial! Siapa Sebenarnya Cut Salwa dan Cut Salsa yang Bikin Geger Ini?
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.