bukamata.id – Rivalitas abadi antara Persib Bandung dan Persija Jakarta tidak hanya membara di lapangan hijau dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Di balik layar, kedua raksasa ini dikabarkan tengah menyiapkan “proyek mercusuar” untuk musim depan dengan dukungan finansial yang fantastis.
Meski Maung Bandung saat ini masih kokoh di puncak klasemen, Macan Kemayoran yang tertinggal tujuh poin di posisi ketiga tidak tinggal diam. Keduanya diprediksi akan melakukan belanja pemain besar-besaran demi mendominasi kompetisi 2026/2027.
Dompet Tebal Persib: Guyuran Dana AFC hingga “Durian Runtuh” dari FIFA
Kondisi finansial Persib Bandung sedang berada di atas angin. Klub asuhan Bojan Hodak ini baru saja mengamankan suntikan dana segar sebesar 730 ribu Dolar AS (sekitar Rp12,1 miliar) sebagai bonus partisipasi di ajang AFC Champions League Two 2025/2026.
Tak berhenti di situ, pundi-pundi Maung Bandung akan semakin tebal berkat program Club Benefit Programme dari FIFA. Hal ini berkaitan dengan keberhasilan Frans Putros (Irak) dan eks pemain mereka, Gervane Kastaneer (Curacao), yang lolos ke Piala Dunia 2026.
Sesuai regulasi, FIFA memberikan kompensasi harian kepada klub yang diperkuat pemain tersebut dalam dua tahun terakhir. Selain itu, dukungan swasta juga mengalir, termasuk sumbangan Rp1 miliar dari Maruarar Sirait.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui unggahan media sosialnya pada Senin (20/4/2026).
“Saking inginnya Persib juara tiga kali berturut-turut dan 5 kali dalam sejarah Liga di Indonesia, Kang Asep Ara Sirait memberikan supporting bantuan 1 miliar dalam pertandingan melawan Dewa United di Banten,” ujar Dedi Mulyadi.
Dana melimpah ini memicu spekulasi transfer bintang abroad seperti Joey Pelupessy hingga Ole Romeny untuk mendarat di Bandung.
Persija Jakarta Siapkan Kejutan: Nama Shin Tae-yong Mencuat!
Di kubu rival, Persija Jakarta berencana melakukan revolusi skuad. Kabar yang paling menggemparkan adalah ketertarikan manajemen untuk memboyong mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), guna menggantikan posisi Mauricio Souza.
Pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali, menyebut peluang kembalinya STY ke Indonesia untuk melatih klub ibu kota sangat terbuka lebar.
“Kabarnya manajemen Persija sudah mewanti-wanti kalo Mauricio Souza gagal, kabar yang saya dengar udah ada pendekatan dengan Shin Tae-yong,“ kata Akmal dalam sebuah program diskusi sepak bola.
Menurut Akmal, ambisi besar manajemen untuk meraih trofi menjadi alasan utama nama pelatih asal Korea Selatan tersebut masuk dalam radar.
“Saya pikir dengan adanya dukungan dari pemerintahan DKI Jakarta, kemudian dukungan dari pemilik modal di Persija, bukan mustahil bisa terjadi (STY latih Persija). Kemarin setelah melatih Timnas Indonesia kan sempat melatih klub di Korea. Artinya potensi Shin Tae-yong untuk melatih klub sangat besar sekali,“ tambahnya.
Meski statusnya masih 50:50, pergerakan Persija di bursa transfer musim depan dipastikan akan sangat agresif untuk mengimbangi kekuatan finansial dan kedalaman skuad Persib Bandung.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









