Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Eksplorasi Pangandaran: 5 Rekomendasi Destinasi Wajib yang Tengah Hits di Tahun 2026

Selasa, 14 April 2026 19:09 WIB

Skandal Pelecehan Seksual di FHUI: Korban 27 Orang, Ada Mahasiswa hingga Dosen

Selasa, 14 April 2026 18:47 WIB

Cuan dari Transaksi! Program Valas bank bjb 2026 Bikin Nasabah Makin Untung

Selasa, 14 April 2026 18:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Eksplorasi Pangandaran: 5 Rekomendasi Destinasi Wajib yang Tengah Hits di Tahun 2026
  • Skandal Pelecehan Seksual di FHUI: Korban 27 Orang, Ada Mahasiswa hingga Dosen
  • Cuan dari Transaksi! Program Valas bank bjb 2026 Bikin Nasabah Makin Untung
  • Klarifikasi Rafael Situmorang: Tak Tolak Kebijakan Pajak Kendaraan, Minta Koordinasi dengan Korlantas
  • Skandal Korupsi Rp128 Miliar! Direktur BUMD Bandung Resmi Jadi Tersangka
  • Rafael Situmorang Tegaskan Mahasiswa Harus Kuasai Banyak Aspek Jika Ingin Jadi Legislator
  • Sekolah Legislatif UIN Bandung, Rafael Situmorang: Mahasiswa Harus Siap Hadapi Dinamika Politik di Era Digital
  • Rafael Situmorang Bedah Polemik Ranah Privat vs Komunal dalam KUHP Baru di UIN Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 14 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cucun Ahmad Syamsurijal Dorong Percepatan Program Perumahan dan Ekonomi Kerakyatan di Jabar

By SusanaSelasa, 14 April 2026 10:24 WIB3 Mins Read
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara program perumahan rakyat dan akses pembiayaan mikro sebagai langkah strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan serta mengurangi ketimpangan hunian di Jawa Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Closing KUR Perumahan/KPP, PNM Lawan Rentenir, serta peluncuran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) se-Jawa Barat, yang digelar di Kabupaten Bandung, Senin (13/4/2026).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Bupati Bandung Dadang Supriatna, yang bersama-sama menegaskan komitmen percepatan pembangunan hunian layak bagi masyarakat.

Integrasi Program Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan

Dalam sambutannya, Cucun menilai bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak dapat dilakukan secara terpisah. Menurutnya, integrasi antara Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, dan program PNM Lawan Rentenir merupakan pendekatan yang saling menguatkan.

“Hari ini kita tidak sekadar meluncurkan program, tetapi menegaskan arah keberpihakan negara. Kesejahteraan lahir dari keterhubungan kebijakan: rumah yang layak, akses pembiayaan yang adil, dan perlindungan dari jerat rentenir,” ujar Cucun.

Baca Juga:  Ditetapkan Jadi Bupati dan Wabup Bandung Terpilih, Dadang-Ali Siap Tingkatkan 13 Program Prioritas

Ia menekankan bahwa rumah layak huni bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga.

Perhatian terhadap Kondisi Rumah Tidak Layak Huni

Sebagai legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat, Cucun mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.

Sejak 2019, ia aktif mengawal berbagai program bedah rumah melalui skema BSPS, dukungan CSR BUMN dan BUMD, hingga bantuan langsung dalam kondisi darurat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga:  Jadwal Buka Puasa Kabupaten Bandung Senin 10 Maret 2025

“Rumah bukan sekadar tempat tinggal, tapi menyangkut martabat, kesehatan, dan masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Tantangan Pelaksanaan BSPS di Lapangan

Dalam kesempatan tersebut, Cucun juga menyoroti sejumlah tantangan dalam implementasi program BSPS di lapangan. Kenaikan harga bahan bangunan serta upah tenaga kerja dinilai membuat nilai bantuan saat ini semakin terbatas dalam memenuhi kebutuhan riil masyarakat.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan, baik dari sisi besaran bantuan, validitas data penerima, maupun penguatan pendampingan serta literasi keuangan bagi masyarakat penerima manfaat.

Persoalan Status Lahan Jadi Sorotan

Cucun turut menyinggung persoalan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat, yakni adanya warga yang belum bisa mengakses bantuan BSPS karena tinggal di atas lahan milik BUMN seperti PTPN dan Perhutani.

Baca Juga:  Catat, Jadwal dan Lokasi Operasi Murah di Kota dan Kabupaten Bandung

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera dicarikan solusi agar masyarakat tetap dapat memperoleh hak atas hunian yang layak tanpa terkendala status kepemilikan lahan.

“Masih ada masyarakat yang tidak bisa dibiayai BSPS karena status lahannya. Ini harus ada solusi. Saya akan mengundang seluruh stakeholder untuk duduk bersama mencari jalan keluar agar hak rakyat bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Komitmen Bersama Percepat Hunian Layak

Di akhir kegiatan, dilakukan penyerahan simbolis bantuan BSPS kepada masyarakat penerima manfaat. Momen ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan legislatif dalam mempercepat pembangunan rumah layak huni di Jawa Barat.

Cucun menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Bangun rumah dengan sebaik-baiknya, jadikan sebagai awal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BSPS Jawa Barat Cucun Ahmad Syamsyurijal DPR RI Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Kabupaten Bandung KUR perumahan Maruarar Sirait Perumahan rakyat PNM Lawan Rentenir Rumah Layak Huni
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Skandal Pelecehan Seksual di FHUI: Korban 27 Orang, Ada Mahasiswa hingga Dosen

Cuan dari Transaksi! Program Valas bank bjb 2026 Bikin Nasabah Makin Untung

Klarifikasi Rafael Situmorang: Tak Tolak Kebijakan Pajak Kendaraan, Minta Koordinasi dengan Korlantas

Skandal Korupsi Rp128 Miliar! Direktur BUMD Bandung Resmi Jadi Tersangka

Rafael Situmorang Tegaskan Mahasiswa Harus Kuasai Banyak Aspek Jika Ingin Jadi Legislator

Sekolah Legislatif UIN Bandung, Rafael Situmorang: Mahasiswa Harus Siap Hadapi Dinamika Politik di Era Digital

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
  • Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.