bukamata.id – Laga sengit pekan ke-28 Super League Liga 1 yang mempertemukan Dewa United kontra Persib Bandung berakhir tanpa pemenang. Bertanding di Banten International Stadium, Senin (20/4/2026) malam, kedua tim harus puas berbagi angka dengan skor akhir 2-2.
Namun, bukan hanya skor imbang yang menjadi buah bibir, melainkan rentetan kontroversi yang menyelimuti jalannya pertandingan, terutama terkait sah atau tidaknya gol pembuka tuan rumah.
Momen Krusial: Bola Keluar atau Tetap On-Play?
Ketegangan bermula pada menit ke-24 saat Alex Martins berhasil menggetarkan jala gawang Maung Bandung. Gol tersebut diawali oleh pergerakan Alexis Messidoro yang menerima umpan di sisi lapangan. Di sinilah perdebatan muncul: bola terlihat oleh sebagian pihak telah melewati garis luar lapangan.
Para penggawa Persib Bandung sempat terpaku sejenak karena mengira bola sudah out. Namun, wasit tetap bergeming. Messidoro yang jeli melihat celah langsung mengirimkan umpan matang kepada Alex Martins yang berdiri bebas. Tanpa kawalan berarti, sang striker dengan tenang menceploskan bola ke gawang.
Meski pemain Persib melayangkan protes keras dan meminta tinjauan VAR, wasit tetap pada keputusannya setelah berkomunikasi dengan tim ruang VAR tanpa perlu melakukan on field review.
Sindiran “Bola Lakban” Dewa United di Media Sosial
Alih-alih meredam suasana, akun media sosial resmi Dewa United justru memantik reaksi netizen. Pada Selasa (21/4/2026), mereka mengunggah sebuah ilustrasi menggunakan lakban putih di lantai untuk menggambarkan perspektif sudut pandang kamera terhadap posisi bola.
“Pada rame-rame kenapa sih?” tulis akun resmi Dewa United dalam unggahan yang membandingkan foto sudut samping dan sudut atas bola tersebut.
Postingan ini seketika dibanjiri komentar pedas, terutama dari kalangan Bobotoh yang merasa dirugikan oleh keputusan wasit dan menganggap ilustrasi tersebut tidak relevan dengan kejadian asli di lapangan.
Reaksi Keras Netizen: Dari Kredibilitas hingga Kualitas Konten
Kolom komentar Twitter (X) pun memanas. Berbagai kritik tajam tertuju pada admin media sosial klub berjuluk Tangsel Warriors tersebut. Berikut beberapa kutipan langsung dari kekecewaan para netizen:
Akun @rizalsn14 mempertanyakan bukti otentik di lapangan:
“Kalo itu masih ada dalam garis (seperti Jepang v Spanyol) coba liat buktinya, sebab bobotoh yang menyayangkan keputusan ini berdasarkan kamera yang “diklaim” si bola itu udah sepenuhnya keluar,” tulis akun @rizalsn14.
Kekecewaan terhadap integritas admin klub juga disuarakan oleh @toqwyen:
“boleh2 aja lo mau bela club yg lo urus, tapi apa harus sampai menggadaikan kredibilitas lo?” tulis akun @toqwyen.
Sementara itu, akun @sukria_afkariza menyayangkan penggunaan ilustrasi buatan ketimbang rekaman asli:
“Kami pendukung Persib menerima hasil akhir min, walau agak kecewa. Tapi minimal klo menjelaskan jangan pake ilustrasi bikinan sendiri lah, minimal pake Vidio review Asli dari kejadian di lapangan. Kocak ente min,” tulis akun @sukria_afkariza.
Kritik paling pedas datang dari @bintang24521 yang menilai unggahan tersebut sengaja memancing keributan demi menaikkan interaksi:
“ni admin klub official siapa si? kgk ada Quality Control sebelum posting kah?? ga sadar lu mancing keributan di segmen persepakbolaan lokal? sengaja banget klub sepi penonton ngambil engagement dari keributan sosial media,” tulis akun @bintang24521.
Hingga saat ini, perdebatan mengenai gol Alex Martins masih menjadi topik hangat di kalangan pencinta sepak bola nasional, menambah daftar panjang drama teknologi VAR di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









