Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up

Kamis, 30 Juli 2026 01:00 WIB

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Rabu, 29 Juli 2026 19:39 WIB

Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib

Rabu, 29 Juli 2026 19:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
  • Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat
  • Garuda Siap Tempur! Indonesia Dapat Grup Panas Hadapi Malaysia hingga India di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan
  • Update Penyaluran BLT Kesra Rp900.000 Juli 2026: Status Terbaru dan Klarifikasi Pemerintah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cucun Ahmad Syamsurijal Dorong Percepatan Program Perumahan dan Ekonomi Kerakyatan di Jabar

By SusanaSelasa, 14 April 2026 10:24 WIB3 Mins Read
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara program perumahan rakyat dan akses pembiayaan mikro sebagai langkah strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan serta mengurangi ketimpangan hunian di Jawa Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Closing KUR Perumahan/KPP, PNM Lawan Rentenir, serta peluncuran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) se-Jawa Barat, yang digelar di Kabupaten Bandung, Senin (13/4/2026).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Bupati Bandung Dadang Supriatna, yang bersama-sama menegaskan komitmen percepatan pembangunan hunian layak bagi masyarakat.

Integrasi Program Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan

Dalam sambutannya, Cucun menilai bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak dapat dilakukan secara terpisah. Menurutnya, integrasi antara Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, dan program PNM Lawan Rentenir merupakan pendekatan yang saling menguatkan.

“Hari ini kita tidak sekadar meluncurkan program, tetapi menegaskan arah keberpihakan negara. Kesejahteraan lahir dari keterhubungan kebijakan: rumah yang layak, akses pembiayaan yang adil, dan perlindungan dari jerat rentenir,” ujar Cucun.

Ia menekankan bahwa rumah layak huni bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga.

Perhatian terhadap Kondisi Rumah Tidak Layak Huni

Sebagai legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat, Cucun mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.

Sejak 2019, ia aktif mengawal berbagai program bedah rumah melalui skema BSPS, dukungan CSR BUMN dan BUMD, hingga bantuan langsung dalam kondisi darurat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Rumah bukan sekadar tempat tinggal, tapi menyangkut martabat, kesehatan, dan masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Tantangan Pelaksanaan BSPS di Lapangan

Dalam kesempatan tersebut, Cucun juga menyoroti sejumlah tantangan dalam implementasi program BSPS di lapangan. Kenaikan harga bahan bangunan serta upah tenaga kerja dinilai membuat nilai bantuan saat ini semakin terbatas dalam memenuhi kebutuhan riil masyarakat.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan, baik dari sisi besaran bantuan, validitas data penerima, maupun penguatan pendampingan serta literasi keuangan bagi masyarakat penerima manfaat.

Persoalan Status Lahan Jadi Sorotan

Cucun turut menyinggung persoalan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat, yakni adanya warga yang belum bisa mengakses bantuan BSPS karena tinggal di atas lahan milik BUMN seperti PTPN dan Perhutani.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera dicarikan solusi agar masyarakat tetap dapat memperoleh hak atas hunian yang layak tanpa terkendala status kepemilikan lahan.

“Masih ada masyarakat yang tidak bisa dibiayai BSPS karena status lahannya. Ini harus ada solusi. Saya akan mengundang seluruh stakeholder untuk duduk bersama mencari jalan keluar agar hak rakyat bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Komitmen Bersama Percepat Hunian Layak

Di akhir kegiatan, dilakukan penyerahan simbolis bantuan BSPS kepada masyarakat penerima manfaat. Momen ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan legislatif dalam mempercepat pembangunan rumah layak huni di Jawa Barat.

Cucun menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Bangun rumah dengan sebaik-baiknya, jadikan sebagai awal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BSPS Jawa Barat Cucun Ahmad Syamsyurijal DPR RI Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Kabupaten Bandung KUR perumahan Maruarar Sirait Perumahan rakyat PNM Lawan Rentenir Rumah Layak Huni
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Babak Baru Kasus Taufik Hidayat, Kejati Jabar Ungkap Alasan Berkas Belum Bisa Dilanjutkan

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.