bukamata.id – Masa depan winger muda diaspora Indonesia, Mauro Zijlstra, kembali jadi bahan perbincangan setelah ia mengirim sinyal terang-terangan bahwa dirinya siap angkat kaki dari FC Volendam.
Minimnya kesempatan bermain di tim utama membuat Zijlstra mempertimbangkan langkah besar pada bursa transfer Januari mendatang. Situasi ini langsung memicu spekulasi bahwa Persib Bandung menjadi salah satu tujuan paling mungkin.
Zijlstra Mengaku Sudah Komunikasi dengan Agen
Dalam sebuah wawancara terbaru, pemain berusia 19 tahun itu memastikan bahwa ia dan agennya sudah mulai mencari klub baru yang bisa menjamin menit bermain.
Sinyal ini juga diamini oleh analis sepak bola nasional, Bung Yuke, yang menilai pernyataan Zijlstra bukan kode biasa.
“Ini sebenarnya kode kuat. Yang penting klub-klub dari Indonesia bisa merespons dan menindaklanjuti,” ujar Bung Yuke di Podcast Locker Room, Minggu (23/11/2025).
Sejak bergabung dengan Volendam, Zijlstra tampil menonjol di level akademi—namun belum pernah mendapatkan kesempatan bermain di tim senior Eredivisie. Kondisi ini membuat perkembangan kariernya berjalan di tempat.
Mengapa Persib Bandung Jadi Klub yang Paling Berpeluang?
Nama Persib muncul sebagai destinasi yang paling sering dikaitkan dengan Zijlstra. Beberapa faktor pendukungnya antara lain:
- Persib sedang membangun skuad lebih kompetitif untuk putaran kedua Liga 1 dan musim berikutnya.
- Pemain diaspora tidak menghabiskan kuota asing, sehingga perekrutannya sangat menguntungkan.
- Lingkungan sepak bola Indonesia yang penuh dukungan suporter bisa memberi ruang bagi Mauro untuk tampil reguler.
Selain itu, Persib dikenal sebagai klub dengan basis fans besar dan eksposur tinggi—sebuah nilai tambah untuk pemain muda yang ingin berkembang dan mengangkat reputasi.
Sesama Pemain Diaspora Berpotensi Mendorong Kepulangan Mauro
Jalur komunikasi antara para pemain diaspora juga diyakini menjadi faktor penting. Nama-nama seperti Jens Raven dan Rafael Struick, yang lebih dulu tampil di Indonesia, disebut dapat memengaruhi keputusan Zijlstra.
Pemain diaspora yang sudah pulang sebelumnya membuktikan bahwa Liga 1 mampu memberi menit bermain, sorotan media, hingga peluang besar untuk dipanggil ke Timnas.
Namun, ada juga pendapat yang menyarankan agar Mauro tetap bersaing di Eropa. Meski begitu, Bung Yuke mengingatkan bahwa tanpa menit bermain, karier pemain muda akan sulit berkembang.
“Kalau CV kamu tidak diisi dengan menit bermain, klub Eropa akan sulit mengambil risiko,” ungkapnya.
Situasi serupa juga dialami beberapa pemain diaspora lain yang akhirnya memilih kembali ke Indonesia.
Persib Berpotensi Lakukan Perombakan
Kabarnya, Persib mempertimbangkan reshuffle komposisi pemain asing maupun diaspora pada bursa transfer pertengahan musim. Nama-nama yang dinilai belum memberi kontribusi maksimal berpotensi tergeser.
Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi pemain baru—termasuk Mauro Zijlstra.
Dengan ambisi kembali bersaing di papan atas dan tampil di kompetisi Asia, perekrutan pemain muda diaspora sejalan dengan strategi jangka panjang Persib.
Zijlstra di Persimpangan: Bertahan di Eropa atau Pulang ke Indonesia?
Saat ini, Mauro masih memprioritaskan bertahan di Eropa. Namun, pintu menuju Liga 1 semakin terbuka lebar, terutama jika tak ada klub Eropa yang berani memberikan menit bermain reguler.
Jika kondisi tak berubah dalam beberapa minggu ke depan, bukan tidak mungkin Maung Bandung akan menjadi pelabuhan baru bagi sang winger.
Yang jelas, kode yang diberikan Zijlstra sudah sangat jelas—dan kini bola ada di tangan Persib.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










