Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siapkan Antisipasi PHK, Dedi Mulyadi Sebut Investasi dan Rekrutmen Industri di Jabar Masih Tinggi

Kamis, 18 Juni 2026 22:35 WIB

DPRD Jabar Dorong SPMB Lebih Transparan, Usulkan Nilai Peserta Dipublikasikan ke Publik

Kamis, 18 Juni 2026 22:23 WIB

Penataan Bandung Berlanjut, Dedi Mulyadi Janjikan Bantuan untuk Pedagang Arcamanik

Kamis, 18 Juni 2026 22:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siapkan Antisipasi PHK, Dedi Mulyadi Sebut Investasi dan Rekrutmen Industri di Jabar Masih Tinggi
  • DPRD Jabar Dorong SPMB Lebih Transparan, Usulkan Nilai Peserta Dipublikasikan ke Publik
  • Penataan Bandung Berlanjut, Dedi Mulyadi Janjikan Bantuan untuk Pedagang Arcamanik
  • Update Kasus Penyekapan di Bandung, Polisi Sebut Pelaku Terus Berpindah Lokasi
  • Dedi Mulyadi Siapkan Nobar Piala Dunia di Jabar, Yakin Argentina Jadi Magnet Penonton
  • Aksi Mahasiswa di Bandung Memanas, Polisi Lakukan Penindakan Tegas
  • Link Live Streaming & Jadwal Piala Dunia Jumat 19 Juni 2026: Korsel Siap Hadapi Teror Tuan Rumah Meksiko
  • Ini Alasan Kemendagri Minta Kepala Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rumah Subsidi, Hunian Rakyat yang Menyimpan Seribu Masalah

By Aga GustianaSenin, 22 September 2025 09:23 WIB3 Mins Read
Ilustrasi perumahan bersubsidi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program rumah subsidi kembali menjadi sorotan. Pemerintah lewat skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan tahun ini menargetkan pembangunan 350 ribu unit secara nasional. Skema yang digadang-gadang sebagai terobosan besar ini dipuji karena memberi akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan cicilan ringan.

Menteri Perumahan Rakyat, Maruarar Sirait, bahkan menyebut program ini sebagai langkah bersejarah.

“Untuk pertama kalinya ada KUR khusus perumahan. Bayangkan, kontraktor, developer, hingga toko bangunannya ikut disubsidi,” ujarnya dalam peluncuran program di Bandung, Kamis (18/9/2025).

Pemerintah memberikan subsidi bunga 5 persen sehingga kredit hanya berbunga 6 persen. Bahkan, rumah produktif seperti homestay atau rumah makan dapat diajukan dengan plafon hingga Rp500 juta.

Tak hanya itu, sejumlah biaya perizinan seperti PBG dan BPHTB digratiskan. Pemerintah juga menyiapkan peluncuran serentak 25 ribu rumah subsidi di 35 provinsi pada akhir September ini.

Baca Juga:  100 Rumah Subsidi Diserahkan untuk Rakyat Kecil di Jabar, Target 90 Ribu Unit Menanti

Namun, di balik ambisi besar tersebut, muncul pertanyaan: apakah rumah subsidi benar-benar layak huni?

Murah, tapi Penuh Masalah

Bagi masyarakat dengan penghasilan setara UMR, cicilan rumah subsidi di bawah Rp1 juta per bulan memang terasa ringan. Tetapi, pengalaman sejumlah warga justru menunjukkan sisi gelap program ini.

Hari Fitriani, warga Cikarang, membeli rumah subsidi pada 2017. Alih-alih lega bisa memiliki rumah, ia justru menghadapi serangkaian masalah. “Saat pertama kali mau ditempati, air dan listrik belum tersedia,” kisahnya.

Lebih parah lagi, dua tahun pertama air PDAM yang masuk ke rumah Hari berbau busuk dan sering mati di musim kemarau. Ia terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan mandi dan memasak. Kini, setelah beberapa tahun ditempati, rumahnya mengalami kerusakan serius: dinding keropos, kusen lapuk, pintu triplek sobek, hingga atap bocor.

Baca Juga:  bank bjb Perkuat Dukungan Program 3 Juta Rumah Lewat Penyaluran KPR Subsidi

Cibarusah, Cerita yang Sama

Kondisi serupa dialami Arbas Batubara, penghuni rumah subsidi di Cibarusah. Saat pindah pada 2019, listrik dan air sama sekali belum tersedia.

“Awalnya pengembang hanya mengalirkan listrik dari gudang penyimpanan ke rumah-rumah. Baru pada 2023 listrik PLN benar-benar masuk. Untuk air, akhirnya warga harus membuat sumur bor, padahal dulunya dijanjikan akan ada PAM,” ungkapnya.

Banyak rumah di kompleks itu akhirnya terbengkalai, dibiarkan kosong, rusak, bahkan ditumbuhi semak belukar karena pemilik enggan menempati.

Mengapa Cepat Rusak?

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar tentang kualitas rumah subsidi. Beberapa faktor yang kerap disebut antara lain:

  • Bahan bangunan murah untuk menekan harga.
  • Pengerjaan terburu-buru demi mengejar target.
  • Minimnya pengawasan pemerintah terhadap pengembang.
  • Infrastruktur dasar seperti air bersih dan listrik yang belum siap.

Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang mewajibkan iuran pekerja. Banyak yang ragu, apakah hunian dari Tapera akan berbeda kualitasnya dari rumah subsidi saat ini.

Baca Juga:  Rumah Layak untuk Rakyat: Sinergi bank bjb dan Kementerian PKP Luncurkan BSPS 2026 di Jawa Barat

Antara Harapan dan Beban Baru

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebelumnya mengingatkan agar rumah subsidi benar-benar menjadi sarana pemerataan ekonomi.

“Setiap rumah yang dibangun itu menggerakkan multiplayer ekonomi. Ada tukang, ada toko bangunan, bahkan warung kopi di dekat proyek yang ikut hidup. Itu yang harus dijaga,” tegasnya.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan kepemilikan rumah subsidi bukan akhir perjuangan. Bagi banyak keluarga, rumah tersebut justru menjadi awal beban baru berupa biaya renovasi dan perbaikan tanpa henti.

Program rumah subsidi memang membuka jalan bagi masyarakat kecil untuk punya rumah. Akan tetapi, tanpa pengawasan ketat dan peningkatan standar kualitas, rumah subsidi hanya akan menjadi sisi gelap perumahan rakyat—murah di awal, mahal di belakang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

hunian murah kualitas rumah KUR perumahan masalah rumah subsidi Perumahan rakyat rumah subsidi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siapkan Antisipasi PHK, Dedi Mulyadi Sebut Investasi dan Rekrutmen Industri di Jabar Masih Tinggi

DPRD Jabar Dorong SPMB Lebih Transparan, Usulkan Nilai Peserta Dipublikasikan ke Publik

Penataan Bandung Berlanjut, Dedi Mulyadi Janjikan Bantuan untuk Pedagang Arcamanik

Update Kasus Penyekapan di Bandung, Polisi Sebut Pelaku Terus Berpindah Lokasi

Dedi Mulyadi Siapkan Nobar Piala Dunia di Jabar, Yakin Argentina Jadi Magnet Penonton

Aksi Mahasiswa di Bandung Memanas, Polisi Lakukan Penindakan Tegas

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.